Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Jadwal Salat di Hijir Ismail Tahun 2026 dan Pada Bulan Ramadan

Jadwal Salat di Hijir Ismail Tahun 2026 dan Pada Bulan Ramadan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 49

HAMRANEWS — Salat di area Hijir Ismail (Hateem) adalah kesempatan yang sangat mulia. Namun sulit untuk mendapatkan kesempatan ini mengingat tingginya arus jemaah umrah.

Otoritas Arab Saudi bahkan cuma membuka jadwal salat yang tidak lama untuk Salat di tempat ini.

Hijir Ismail merupakan salah satu titik paling diminati jemaah karena memiliki keutamaan spiritual tinggi. Area melengkung di sisi barat Ka’bah ini diyakini sebagai bagian dari bangunan asli Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS. Karena itu, otoritas Masjidil Haram menerapkan pengaturan waktu khusus agar akses beribadah tetap adil dan tertib.

Jadwal Terbaru Laki-Laki dan Perempuan

Berdasarkan pengumuman terbaru yang dirilis otoritas Masjidil Haram, jamaah laki-laki mendapatkan akses salat di Hijir Ismail pada malam hari, pukul 22.00 hingga 02.00 waktu setempat.

Sementara itu, jamaah perempuan dijadwalkan beribadah pada pagi hari, mulai pukul 07.30 hingga 11.00.

Pihak pengelola menegaskan, jadwal ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan kondisi lapangan. Aktivitas pembersihan intensif, perawatan area, atau lonjakan jemaah kerap menjadi faktor penyesuaian waktu. Dalam beberapa kesempatan, pembukaan area bahkan baru dimulai pukul 08.30 pagi demi memastikan kebersihan dan keamanan maksimal.

Isu Hijir Ismail Tutup Saat Ramadan

Hijir Ismail sebenarnya tidak benar-benar ditutup selama Ramadan atau waktu lainnya, namun aksesnya bakal lebih ketat untuk laki-laki dan perempuan dan bisa saja berubah-ubah karena kepadatan ekstrem jemaah.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang jemaah haji bertanya kepada petugas kebersihan di Hijir Ismail, dan petugas tersebut mengungkapkan Hijir Ismail terbuka pukul 06.00 untuk jemaah perempuan.

“Mereka bilang kepada kami pukul enam,” jelas petugas kebersihan tersebut, saat ditanyai apakah Hijir Ismail akan buka saat Ramadan. “Mereka akan buka, insya Allah,” tambah petugas tersebut.

Durasi Singkat, Pengawasan Ketat

Setiap jemaah diberikan waktu sekitar 10 menit untuk menunaikan salat di dalam Hijir Ismail. Akses masuk diarahkan melalui pintu barat Masjidil Haram, dengan pengawasan ketat dari petugas keamanan dan relawan. Sistem ini diterapkan untuk mencegah penumpukan jemaah dan memastikan sirkulasi berjalan lancar.

Otoritas mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi arahan petugas serta tidak memaksakan diri di luar jadwal yang ditetapkan. Kebijakan ini dinilai krusial, mengingat tingginya jumlah jemaah umrah yang datang dari berbagai negara dalam waktu bersamaan.

Pengaturan Hijir Ismail menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam mengelola kawasan Masjidil Haram secara berkelanjutan. Selain pengaturan waktu, otoritas juga terus meningkatkan manajemen arus pejalan kaki, sistem kebersihan, serta pemanfaatan teknologi pemantauan kepadatan jemaah.

Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen Kerajaan Saudi untuk memberikan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi para tamu Allah, terutama di titik-titik dengan kepadatan tinggi seperti Hijir Ismail.

Keutamaan Salat di Hijir Ismail

Keistimewaan Hijir Ismail didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa area tersebut termasuk bagian dari Ka’bah. Dalam hadis riwayat Abu Daud dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Salatlah kamu di sini jika kamu ingin salat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.”

Meski salat di Hijir Ismail bersifat sunnah dan bukan bagian dari rukun haji maupun umrah, banyak jemaah menjadikannya momen spiritual istimewa. Tempat ini diyakini penuh keberkahan dan menjadi salah satu lokasi doa yang mustajab.

