Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Masuk Raudah lewat Jalur ‘Black Market’, Awas Petugas Kini Memeriksa QR Code Anda

Masuk Raudah lewat Jalur ‘Black Market’, Awas Petugas Kini Memeriksa QR Code Anda

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

HAMRANEWS – Ibadah ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut niat lurus dan adab yang benar. Demikian halnya jika Anda hendak melakukan ziarah dan beribadah di Area Raudah.

Praktik masuk ke Raudah di Masjid Nabawi melalui jalur tidak resmi atau yang kerap disebut “black market”, tentu saja tidak dengan niat yang lurus dan adab yang benar.

Raudah, area istimewa di dalam Masjid Nabawi di Madinah, memang menjadi salah satu tujuan utama para jemaah umrah dan haji. Namun, keterbatasan kuota membuat tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan izin masuk melalui aplikasi resmi Nusuk.

Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum untuk memperjualbelikan slot kunjungan.

Belakangan, akun media sosial naanthweiser mengingatkan jemaah agar tidak tergoda menggunakan tiket hasil calo. Dalam unggahannya, ia menekankan bahwa praktik ‘pasar gelap’ izin Raudah sebenarnya sudah lama terjadi, terutama dengan cara memperjualbelikan slot yang tidak terpakai.

Misalnya, ketika seorang jemaah berhalangan hadir karena sakit, izin tersebut kemudian dialihkan atau dijual kepada orang lain dalam bentuk tangkapan layar (screenshot) QR code.

Namun kondisi di lapangan kini telah berubah.

Sebelumnya, petugas hanya memindai QR code, sehingga meskipun QR Code tersebut hasil screenshot, masih bisa lolos. Kini, pemeriksaan dilakukan lebih ketat.

Petugas tidak hanya memindai, tetapi juga mengecek langsung keaslian izin dengan berinteraksi pada layar ponsel jemaah untuk memastikan QR code tersebut berasal langsung dari aplikasi Nusuk, bukan hasil tangkapan layar.

Akibatnya, banyak jemaah yang sudah mengantre terpaksa ditolak masuk karena menggunakan izin tidak sah. Bahkan, mereka diminta keluar dari antrean meskipun sebelumnya merasa telah memiliki ‘tiket’.

“Raudah permits are now being checked. People are being turned away at Raudah gates despite having valid QR codes,” tulis akun tersebut, menggambarkan situasi terkini di pintu masuk Raudah.

Ia juga mengingatkan bahwa terlalu fokus untuk ‘berhasil masuk’ kadang membuat jemaah melupakan adab. Padahal, dalam ibadah, cara dan niat memiliki peran yang sangat penting.

Masuk ke Raudah seharusnya dilandasi niat ibadah yang tulus, bukan dengan cara-cara yang melanggar aturan atau mengambil hak orang lain. Menggunakan tiket dari jalur calo atau pasar gelap jelas bertentangan dengan nilai kejujuran dan keikhlasan yang menjadi inti ibadah.

“Remember, adab is key… and don’t forget to constantly pray for Allah’s guidance and ease,” tulisnya lagi, mengingatkan pentingnya doa dan kesabaran.

Bagi jemaah yang belum mendapatkan slot, disarankan untuk terus memantau aplikasi resmi karena terkadang slot yang tidak terpakai akan kembali dibuka. Selain itu, memperbanyak doa menjadi ikhtiar terbaik agar dimudahkan masuk ke Raudah dengan cara yang halal dan diridhai.

Pada akhirnya, perjalanan ke Raudah bukan sekadar soal berhasil masuk atau tidak, tetapi bagaimana proses itu dijalani dengan adab, kesabaran, dan niat yang benar.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurma Pasuruan

    Pulang Haji dari Arab Saudi, Oleh-oleh Kurma-nya dari Pasuruan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 259
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia, mendorong komoditas kurma lokal untuk masuk dalam ekosistem Haji RI. Jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci, biasanya berbelanja kurma sebagai oleh-oleh untuk keluarga di Tanah Air. Tapi siapa sangka, komoditas dari Arab Saudi itu kini dikembangkan di Indonesia, dan kualitasnya pun tidak […]

    Bagikan Berita:
  • Luas Tempat Tidur Jemaah di Maktab Dinilai Sempit, Timwas DPR RI: Syarikah Tidak Manusiawi

    Luas Tempat Tidur Jemaah di Maktab Dinilai Sempit, Timwas DPR RI: Syarikah Tidak Manusiawi

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 423
    • 0Komentar

    SAUDI – Masalah tempat tidur jemaah haji saat tiba di Armuzna menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) DPR RI. Syarikah atau perusahaan yang mengatur perjalanan jemaah haji, dinilai memaksakan jumlah kasur di Maktab Armuzna sehingga melebihi kapasitas. Ketua Timwas Haji DPR sekaligus Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan, masalah kasur pada Maktab di Armuzna sangat […]

    Bagikan Berita:
  • Asosiasi Travel Siap-siap Ajukan Uji Materil UU Terkait Umrah Mandiri

    Asosiasi Travel Siap-siap Ajukan Uji Materil UU Terkait Umrah Mandiri

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 322
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Asosiasi penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah menilai adanya anomali dan celah hukum dalam UU terbaru yang membolehkan umrah mandiri. Tim 13 Asosiasi Haji dan Umrah menilai beberapa pasal dalam UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang baru disahkan oleh Pemerintah […]

    Bagikan Berita:
  • Melihat Struktur Organisasi Kementerian Haji dan Umrah, Diperkirakan Mulai Optimal Desember

    Melihat Struktur Organisasi Kementerian Haji dan Umrah, Diperkirakan Mulai Optimal Desember

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 874
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jika melihat struktur kerja Kementerian yang baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah RI, maka diperkirakan lembaga yang mengelola penyelenggaraan haji dan umrah ini akan mulai optimal berjalan pada Desember 2025. Pemerintah sebelumnya menargetkan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Kementerian Haji dan Umrah akan rampung pada Oktober–November 2025. Dengan demikian, sebelum musim haji […]

    Bagikan Berita:
  • Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 455
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Bukannya mendapat fasilitas yang memuaskan, seorang jamaah haji yang pernah berangkat dengan jalur furodah pada tahun lalu menceritakan pengalamannya yang penuh cobaan. Warga Indonesia, pemilik akun Catur Gunandi tersebut, menceritakan, dia awalnya memilih haji Furodah dan membayar mahal karena tidak mau berdesak-desakan dan ingin nyaman. Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Dia mengalami berbagai […]

    Bagikan Berita:
  • Menteri Haji RI Sebut Umrah Jalur Mandiri Lebih Rentan Saat Situasi Krisis

    Menteri Haji RI Sebut Umrah Jalur Mandiri Lebih Rentan Saat Situasi Krisis

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 200
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, aktivitas umrah khususnya penerbangan ke Saudi ikut mengalami gangguan. Kondisi ini paling rentan dialami oleh jemaah umrah lewat jalur mandiri. Di media sosial, pelaku umrah mandiri mengeluhkan mahalnya penerbangan langsung dari Arab Saudi ke ke Tanah Air dan sebeliknya. Sementara, penerbangan jalur transit ke negara kawasan Timur […]

    Bagikan Berita:
expand_less