Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dana Rekening Dormant dari Pendaftar Haji Invalid Capai Rp10 T, Dahnil: Mungkin Orangnya Meninggal Anaknya Tak Mau Gantikan

Dana Rekening Dormant dari Pendaftar Haji Invalid Capai Rp10 T, Dahnil: Mungkin Orangnya Meninggal Anaknya Tak Mau Gantikan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah melakukan validasi ulang terhadap data calon jemaah yang masuk dalam daftar antrean haji nasional. Dari total sekitar 5,7 juta calon jemaah, pemerintah menemukan sementara sekitar 400 ribu data yang berisiko tidak valid.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan hal tersebut dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (19/8/2026).

Dahnil mengatakan, angka 400 ribu tersebut belum merupakan hasil final. Tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenhaj masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan berapa banyak data antrean yang benar-benar masih valid.

“Antrean kita itu 5,7 juta, tapi ini belum final. Saya mau bocorkan di forum ini dulu. Ini lagi bekerja tim Pusdatin kita. Kita mau lihat data yang 5,7 juta antrean itu yang invalid berapa,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, jika sekitar 400 ribu data tersebut nantinya terbukti tidak valid dan masing-masing calon jemaah memiliki setoran awal sekitar Rp25 juta, maka nilai dana yang terkait dengan data tersebut dapat mencapai Rp10 triliun.

“Temuan sementara 400 ribu yang invalid. Itu kalau dikali Rp25 juta (biaya setoran haji), berarti Rp10 triliun,” ujarnya.

Bukan Berarti Dana Hilang

Dahnil menegaskan, temuan data berisiko invalid tersebut tidak serta-merta berarti dana jemaah hilang. Pemerintah justru sedang berusaha memastikan status orang yang tercatat sekaligus keberadaan dana setoran awalnya.

Salah satu kemungkinan, kata Dahnil, adalah calon jemaah yang telah meninggal dunia, sementara ahli warisnya tidak mengambil kembali dana setoran tersebut dan juga tidak menggantikan posisi almarhum dalam antrean.

“Orangnya ada nggak sih? Karena uangnya ada,” kata Dahnil.

Ia memberikan gambaran, bisa saja orang tua yang telah meninggal dunia memiliki setoran haji, tetapi anak atau ahli warisnya tidak menarik dana tersebut karena menganggap uang itu merupakan milik orang tua.

“Ini orangnya ada, tapi duitnya ada. Makanya kita validasi dengan Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Data Antrean Akan Dicocokkan dengan Data Kependudukan

Untuk memastikan validitas daftar tunggu, Kemenhaj akan mencocokkan data antrean haji dengan data kependudukan milik Kementerian Dalam Negeri.

Langkah ini diperlukan untuk mengetahui apakah nama-nama yang tercatat dalam antrean masih merupakan penduduk yang hidup dan memenuhi status administratif sebagai calon jemaah.

Dahnil menyebut proses validasi juga akan membantu pemerintah mengetahui status rekening atau dana yang masih tercatat atas nama calon jemaah yang sudah tidak lagi aktif.

Temuan ini menjadi penting karena jumlah antrean haji Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,7 juta jemaah. Angka tersebut juga menjadi basis pengelolaan dana haji dan pemberian nilai manfaat kepada jemaah yang masih berada dalam masa tunggu.

Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan telah menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 sebesar lebih dari Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta jemaah haji reguler dan khusus yang masih menunggu keberangkatan.

Karena itu, validasi data bukan hanya berkaitan dengan kepastian antrean, tetapi juga menyangkut akurasi pengelolaan dana haji.

Dahnil menegaskan, pemerintah masih akan melakukan pendalaman sebelum menyimpulkan jumlah sebenarnya dari data yang tidak valid.

“400 ribu” tersebut masih merupakan temuan sementara, bukan angka final. Pemerintah kini menunggu hasil pencocokan data dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan kondisi sebenarnya dari jutaan calon jemaah yang berada dalam daftar tunggu haji.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPKH Limited Beri Ganti Rugi ke Jemaah Haji Gara-gara Konsumsi Terlambat

    BPKH Limited Beri Ganti Rugi ke Jemaah Haji Gara-gara Konsumsi Terlambat

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 404
    • 0Komentar

    MAKKAH – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia atas ketidaksempurnaan layanan konsumsi pasca-puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), khususnya pada 14 Zulhijah 1446 H. Sebagai bentuk tanggung jawab, BPKH Limited memutuskan memberikan kompensasi uang kepada jemaah yang terdampak. Direktur BPKH Limited, Sidiq Haryono, menjelaskan bahwa gangguan […]

    Bagikan Berita:
  • Penampakan Fasilitas Cukur Gratis di Area Masjidilharam, Dijamin Steril

    Penampakan Fasilitas Cukur Gratis di Area Masjidilharam, Dijamin Steril

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 450
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pengelola Masjidil Haram di Makkah, menghadirkan layanan cukur atau tahallul gratis yang bisa dimanfaatkan para jemaah laki-laki maupun perempuan langsung di area pelataran masjid. Langkah ini demi membantu jemaah untuk menyelesaikan rangkaian manasik dengan lebih mudah, aman, dan higienis, terutama di tengah padatnya aktivitas ibadah umrah. AlRiyadh menulis, Otoritas Masjidil Haram dan Masjid […]

    Bagikan Berita:
  • Haji 2026 Dibayang-bayangi Ancaman Kenaikan Biaya Logistik

    Haji 2026 Dibayang-bayangi Ancaman Kenaikan Biaya Logistik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 225
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kenaikan harga minyak dunia hingga sempat menyentuh angka USD100 per barel, ikut memicu kenaikan biaya logistik. Termasuk di antaranya aktivitas perjalanan jemaah haji 2026. Risiko ini dibahas dalam pertemuan bilateral di Madinah, Minggu 29 Maret 2026, antara Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wamenhaj Saudi. Dahnil sendiri menegaskan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • 3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

    3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 301
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia dari dalam negeri. Sebanyak 3.911 ton beras ditargetkan dapat dikirim langsung dari Tanah Air ke Arab Saudi untuk konsumsi jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M. Upaya tersebut dibahas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) […]

    Bagikan Berita:
  • Cuaca Buruk Bikin Emirates Batalkan Sejumlah Penerbangan dari Dubai

    Cuaca Buruk Bikin Emirates Batalkan Sejumlah Penerbangan dari Dubai

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 352
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Maskapai penerbangan Emirates membatalkan sejumlah penerbangan dari Dubai sedalah kawasan di Uni Emirat Arab itu dilanda cuaca buruk. Maskapai Emirates membatalkan sejumlah penerbangan yang dijadwalkan beroperasi pada Jumat, 19 Desember, menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Mengutip laporan Gulf News, dalam pembaruan resmi yang dirilis pada 18 Desember malam waktu setempat, Emirates […]

    Bagikan Berita:
  • Illustrasi wanita lansia Indonesia sedang menatap layar ponselnya. Kebijakan war tiket dinilai akan merugikan pihak yang sulit mengakses internet, termasuk lansia.

    Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 195
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ketua Komisi Nasional Haji, Mustolih Siradj, menilai pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial jika ingin menerapkan sistem ‘war ticket’ dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Menurut Mustolih, aspek paling mendasar yang harus dibenahi adalah kekuatan sistem teknologi informasi (IT). Ia mengingatkan, skema “war ticket” berpotensi memicu lonjakan akses secara masif dalam […]

    Bagikan Berita:
expand_less