Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Perusahaan Haji Khusus di Sulsel, Aslam Group Klarifikasi Laporan Kasus Penggelapan

Perusahaan Haji Khusus di Sulsel, Aslam Group Klarifikasi Laporan Kasus Penggelapan

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 659
  • print Cetak

MAKASSAR – Perusahaan travel haji dan umrah di Sulsel, Aslam Group menyampaikan klarifikasi atas laporan polisi terkait kasus penggelapan di Kantor Polda Sulsel.

Pemilik Perusahaan Aslam Grup, H Asmar Lambo, S.Sos, M.Si, mengungkapkan, bahwa pihaknya dirugikan oleh kasus tersebut.

Sebelumnya, Aslam Group dilaporkan atas kasus penggelapan dan penipuan, setelah pada musim haji lalu 2025, sebanyak 23 jemaah calon haji dideportasi dari Tanah Suci lantaran menggunakan visa Amil, bukan visa haji.

Aslam Group dilaporkan oleh seorang warga-calon jemaah haji yang gagal asal Mojokerto.

Atas laporan tersebut, H Asmar, juga memasukkan laporan kepolisian di SKPT Polda Sulawesi Selatan, Kamis Sore, 31 Juli 2025.

Menurut H Aslam, tuduhan itu sangat merugikan pribadi dan perusahaannya, dan tuduhan itu adalah fitnah.

“Jadi begini, saya tidak pernah menerima pendaftaran langsung dari jemaah haji tersebut. Jemaah mendaftar langsung melalui PT Annisa Ahmada Travelindo, yang dipimpin oleh Ibu Erni Khairunnisa,” ujar H Asmar kepada wartawan.

Aslam pun telah menanggapi pemberitaan dan tuduhan yang beredar terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana jamaah haji asal Jawa, pimpinan Aslam Group, Asmar Lambo, menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus hak jawabnya.

Menurut Asmar, mekanisme yang terjadi adalah PT Annisa Ahmada membeli paket haji kepada Aslam Group, dan pihak Aslam Group kemudian membelikan paket haji melalui PT Rehlatuna Handling Internasional.

“Jadi saya tegaskan, tidak ada unsur penipuan atau penggelapan, karena kami tidak bersentuhan langsung dengan jamaah. Semua transaksi dilakukan antara PT. Annisa Ahmada dan jamaah yang mendaftar melalui travel tersebut,” tegasnya.

Kesepakatan Visa Amil, Asmar menjelaskan bahwa awalnya keberangkatan direncanakan menggunakan visa haji Vuroda.

Akan tetapi, karena pada tahun 2025 visa tersebut tidak dikeluarkan oleh pemerintah Saudi, maka atas kesepakatan bersama dengan PT Annisa Ahmada, diputuskan untuk menggunakan visa Amil yang difasilitasi oleh PT Rehlatuna Handling Internasional.

“Jamaah juga telah melakukan biometrik dan manasik dengan penjelasan bahwa visa yang digunakan adalah visa Amil sesuai kesepakatan PT Annisa Ahmada,” tambah Asmar.

Aslam Mengaku Jadi Korban

Owner Aslam Group, Asmar menegaskan bahwa dirinya justru merupakan korban yang mengalami kerugian lebih besar.

Seluruh biaya paket haji dan akomodasi sudah kami setorkan ke PT. Rehlatuna Handling Internasional.

“Akan tetapi, Qadarullah, tasreh (izin resmi haji) tidak keluar dari pihak Rehlatuna. Kami telah menuntut pengembalian dana dari PT Rehlatuna, namun hingga kini proses tersebut masih berjalan,” terang dia.

Terkait somasi dari Erni Khairunnisa yang telah dilayangkan dua kali, Asmar menyatakan telah merespons dan meminta pertemuan dilakukan di Jakarta karena kesibukannya, namun tidak ada kesepakatan waktu.

“Belum selesai persoalan ini, saya justru menerima ancaman akan dipublikasikan secara negatif dan dimediasi oleh pihak tertentu. Hal ini jelas merugikan nama baik saya, travel saya, tim, dan jamaah kami yang lain,” tegasnya.

