Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Jadwal Salat di Hijir Ismail Tahun 2026 dan Pada Bulan Ramadan

Jadwal Salat di Hijir Ismail Tahun 2026 dan Pada Bulan Ramadan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 417
  • print Cetak

HAMRANEWS — Salat di area Hijir Ismail (Hateem) adalah kesempatan yang sangat mulia. Namun sulit untuk mendapatkan kesempatan ini mengingat tingginya arus jemaah umrah.

Otoritas Arab Saudi bahkan cuma membuka jadwal salat yang tidak lama untuk Salat di tempat ini.

Hijir Ismail merupakan salah satu titik paling diminati jemaah karena memiliki keutamaan spiritual tinggi. Area melengkung di sisi barat Ka’bah ini diyakini sebagai bagian dari bangunan asli Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS. Karena itu, otoritas Masjidil Haram menerapkan pengaturan waktu khusus agar akses beribadah tetap adil dan tertib.

Jadwal Terbaru Laki-Laki dan Perempuan

Berdasarkan pengumuman terbaru yang dirilis otoritas Masjidil Haram, jamaah laki-laki mendapatkan akses salat di Hijir Ismail pada malam hari, pukul 22.00 hingga 02.00 waktu setempat.

Sementara itu, jamaah perempuan dijadwalkan beribadah pada pagi hari, mulai pukul 07.30 hingga 11.00.

Pihak pengelola menegaskan, jadwal ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan kondisi lapangan. Aktivitas pembersihan intensif, perawatan area, atau lonjakan jemaah kerap menjadi faktor penyesuaian waktu. Dalam beberapa kesempatan, pembukaan area bahkan baru dimulai pukul 08.30 pagi demi memastikan kebersihan dan keamanan maksimal.

Isu Hijir Ismail Tutup Saat Ramadan

Hijir Ismail sebenarnya tidak benar-benar ditutup selama Ramadan atau waktu lainnya, namun aksesnya bakal lebih ketat untuk laki-laki dan perempuan dan bisa saja berubah-ubah karena kepadatan ekstrem jemaah.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang jemaah haji bertanya kepada petugas kebersihan di Hijir Ismail, dan petugas tersebut mengungkapkan Hijir Ismail terbuka pukul 06.00 untuk jemaah perempuan.

“Mereka bilang kepada kami pukul enam,” jelas petugas kebersihan tersebut, saat ditanyai apakah Hijir Ismail akan buka saat Ramadan. “Mereka akan buka, insya Allah,” tambah petugas tersebut.

Durasi Singkat, Pengawasan Ketat

Setiap jemaah diberikan waktu sekitar 10 menit untuk menunaikan salat di dalam Hijir Ismail. Akses masuk diarahkan melalui pintu barat Masjidil Haram, dengan pengawasan ketat dari petugas keamanan dan relawan. Sistem ini diterapkan untuk mencegah penumpukan jemaah dan memastikan sirkulasi berjalan lancar.

Otoritas mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi arahan petugas serta tidak memaksakan diri di luar jadwal yang ditetapkan. Kebijakan ini dinilai krusial, mengingat tingginya jumlah jemaah umrah yang datang dari berbagai negara dalam waktu bersamaan.

Pengaturan Hijir Ismail menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam mengelola kawasan Masjidil Haram secara berkelanjutan. Selain pengaturan waktu, otoritas juga terus meningkatkan manajemen arus pejalan kaki, sistem kebersihan, serta pemanfaatan teknologi pemantauan kepadatan jemaah.

Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen Kerajaan Saudi untuk memberikan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi para tamu Allah, terutama di titik-titik dengan kepadatan tinggi seperti Hijir Ismail.

Keutamaan Salat di Hijir Ismail

Keistimewaan Hijir Ismail didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa area tersebut termasuk bagian dari Ka’bah. Dalam hadis riwayat Abu Daud dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Salatlah kamu di sini jika kamu ingin salat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.”

Meski salat di Hijir Ismail bersifat sunnah dan bukan bagian dari rukun haji maupun umrah, banyak jemaah menjadikannya momen spiritual istimewa. Tempat ini diyakini penuh keberkahan dan menjadi salah satu lokasi doa yang mustajab.