Jejak Sejarah Hijir Ismail

Secara historis, Hijir Ismail dipercaya sebagai tempat tinggal Nabi Ismail AS dan ibundanya, Siti Hajar. Awalnya, area ini berupa pondasi sederhana beratap dedaunan. Saat Kaum Quraisy merenovasi Ka’bah pada tahun 606 M, keterbatasan biaya membuat sebagian bangunan Ka’bah—sekitar tiga meter di sisi barat dan timur—tidak disertakan dalam struktur utama, sehingga membentuk area Hijir Ismail seperti yang dikenal saat ini.

Fakta sejarah ini semakin menguatkan posisi Hijir Ismail sebagai salah satu lokasi paling bersejarah dan dimuliakan di Masjidil Haram.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat Struktur Organisasi Kementerian Haji dan Umrah, Diperkirakan Mulai Optimal Desember

    Melihat Struktur Organisasi Kementerian Haji dan Umrah, Diperkirakan Mulai Optimal Desember

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 526
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jika melihat struktur kerja Kementerian yang baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah RI, maka diperkirakan lembaga yang mengelola penyelenggaraan haji dan umrah ini akan mulai optimal berjalan pada Desember 2025. Pemerintah sebelumnya menargetkan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Kementerian Haji dan Umrah akan rampung pada Oktober–November 2025. Dengan demikian, sebelum musim haji […]

    Bagikan Berita:
  • Kasus Penipuan Umrah, Warga Maros Ramai-ramai Lapor ke Polrestabes Makassar

    Kasus Penipuan Umrah, Warga Maros Ramai-ramai Lapor ke Polrestabes Makassar

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 197
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Penipuan dan pemerasan berkedok perjalanan ibadah umrah terjadi di Sulawesi Selatan. Kali ini, sejumlah warga asal Mallawa, Kabupaten Maros, termasuk di antaranya beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS), melaporkan sebuah biro perjalanan umrah di Kota Makassar ke Polrestabes Makassar karena diduga melakukan penipuan. Mereka mendatangi kantor Polrestabes Makassar di Jalan Ahmad Yani, Senin (4/8/2025), […]

    Bagikan Berita:
  • Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 258
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Bukannya mendapat fasilitas yang memuaskan, seorang jamaah haji yang pernah berangkat dengan jalur furodah pada tahun lalu menceritakan pengalamannya yang penuh cobaan. Warga Indonesia, pemilik akun Catur Gunandi tersebut, menceritakan, dia awalnya memilih haji Furodah dan membayar mahal karena tidak mau berdesak-desakan dan ingin nyaman. Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Dia mengalami berbagai […]

    Bagikan Berita:
  • Evaluasi Penerbangan Haji 2025, Ruang Pemeriksaan Tak Steril, Jemaah Tercampur Penumpang Reguler

    Evaluasi Penerbangan Haji 2025, Ruang Pemeriksaan Tak Steril, Jemaah Tercampur Penumpang Reguler

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SAUDI – Musim haji 2025 resmi berakhir pada Juli lalu dan menyisakan sejumlah evaluasi penting di sektor penerbangan. Evaluasi yang menjadi sorotan tersebut mulai dari keterlambatan jadwal (delay) hingga temuan prosedur pemeriksaan jemaah dan bagasi yang belum sepenuhnya steril, kondisi ini dinilai berpotensi membuka celah penyusupan. Hal itu terungkap setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Wanti-wanti Surat Sehat Jemaah Haji, Ini Daftar Regulasi Terbaru Pemberangkatan 2026

    Arab Saudi Wanti-wanti Surat Sehat Jemaah Haji, Ini Daftar Regulasi Terbaru Pemberangkatan 2026

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 108
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi beberapa kali mengingatkan masalah kesehatan jemaah haji yang paling perlu diperhatikan. Selain memperingatkan bahwa jemaah yang dalam kondisi tidak sehat akan dipulangkan, Arab Saudi juga menekankan surat sehat yang harus terverifikasi dengan baik. Pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, mengumumkan aturan kesehatan tersebut bersama […]

    Bagikan Berita:
  • MUI Minta RUU Haji Dikebut, Pasal Terkait Kewenangan BPH Dibutuhkan

    MUI Minta RUU Haji Dikebut, Pasal Terkait Kewenangan BPH Dibutuhkan

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, mulai tahun 2026 mendatang, penyelenggaraan ibadah haji tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama. Tugas besar tersebut akan resmi dipegang Badan Penyelenggara Haji (BPH). Akan tetapi, sebelum transisi itu benar-benar berjalan, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni revisi Undang-Undang Haji. Proses pembahasannya masih berlangsung di Badan […]

    Bagikan Berita:
expand_less