Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Komnas Dukung Penghapusan Lunas-Tunda-Ganti, Ini Tantangan yang Harus Diantisipasi Kemenhaj

Komnas Dukung Penghapusan Lunas-Tunda-Ganti, Ini Tantangan yang Harus Diantisipasi Kemenhaj

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • visibility 82
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Komnas Haji dan Umrah mendukung langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menghapus mekanisme lunas-tunda-ganti dalam penyelenggaraan haji khusus.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola sekaligus menutup celah praktik jual beli antrean atau kursi keberangkatan jemaah haji khusus.

Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj mengatakan semangat kebijakan tersebut sudah tepat. Namun, ia mengingatkan Kemenhaj agar mengantisipasi sejumlah persoalan yang selama ini menjadi alasan munculnya mekanisme lunas-tunda-ganti.

“Semangat ini bagus untuk tata kelola, tapi ada persoalan yang tidak bisa berdiri sendiri yang harus diperhatikan,” kata Mustolih dalam diskusi Lunas Tunda Haji Khusus di Garuda TV, dikutip Ahad (13/9/2026).

Salah satu persoalan adalah keberadaan jemaah yang sulit dihubungi atau tidak dapat berangkat karena meninggal dunia, sakit, hamil, maupun kondisi lainnya.

Dalam mekanisme sebelumnya, kursi jemaah yang batal berangkat dapat digantikan oleh jemaah lain dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sama. Dengan kebijakan baru, pengisian kuota kosong dilakukan berdasarkan nomor urut porsi.

Perubahan mekanisme ini berpotensi menimbulkan persoalan teknis bagi PIHK.

Mustolih mencontohkan sebuah PIHK di Jakarta yang semula menyiapkan keberangkatan 100 jemaah. Jika salah satu jemaah batal karena sakit, hamil, melahirkan atau meninggal, penggantinya bisa saja berasal dari daerah lain karena mengikuti nomor urut porsi.

“Misalkan jemaah ini berada di Makassar atau pulau lain sehingga travel lain yang akan mengurus,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Kemenhaj tidak hanya menerbitkan aturan, tetapi juga menyiapkan mekanisme pelaksanaan yang jelas dan melibatkan PIHK sejak awal.

Waktu pelunasan perlu diperpanjang

Tantangan lain yang disoroti adalah keterbatasan waktu pelunasan. Menurut Mustolih, Kemenhaj membutuhkan waktu yang cukup untuk memverifikasi data jemaah yang disampaikan PIHK.

Ia mengusulkan masa pelunasan diperpanjang hingga sekitar lima bulan sehingga proses verifikasi dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Jangan hanya percaya begitu saja dengan data yang disetorkan oleh PIHK, tapi ada waktu verifikasi,” katanya.

Menurut dia, waktu yang terlalu pendek dapat menyulitkan Kemenhaj memeriksa data jemaah satu per satu, terlebih kementerian juga harus berkonsentrasi pada persiapan penyelenggaraan haji.

Mustolih menilai penghapusan lunas-tunda-ganti merupakan langkah ideal untuk memperbaiki tata kelola. Namun, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kesiapan implementasi di lapangan.

Karena itu, ia mendorong Kemenhaj merangkul PIHK untuk melakukan sosialisasi sekaligus simulasi mekanisme baru, terutama terkait pengisian kursi kosong berdasarkan nomor urut porsi.

“Ini akan menjadi tantangan sendiri, terutama bagi pihak PIHK. Tapi ini bisa diatasi kalau Kemenhaj merangkul PIHK dan menyosialisasikan simulasi khusus,” ujarnya.

Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan penghapusan mekanisme tersebut merupakan bagian dari reformasi tata kelola haji khusus. Pemerintah ingin memastikan kesempatan keberangkatan diberikan secara adil, transparan dan akuntabel berdasarkan nomor urut porsi.

Kebijakan ini sekaligus ditujukan untuk menutup ruang praktik rente dan jual beli antrean haji khusus.

