Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Klarifikasi Owner Travel yang Viral 44 Jemaahnya Telantar di Hotel Makkah

Klarifikasi Owner Travel yang Viral 44 Jemaahnya Telantar di Hotel Makkah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 297
  • print Cetak

HAMRANEWS – Pemilik Mitra Travel, yang sebelumnya dikabarkan diduga menelantarkan 44 jemaahnya (mayoritas dari Parepare dan Makassar) di Makkah, Arab Saudi, menyampaikan klarifikasi.

Pihak travel membantah puluhan jemaah itu telantar, namun jadwal pemulangan molor karena pihak maskapai membatalkan penerbangan imbas perang.

“Ini qadarullah, ada krisis internasional dan perang saat kami sudah di Makkah. Harga tiket sekarang meroket dan kursi sangat terbatas. Kalaupun ada uang, belum tentu ada kursi,” kata Mitra Travel, Risma kepada detikSulsel, Minggu 5 April 2026 dikutip dari detikdotcom.

Dia mengakui jadwal kepulangan para jemaah itu molor selama dua pekan. Namun dia membantah puluhan jemaah itu telantar karena sampai saat ini para jemaah ditampung di hotel agar tetap beribadah dengan tenang.

“Jemaah masih saya simpan di hotel di Makkah, bukan di Jeddah. Saya ingin mereka tenang beribadah, bisa umrah Syawal sambil menunggu tiket. Kalau saya masa bodoh, pasti sudah saya lepas. Tapi ini saya pakai hati kemanusiaan meski keuangan saya sangat terbatas,” bebernya.

Risma pun menjelaskan terkait keputusannya mengambil alih program Umrah Full Ramadan dan memberangkatkan 44 jemaah tersebut. Dia menuturkan persoalan jemaah ini muncul dari sengketa keuangan di pihak travel pertama, yakni Brinis Ibad Jaya (BIJ).

“Saya berani mengambil alih Full Ramadan ini karena ada janji uang senilai Rp 480 juta. Tapi begitu saya cek untuk kepulangan jemaah, katanya uang tersebut sudah dihanguskan oleh pihak travel awal,” terang Risma.

Dia menegaskan, kepulangannya ke tanah air lebih awal untuk mengejar kejelasan uang jemaah yang telah dilunasi ke pihak BIJ. Namun dia mendapat kabar bahwa uang muka di travel awal telah habis.

“Saya mau urus uang itu. Saya kaget ternyata sudah dihanguskan, padahal itu hak jemaah yang sudah lunas di awal. Saya tidak kenal siapa owner-nya (BIJ). Saya hanya beli akses Siskopatuh (travel lainnya) agar jemaah bisa berangkat resmi sesuai aturan Kemenag,” jelasnya.

Risma mengungkapkan, membeli tiket baru bukan perkara mudah. Selain ketersediaan kursi yang sangat terbatas, harganya pun melonjak hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

“Harga tiket sekarang meroket. Kalaupun ada uang, belum tentu ada kursi. Keuangan saya terbatas karena uang Rp 480 juta itu belum saya terima,” katanya.

“Seandainya uang itu ada, biar harga tiket Rp 20 juta pun saya beli demi memulangkan jemaah, daripada saya harus bayar hotel terus setiap hari di sana,” tambahnya.

Terkait isu jemaah hanya dibekali tiket berangkat tanpa tiket pulang, Risma membantah. Menurutnya, secara regulasi, mustahil seorang jemaah bisa mengantongi visa umrah dan lolos dari imigrasi jika tidak memiliki bukti tiket kepulangan.

“Tidak mungkin visa keluar kalau tidak ada tiket pulang. Kalau tidak ada, pasti sudah ditahan di imigrasi sejak awal. Saya punya buktinya, tiket kepulangan itu ada,” katanya.

Saat ini, Risma mengaku hanya bisa menunggu kepulangan mitra lainnya, Haji Bashira, untuk bersama-sama menyelesaikan sengkarut dana di travel awal. Sehingga 44 jemaah tersebut bisa segera kembali ke pelukan keluarga.

“Saya hanya menunggu Haji Bashira pulang. Saya tidak punya wewenang langsung ke travel (BIJ) itu karena yang bekerja sama adalah beliau. Saya hanya berharap ada solusi agar jemaah bisa segera pulang ke tanah air,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 44 jemaah umrah tersebut telantar di Makkah, Arab Saudi, akibat dugaan penipuan oleh pihak travel. Puluhan jemaah tersebut hingga kini terkatung-katung tanpa kepastian tiket pulang dan terancam diusir dari penginapan.

“Hotel selalu menagih kami dan tadi malam masih terjadi penyitaan kunci kamar karena belum dibayar oleh pihak travel Haji Risma,” ujar salah satu jemaah, Haji Aminah, saat dihubungi Kemenhaj Parepare, Kamis (2/4).

