Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » I’tikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadan, Cara Terbaik ‘Menepi’ dari Urusan-urusan Duniawi

I’tikaf Sepuluh Hari Akhir Ramadan, Cara Terbaik ‘Menepi’ dari Urusan-urusan Duniawi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
  • visibility 65

HAMRANEWS – Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada fase akhir Ramadan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa.

I’tikaf menjadi ibadah yang sangat istimewa karena dilaksanakan pada waktu yang penuh keberkahan, yakni sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini menjadi waktu turunnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Amalan yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Dalam berbagai riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW secara rutin melaksanakan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir hingga beliau wafat, dan setelah itu para istri beliau melanjutkan amalan tersebut.

Hadis ini menunjukkan bahwa i’tikaf merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa pada tahun terakhir kehidupannya, Rasulullah memperpanjang i’tikaf hingga dua puluh hari sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.

Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

I’tikaf secara bahasa berarti berdiam diri. Dalam konteks ibadah, i’tikaf diartikan sebagai berdiam diri di masjid dalam rangka fokus beribadah kepada Allah swt.

Tujuan utama dari i’tikaf adalah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga Dengan memfokuskan diri di masjid dan mengurangi urusan duniawi, diharapkan para mu’takif (orang yang melaksanakan i’tikaf) bisa memperbanyak ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran, berdzikir, dan berdoa.

I’tikaf memberikan kesempatan bagi seorang muslim untuk fokus beribadah tanpa terganggu aktivitas duniawi. Dengan berdiam diri di masjid, seseorang dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, bermuhasabah, dan memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Selain itu, i’tikaf juga menjadi momentum untuk membersihkan hati dan meningkatkan keimanan. Dalam suasana yang lebih tenang dan khusyuk di masjid, seorang muslim dapat memperbaiki kualitas ibadah serta memperbanyak doa.

Upaya Meraih Lailatul Qadar

Salah satu tujuan utama i’tikaf adalah untuk mencari malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Karena waktu pasti turunnya malam tersebut dirahasiakan Allah, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dengan melaksanakan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir, peluang seorang muslim untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar menjadi lebih besar.

Tradisi Ibadah Sejak Zaman Nabi

Secara bahasa, i’tikaf berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat. Dalam syariat Islam, i’tikaf dilakukan dengan berdiam di masjid disertai niat ibadah kepada Allah SWT. Praktik ini bahkan telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 125 tentang orang-orang yang beribadah di Baitullah, termasuk mereka yang beri’tikaf.

Karena itu, i’tikaf bukan sekadar tradisi Ramadan, tetapi merupakan bagian dari syariat ibadah yang telah berlangsung sejak umat terdahulu.

Menghidupkan Malam-Malam Terakhir Ramadan

Para ulama mengingatkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan adalah fase paling istimewa dalam bulan suci. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan untuk “mengencangkan ibadah”, baik dengan qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, maupun melaksanakan i’tikaf di masjid.

Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut, diharapkan seorang muslim dapat meraih keberkahan Ramadan secara maksimal dan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah

    Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 26
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Bagi jamaah yang berada di Masjidil Haram, momen salat jenazah adalah salah satu pengalaman spiritual yang penting. Tidak sedikit jamaah yang awalnya kebingungan mengenali tanda-tanda dimulainya salat ini, karena berbeda dengan salat fardhu pada umumnya. Panggilan Khas Tanpa Adzan dan Iqamah Berbeda dari salat wajib, salat jenazah di Masjidil Haram tidak diawali dengan […]

    Bagikan Berita:
  • Umrah Tahun Ini Akan Lebih Kondusif, dengan Regulasi Arab Saudi yang Lebih Ketat

    Umrah Tahun Ini Akan Lebih Kondusif, dengan Regulasi Arab Saudi yang Lebih Ketat

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    SAUDI – Penyelenggaraan umrah tahun 1447 H dipastikan bakal berlangsung lebih tertib dan terkontrol menyusul kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi yang semakin ketat dalam mengawasi pelaksanaan ibadah umrah. Hal itu diakui salah satu pengusaha penyelenggara ibadah umrah, Obydallah Abdullah Athallah Alahmadi. Menurut dia, pengetatan regulasi oleh otoritas Saudi menjadi langkah penting dalam menertibkan layanan umrah, […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Jadwal Terbaru dan Pembagian Waktu  Laki-laki-Perempuan Salat di Hijr Ismail Kabah

    Ini Jadwal Terbaru dan Pembagian Waktu Laki-laki-Perempuan Salat di Hijr Ismail Kabah

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 625
    • 0Komentar

    MAKKAH – Otoritas Masjidil Haram menetapkan jadwal terbaru salat di kawasan Hijir Ismail (The Hateem) bagi jamaah laki-laki dan perempuan. Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberi kesempatan yang adil bagi semua peziarah untuk beribadah di salah satu lokasi paling suci di dunia Islam itu. Hijir Ismail atau The Hateem dalam istilah Ara, adalah […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Orang Pertama di Indonesia  yang Berangkat Haji

    Ini Orang Pertama di Indonesia yang Berangkat Haji

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 23
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sejarah mencatat, orang pertama dari Nusantara yang menunaikan ibadah haji ternyata bukan berasal dari kalangan ulama. Sosok tersebut justru seorang bangsawan sekaligus saudagar dari tanah Sunda yang hidup pada masa kerajaan. Kisah ini menjadi bagian penting dalam jejak awal perjalanan haji masyarakat Indonesia ke Tanah Suci. Mengacu pada sejumlah sumber sejarah, tokoh yang disebut […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenag Sulsel Mulai Buka Rekrutmen Petugas Haji 2026, Ini Daftar Kuota Kebutuhan Per Institusi

    Kemenag Sulsel Mulai Buka Rekrutmen Petugas Haji 2026, Ini Daftar Kuota Kebutuhan Per Institusi

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 498
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka proses rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk musim haji 1447 H/2026 M. Informasi ini disampaikan melalui surat edaran resmi yang ditandatangani Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid. Pembukaan rekrutmen ini menindaklanjuti keputusan nasional terkait pedoman seleksi petugas haji serta arahan dari […]

    Bagikan Berita:
  • Melihat Cara Tazkiyah Tour Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2025, Dokter Siapkan Sekoper Obat-obatan

    Melihat Cara Tazkiyah Tour Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2025, Dokter Siapkan Sekoper Obat-obatan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 246
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Demi memberi pelayanan yang tenang dan nyaman kepada jemaah haji khusus, penyelenggara ibadah haji dan umrah di Makassar, Tazkiyah Tour menunjukkan komitmen yang kuat. Khususnya terkait kesehatan fisik dan kenyamanan spiritual jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2025. Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini adalah pendekatan kesehatan yang dilakukan langsung oleh dokter pendamping, […]

    Bagikan Berita:
expand_less