Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Bayar Zakat Fitrah di Mana Saat Sedang Umrah Kemarin? Ini Aturannya Menurut Syariah

Bayar Zakat Fitrah di Mana Saat Sedang Umrah Kemarin? Ini Aturannya Menurut Syariah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 370
  • print Cetak

HAMRANEWS – Seringkali banyak jemaah umrah, khususnya yang menjalankan i’tikaf di Tanah Suci, mengalami kebingungan ketika hendak menunaikan zakat fitrah maupun zakat mal.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah: apakah zakat harus dibayarkan di Arab Saudi, di tempat ia sedang berada, atau tetap disalurkan ke tanah air?

Dalam literatur fikih klasik, persoalan ini sebenarnya telah dibahas secara rinci oleh para ulama. Salah satunya dijelaskan oleh Imam Al-Hajjawi dalam kitab Zadul Mustaqni’, bahwa zakat memiliki ketentuan berbeda antara zakat mal dan zakat fitrah.

Ia menjelaskan bahwa zakat mal (zakat harta) ditunaikan di tempat harta tersebut berada, sedangkan zakat fitrah ditunaikan di tempat seseorang berada saat kewajiban itu jatuh tempo.

Zakat Fitrah Mengikuti Tempat Seseorang Berada

Pandangan ini diperkuat oleh banyak ulama lintas mazhab. Dalam kajian fikih disebutkan bahwa zakat fitrah berkaitan dengan waktu berakhirnya Ramadan (masuknya Idul Fitri), sehingga lokasi seseorang saat itu menjadi penentu.

Para ulama mazhab Syafi’i menegaskan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan di tempat seseorang berada ketika matahari terbenam di akhir Ramadan atau malam Idul Fitri. Artinya, jika seseorang berada di Makkah saat Idul Fitri, maka ia menunaikan zakat di sana, bukan di negara asalnya.

Dengan demikian, bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi saat menjelang Idul Fitri, secara hukum asal mereka dianjurkan—bahkan dalam banyak pendapat diwajibkan—untuk menunaikan zakat fitrah di sana.

Tidak Dianjurkan Memindahkan Zakat Fitrah

Dalam praktiknya, memindahkan zakat fitrah ke negara lain (misalnya ke Indonesia) tidak dianjurkan, kecuali dalam kondisi tertentu. Misalnya jika di tempat ia berada tidak ditemukan mustahik (penerima zakat), atau kebutuhan di tempat lain lebih mendesak.

Beberapa ulama menegaskan bahwa hukum asalnya tidak boleh memindahkan zakat fitrah dari tempat wajibnya, karena masyarakat fakir di lokasi tersebut lebih berhak menerima.

Zakat Mal di Tempat Aset Berada

Berbeda dengan zakat fitrah, zakat mal memiliki fleksibilitas lebih luas. Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa zakat mal dikeluarkan di tempat harta tersebut berada.

Hal ini karena zakat mal berkaitan dengan kepemilikan aset yang telah mencapai nisab dan haul, sehingga distribusinya mengikuti lokasi harta, bukan lokasi orangnya.

Solusi Praktis di Era Modern

Di era modern, penyaluran zakat menjadi lebih mudah melalui lembaga amil resmi. Seseorang tetap bisa membayar zakat ke kampung halaman melalui lembaga terpercaya jika ada pertimbangan maslahat, seperti kebutuhan keluarga atau kondisi ekonomi daerah asal.

Namun demikian, dari sisi hukum fikih, prinsip utamanya tetap sama:

  • Zakat fitrah → mengikuti lokasi orang saat Idul Fitri
  • Zakat mal → mengikuti lokasi harta

Hikmah di Balik Ketentuan Ini

Penetapan lokasi pembayaran zakat fitrah bukan tanpa alasan. Zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk membantu masyarakat fakir di sekitar agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.

Dalam hadits disebutkan bahwa zakat fitrah berfungsi sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa sekaligus sebagai makanan bagi orang miskin. Karena itu, distribusi lokal menjadi prioritas agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Kesimpulan

Bagi jemaah umrah yang berada di Arab Saudi saat akhir Ramadan:

  • Zakat fitrah sebaiknya dibayarkan di tempat ia berada (Makkah atau Madinah).
  • Zakat mal dibayarkan di tempat harta berada (misalnya di Indonesia).
  • Memindahkan zakat fitrah ke negara asal hanya dibolehkan dalam kondisi tertentu.

Memahami ketentuan ini penting agar ibadah zakat tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi yang membutuhkan.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhaj Larang Travel Umrah Pakai Istilah ‘Hotel Setara…’, Nama Hotel Wajib Dicantumkan

    Kemenhaj Larang Travel Umrah Pakai Istilah ‘Hotel Setara…’, Nama Hotel Wajib Dicantumkan

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 135
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Biro travel umrah tidak boleh lagi menggunakan istilah “hotel setara” untuk menggambarkan akomodasi yang akan ditempati jemaah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, nama hotel harus disebutkan secara jelas sejak awal agar jemaah mengetahui layanan yang sebenarnya mereka beli. Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Akhmad Fauzin, mengatakan transparansi menjadi salah satu […]

    Bagikan Berita:
  • Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 146
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dari sekitar 40 hari menjadi 30 hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya haji yang terus meningkat akibat pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Makassar 325 Orang, Berangkat ke Tanah Suci Bulan April 2026

    Jemaah Haji Makassar 325 Orang, Berangkat ke Tanah Suci Bulan April 2026

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 400
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, melaporkan secara langsung kesiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam pertemuan di Balai Kota Makassar, Kamis 26 Februari 2026. Dalam audiensi tersebut, Amrullah menyampaikan sebanyak ratusan jemaah asal Kota Makassar dipastikan berangkat tahun ini […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Akan Optimalkan Skema Murur untuk Lansia saat di Armuzna 2026

    Kemenhaj Akan Optimalkan Skema Murur untuk Lansia saat di Armuzna 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 394
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk melindungi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah risiko tinggi (risti) melalui penguatan istithaah kesehatan serta optimalisasi skema Tanazul dan Murur pada penyelenggaraan Haji 1447 H. “Perlindungan jemaah, khususnya lansia dan risti, adalah prioritas utama kami pada penyelenggaraan haji tahun ini,” tegas Menteri Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Terus Tingkatkan Fasilitas Miqat, Waktu Tunggu Semakin Singkat

    Arab Saudi Terus Tingkatkan Fasilitas Miqat, Waktu Tunggu Semakin Singkat

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 651
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi terus melakukan penguatan layanan haji dan umrah melalui pengembangan besar-besaran di area miqat, titik awal jamaah memulai ihram sebelum melaksanakan ibadah. Proyek strategis tersebut dipimpin langsung oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites dengan tujuan meningkatkan efisiensi, kapasitas, serta kualitas pengalaman jamaah. Pada musim haji terakhir, rencana operasional […]

    Bagikan Berita:
  • Persiapan Fisik, Mental dan Spiritual Calon Jemaah Haji 30 Hari Jelang Keberangkatan

    Persiapan Fisik, Mental dan Spiritual Calon Jemaah Haji 30 Hari Jelang Keberangkatan

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 293
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, calon jemaah haji tentu tidak cuma harus sibuk dengan menyelesaikan administrasi dan perlengkapan untuk ibadah sekitar sebulan di sana. Lebih dari itu, fase 30 hari terakhir sebelum berangkat menjadi momen penting untuk mematangkan kesiapan spiritual, mental, dan fisik agar ibadah haji dapat dijalankan secara optimal. Sejumlah panduan dari […]

    Bagikan Berita:
expand_less