Dengan demikian, tantangan Kemenhaj berikutnya bukan hanya memastikan aturan baru berjalan, tetapi juga membangun sistem verifikasi dan pengisian kuota yang mampu mencegah manipulasi tanpa menimbulkan kekacauan teknis bagi jemaah maupun PIHK.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Jemaah Haji yang Diklaim Usia 104 Tahun, Tuntaskan Ibadah Haji Tanpa Kursi Roda

    Kisah Jemaah Haji yang Diklaim Usia 104 Tahun, Tuntaskan Ibadah Haji Tanpa Kursi Roda

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 500
    • 0Komentar

    SAUDI – Kisah inspiratif itu datang dari sosok Fatahula La Aba, jemaah haji asal Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Di usianya yang sudah 104 tahun, Fatahula berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji 2025 tanpa kendala berarti—bahkan tanpa bantuan kursi roda. Kakek 12 anak ini kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya dengan kondisi sehat […]

    Bagikan Berita:
  • Gara-gara Lion Air, Ratusan Jemaah Umrah Terlantar 2 Hari di Jeddah

    Gara-gara Lion Air, Ratusan Jemaah Umrah Terlantar 2 Hari di Jeddah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 475
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ratusan jemaah umrah asal Indonesia terlantar di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, akibat keterlambatan penerbangan Lion Air rute Jeddah–Jakarta selama dua hari. Maskapai menyebut penundaan terjadi karena kendala teknis pesawat. Penerbangan Lion Air nomor JT-111 yang dijadwalkan berangkat pada 24 Desember 2025 pukul 20.00 AST atau 25 Desember 2025 pukul 00.00 […]

    Bagikan Berita:
  • Biaya Haji 2026 Bisa Membengkak Rp1 Triliun di Tengah Konflik Timur Tengah

    Biaya Haji 2026 Bisa Membengkak Rp1 Triliun di Tengah Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 346
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah kini harus siap-siap menghadapi dampak kenaikan harga avtur dan efek perang di Timur Tengah terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengakui adanya potensi pembengkakan biaya meskipun kontrak dengan maskapai penerbangan telah dilakukan. Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menjelaskan adanya fluktuasi harga […]

    Bagikan Berita:
  • PPIH Arab Saudi Ditekankan Hafal 8 Syarikah dan Lokasi Markasnya Selama di Armuzna

    PPIH Arab Saudi Ditekankan Hafal 8 Syarikah dan Lokasi Markasnya Selama di Armuzna

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 548
    • 0Komentar

    MADINAH – Menjamin keamanan Jemaah Haji selama di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1446 H/2025 M menghadapi tantangan baru, yakni penempatan jemaah berbasis Syarikah (perusahaan yang melayani jemaah). Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) Harun Ar-Rasyid menyampaikan bahwa anggota PPIH Daker Madinah sebagian bakal ditempatkan di beberapa tempat […]

    Bagikan Berita:
  • Direktur Sekolah Haji Tazkiyah, Dr. H. Abdul Wahid Hadade, Lc., MH.

    Sekolah Haji Tazkiyah, Calon Jemaah Umrah-Haji Dibekali Pemahaman tentang Makna Shalat

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 532
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Perusahaan biro perjalanan haji dan umrah di Makassar, Tazkiyah Tour punya cara unik untuk mengisi waktu bersama jemaah, khususnya para calon haji atau umrah yang sedang menunggu giliran pemberangkatan. Tazkiah Tour membuka program ‘Sekolah Haji’ yang berisi kajian-kajian seputar agama serta sarana untuk membekali spiritual para calon jemaah. Dalam sesi pengajian yang digelar […]

    Bagikan Berita:
  • Perubahan Besar Aturan Haji 2027, Layanan untuk Lansia Akan Dipenuhi Secara Menyeluruh Sebelum Keberangkatan

    Perubahan Besar Aturan Haji 2027, Layanan untuk Lansia Akan Dipenuhi Secara Menyeluruh Sebelum Keberangkatan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 180
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan perubahan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji 2027. Pelayanan bagi jemaah penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi akan diterapkan secara menyeluruh sejak sebelum keberangkatan hingga proses evaluasi usai haji. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan […]

    Bagikan Berita:
expand_less