Jejak Sejarah Hijir Ismail

Secara historis, Hijir Ismail dipercaya sebagai tempat tinggal Nabi Ismail AS dan ibundanya, Siti Hajar. Awalnya, area ini berupa pondasi sederhana beratap dedaunan. Saat Kaum Quraisy merenovasi Ka’bah pada tahun 606 M, keterbatasan biaya membuat sebagian bangunan Ka’bah—sekitar tiga meter di sisi barat dan timur—tidak disertakan dalam struktur utama, sehingga membentuk area Hijir Ismail seperti yang dikenal saat ini.

Fakta sejarah ini semakin menguatkan posisi Hijir Ismail sebagai salah satu lokasi paling bersejarah dan dimuliakan di Masjidil Haram.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Calon Jemaah Haji 2026 Berguguran karena Tak Penuhi Syarat Isthitaah

    Sejumlah Calon Jemaah Haji 2026 Berguguran karena Tak Penuhi Syarat Isthitaah

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 415
    • 0Komentar

    HANRANEWS — Sejumlah cakon jemaah haji harus gugur dan tidak bisa berangkat tahun depan karena dinyatakan tidak layak secara kesehata. Di Bulukumba misalnya, sebanyak 30 calon jemaah haji (CJH) asal daerah tersebut yang sebelumnya masuk daftar keberangkatan tahun 2026 dipastikan tidak dapat melanjutkan proses keberangkatan. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bulukumba, Hakim Bohari, […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Asuransi Haji dan Umrah, Tegaskan Tanpa Titipan dan Penunjukan Langsung

    Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Asuransi Haji dan Umrah, Tegaskan Tanpa Titipan dan Penunjukan Langsung

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 359
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan langkah serius memperkuat tata kelola asuransi haji dan umrah di tengah percepatan persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Pemerintah menekankan, skema perlindungan jemaah harus dikelola secara bersih, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada keselamatan serta kepastian manfaat bagi jemaah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum diskusi antara Kemenhaj […]

    Bagikan Berita:
  • Puluhan Jemaah Umrah Asal Bulukumba Telantar di Bandara Jakarta Usai Pulang dari Tanah Suci

    Puluhan Jemaah Umrah Asal Bulukumba Telantar di Bandara Jakarta Usai Pulang dari Tanah Suci

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 390
    • 0Komentar

    JAKARTA — Puluhan warga asal Bulukumba tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, usai pulang dari Tanah Suci. Dari informasi diperoleh, mereka menggunakan jasa Travel Ameera Mekkah. Jemaah umrah tersebut diketahui awalnya tertahan di Pekanbaru. Selanjutnya, mereka diduga ditelantarkan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Saat berada di Jakarta, mereka terkatung-katung lantaran pihak […]

    Bagikan Berita:
  • Nabil, Jemaah Haji Termuda Tazkiyah Tour, Daftar Saat Usia 12 Tahun

    Nabil, Jemaah Haji Termuda Tazkiyah Tour, Daftar Saat Usia 12 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 910
    • 0Komentar

    MADINAH — Nabil Nahriawan adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Namun tahun ini kebahagiaan tak terkira menjadi miliknya. Bagaimana tidak, Nabil menjadi salah satu dari 170 jemaah haji khusus Tazkiyah Tour. Dia bahkan menjadi sosok termuda dalam rombongan ini. Nabil kelahiran Pinrang, 15 Februari 2007. Artinya dia baru berusia 18 tahun. Saat ditemui di Madinah, Sabtu, […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 256
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melempar wacana naik haji dengan skema seperti sistem lama sebelum keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Wacana ini dilempar terkait dengan antrean keberangkatan haji yang kini mencapai 26 tahun. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut, pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu, termasuk skema baru […]

    Bagikan Berita:
  • Ngeri, Jenazah WNI Tak Ditangani di Saudi Sampai 15 Hari saat Umrah Jalur Mandiri

    Ngeri, Jenazah WNI Tak Ditangani di Saudi Sampai 15 Hari saat Umrah Jalur Mandiri

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 668
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ada jenazah jemaah umrah di Arab Saudi yang tak ditangani sampai 15 hari. Jemaah tersebut tidak mendapatkan penanganan lantaran berangkat ke Tanah Suci secara mandiri tanpa melalui travel. Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf, mengungkapkan, baru-baru ini ada contoh nyata saat kunjungan ke Arab Saudi. Ia menyebut ada seorang jemaah asal […]

    Bagikan Berita:
expand_less