Aminah menjelaskan, rombongannya yang menunaikan umrah itu berasal dari Parepare dan Makassar. Dirinya bersama 10 orang merupakan warga Makassar dan lainnya itu dari Parepare.

“Saya orang Makassar, cuma gabung dengan orang Parepare. Saya sepuluh orang dari Makassar,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kondisi mental para jemaah kini sangat terguncang. Pasalnya mereka merasa terancam dan tidak memiliki perlindungan di tanah suci.

“Tidak pernah ada kepastian sama sekali dari pihak kementerian, kami bingung mau sampai kapan berada dalam kondisi begini kodong (kasihan) seperti ini,” keluh Aminah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhaj Bidik Produk Pangan Indonesia Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji 2027, Rantai Pasok Ditata dari Hulu ke Hilir

    Kemenhaj Bidik Produk Pangan Indonesia Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji 2027, Rantai Pasok Ditata dari Hulu ke Hilir

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 98
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan strategi untuk memperbesar penggunaan produk pangan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji 2027. Dengan kuota mencapai 221.000 jemaah, penyelenggaraan haji tahun depan dinilai bukan hanya menjadi agenda ibadah, tetapi juga membuka pasar besar bagi produk pangan nasional. Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis dan […]

    Bagikan Berita:
  • Delay 2 Hari, 400 Jemaah Umrah Penumpang Lion Air Akhirnya Tiba di Tanah Air

    Delay 2 Hari, 400 Jemaah Umrah Penumpang Lion Air Akhirnya Tiba di Tanah Air

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 367
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Penantian ratusan jamaah umrah yang sempat tertahan di Jeddah akhirnya berakhir. Sebanyak 400 jamaah umrah yang mengalami penundaan kepulangan berhasil diterbangkan kembali ke Indonesia menggunakan maskapai Lion Air (JT111). Rombongan jamaah tersebut diberangkatkan dari hotel tempat menginap pada Sabtu malam (27/12/2025) dan akhirnya lepas landas dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Bandara […]

    Bagikan Berita:
  • eSIM Bisa Langsung Aktif: Jemaah Haji Kini Bisa Terhubung ke Internet Begitu Tiba di Saudi

    eSIM Bisa Langsung Aktif: Jemaah Haji Kini Bisa Terhubung ke Internet Begitu Tiba di Saudi

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 457
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuat terobosan baru dengan memudahkan akses digital melalui layanan eSIM yang langsung aktif saat jemaah tiba di Tanah Suci, tanpa perlu mengunjungi gerai atau menunggu hingga sampai ke hotel. Dilaporkan oleh Saudi Gazette, inisiatif ini diprakarsai oleh Komisi Komunikasi, Antariksa, dan Teknologi (CST) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri […]

    Bagikan Berita:
  • Kuota Haji Sulsel Bertambah 2.398 Kursi Setelah Kebijakan ‘Pukul Rata’ Daftar Tunggu Provinsi

    Kuota Haji Sulsel Bertambah 2.398 Kursi Setelah Kebijakan ‘Pukul Rata’ Daftar Tunggu Provinsi

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 659
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan jumlah kuota haji reguler yang signifikan untuk musim haji 1447 H/2026 M. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama DPR RI telah menetapkan kuota haji reguler untuk Provinsi Sulsel sebanyak 9.670 jemaah. H. Iqbal Ismail, yang merupakan Kabid Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Prov Sul-Sel mengungkapkan alasan kenaikan […]

    Bagikan Berita:
  • 967 Petugas Haji 2026 Ikuti Evaluasi Nasional Sekaligus Di-Retreat Oleh TNI-Polri

    967 Petugas Haji 2026 Ikuti Evaluasi Nasional Sekaligus Di-Retreat Oleh TNI-Polri

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 127
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Sebanyak 967 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang digelar Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Kelas I dan Lapangan Galaxy Makodam Jaya, Halim, Jakarta. Menariknya, forum evaluasi nasional ini tidak hanya membahas perbaikan layanan haji, tetapi juga dibarengi kegiatan retreat yang […]

    Bagikan Berita:
  • Kuota Indonesia Berpeluang Tidak Dibatasi Pemerintah Saudi

    Kuota Indonesia Berpeluang Tidak Dibatasi Pemerintah Saudi

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 613
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan adanya rencana pemerintah Arab Saudi untuk menghilangkan kuota haji.Nasaruddin menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi kini lebih mementingkan pendekatan bisnis dalam pengelolaan haji, sehingga terus berencana mengembangkan infrastruktur haji “Saudi Arabia ini sekarang pendekatannya juga sangat apa ya, katakanlah bisnis oriented ya, konsultannya juga adalah konsultan dari orang-orang yang […]

    Bagikan Berita:
expand_less