Aslam juga menambahkan, Aslam group tidak memberangkatkan haji karena PT Aslam Group tidak memiliki izin PIHK, sehingga pihak yang memberangkatkan adalah PT Annisa Ahmada Travelindo yang di pimpin oleh Erni khairunnisa. Aslam hanya menjadi perantara untuk pembelian paket haji di PT Rehlatuna Handling Internasional.

Untuk itu, Pemimpin ASLAM Grup hari ini mendatangi Polda Sulawesi Selatan, untuk membuat laporan.

Sebagai penutup, Asmar mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan hanya mendengar dari satu pihak.

“Kami berharap masyarakat lebih bijak menyikapi persoalan ini. Bagi kami, ini menjadi pembelajaran untuk terus meningkatkan pelayanan dan melakukan perbaikan agar ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhaj Sulsel Tegaskan Tak Ada Lagi Sistem Agen, Jemaah Daftar Haji Langsung ke Kantor Cabang Travel

    Kemenhaj Sulsel Tegaskan Tak Ada Lagi Sistem Agen, Jemaah Daftar Haji Langsung ke Kantor Cabang Travel

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 100
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji khusus maupun umrah diminta lebih cermat memilih biro perjalanan. Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulsel menegaskan, sistem keagenan travel kini tidak lagi diperbolehkan. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan agen travel yang sebelumnya menjadi perpanjangan tangan perusahaan perjalanan harus bertransformasi menjadi kantor cabang resmi. Penegasan itu disampaikan Ikbal […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Sulsel Akan Turunkan Tim Pemantau di Bandara Cegah Haji Ilegal

    Kemenhaj Sulsel Akan Turunkan Tim Pemantau di Bandara Cegah Haji Ilegal

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 408
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Meskipun sudah berkali-kali diingatkan, Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan menyebut masih selalu ada oknum yang memperjualbelikan paket pemberangkatan haji ilegal alias tanpa jalur resmi. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H Ikbal Ismail menyebutkan, Haji tahun 2026 yang bisa berangkat cuma dua, yakni haji reguler dan haji khusus yang […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026

    Ini Sejumlah Aturan Baru Ibadah Umrah Selama Umrah Ramadan 2026

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 367
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi resmi menerbitkan pedoman baru pelaksanaan umrah selama Ramadan 2026. Aturan diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan besar jemaah, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan yang selalu menjadi periode tersibuk di Masjidil Haram. Kebijakan tersebut disusun secara komprehensif dengan tujuan utama menjaga keamanan, kelancaran arus jemaah, serta kekhusyukan ibadah jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia yang […]

    Bagikan Berita:
  • Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 904
    • 0Komentar

    JEDDAH – Belum jera juga aktivitas haji tidak resmi oleh warga Indonesia. Baru-baru ini, Pemerintah Saudi lagi-lagi memulangkan warga Indonesia (WNI) yang hendak berhaji melalui jalur yang salah. Jumlahnya pun cukup banyak, 117 orang. Ke-117 WNI tersebut bahkan telah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Akhirnya, karena menggunakan visa kerja, mereka ditolak […]

    Bagikan Berita:
  • Khalid Basalamah

    Khalid Basalamah Terima Sekitar Rp8 Miliar Uang Hasil Penjualan Kuota Haji 2024 yang Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 587
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendakwah Khalid Basalamah diketahui ikut memperjualbelikan tambahan kuota haji tahun 2024 yang bermasalah dan diduga terkait korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Khalid. Khalid Basalamah mengakui telah membeli kuota tersebut, lalu menjualnya kepada jemaah. Uang hasil penjualan, yang nilainya diperkirakan sekitar Rp8 miliar, telah dikembalikan ke KPK untuk dijadikan […]

    Bagikan Berita:
  • Larangan Memotret di Kawasan Masjidilharam Cuma Rumor

    Larangan Memotret di Kawasan Masjidilharam Cuma Rumor

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 376
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Media sosial diramaikan rumor larangan merekam gambar di Kawasan Masjidilharam. Kabar ini tidak benar. Klaim tersebut dipastikan hoaks setelah dicek ke berbagai kanal resmi yang biasa merilis informasi seputar penyelenggaraan haji. Unggahan menyesatkan tersebut menyebar cepat lewat akun-akun yang tidak terverifikasi. Narasinya menyebut pemerintah Saudi menerapkan aturan baru demi menghindari kepadatan dan gangguan […]

    Bagikan Berita:
expand_less