Hari Ini 15 Muharram, Kakbah Dibersihkan: Tradisi Sakral yang Terus Dilestarikan Sejak Berabad-abad
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- visibility 21
- print Cetak

Proses Pembersihan Kakbah
HAMRANEWS.ID – Prosesi pencucian Ka’bah kembali digelar hari ini, bertepatan dengan 15 Muharam. Tradisi tahunan yang telah berlangsung selama berabad-abad ini menjadi salah satu momen sakral dalam pemeliharaan Ka’bah sekaligus simbol penghormatan umat Islam terhadap kiblat mereka.
Menjelang prosesi dimulai, pintu Ka’bah dibuka sebagai tanda dimulainya pembersihan bagian dalam bangunan suci tersebut. Seluruh interior, mulai dari dinding, lantai, hingga tiang-tiang penyangga, dibersihkan secara menyeluruh sebagai bagian dari perawatan rutin untuk menjaga kesucian, keindahan, serta nilai historis Ka’bah.
Tiga Tahap Prosesi Pencucian
Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menjelaskan, pencucian Ka’bah dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni persiapan, proses pencucian, dan pemberian wewangian.
Pada tahap persiapan, disediakan berbagai bahan khusus, terdiri atas 15 liter air Zamzam, 15 liter air mawar, 15 liter minyak mawar, serta 100 mililiter minyak oud.
Selanjutnya, bagian dalam Ka’bah dibersihkan menggunakan campuran air Zamzam, air mawar, dan wewangian premium. Setelah seluruh permukaan selesai dibersihkan, interior Ka’bah diberi aroma harum menggunakan minyak aromatik dan pembakaran dupa berkualitas tinggi.
Simbol Penghormatan kepada Ka’bah
Tradisi pencucian Ka’bah telah menjadi bagian dari sejarah panjang Masjidil Haram dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Selain memiliki makna spiritual yang mendalam, prosesi ini juga mencerminkan komitmen dalam merawat bangunan paling suci bagi umat Islam.
Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan prosedur yang ketat serta mengikuti standar pelayanan yang telah ditetapkan. Seluruh bahan dan perlengkapan telah dipersiapkan sebelumnya agar prosesi tahunan ini dapat berlangsung dengan khidmat, aman, dan sesuai dengan tata cara yang telah dijaga selama bertahun-tahun.
Tradisi ini menjadi salah satu bentuk pelayanan berkelanjutan terhadap Dua Masjid Suci serta wujud perhatian dalam menjaga kesucian Ka’bah yang setiap tahunnya menjadi pusat perhatian umat Islam di berbagai penjuru dunia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
