Arab Saudi Bangun Fondasi Haji Masa Depan, Layanan Digital Kini Sepenuhnya Berbasis Cloud
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- visibility 16
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah besar dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji dan umrah di masa depan. Kementerian Haji dan Umrah resmi menuntaskan transformasi seluruh pusat datanya ke sistem komputasi awan (cloud computing), menciptakan fondasi digital yang lebih tangguh untuk melayani jutaan jemaah setiap tahun.
Peresmian migrasi 100 persen ke teknologi cloud dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah. Dengan sistem baru tersebut, seluruh layanan digital kementerian menjadi lebih fleksibel, cepat beradaptasi, dan siap menghadapi peningkatan jumlah jemaah pada musim-musim mendatang.
Transformasi ini merupakan bagian dari Program Pengalaman Jemaah (Pilgrims Experience Program) sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030 dalam menghadirkan layanan haji dan umrah berbasis teknologi modern.
Selama lebih dari dua dekade, pusat data yang dibangun sejak 2002 menjadi tulang punggung operasional digital Kementerian Haji dan Umrah. Kini, seluruh infrastruktur tersebut telah beralih ke lingkungan cloud yang terintegrasi dengan teknologi digital terbaru.
Perubahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem, tetapi juga memperkuat keandalan operasional, mempercepat pengembangan layanan baru, serta meningkatkan kesiapan menghadapi lonjakan aktivitas selama musim haji dan umrah.
Saat ini, ekosistem digital Kementerian Haji dan Umrah telah melayani lebih dari 20 juta jemaah setiap tahun. Infrastruktur tersebut menopang berbagai layanan penting, mulai dari portal elektronik Haji dan Umrah, aplikasi Nusuk, hingga Nusuk Card.
Jaringan digital tersebut juga telah terkoneksi dengan lebih dari 70 lembaga di dalam maupun luar Arab Saudi, mendukung lebih dari 51 juta pengguna aplikasi Nusuk, serta menyediakan lebih dari 500 layanan digital bagi jemaah dari berbagai negara.
Di saat yang sama, Arab Saudi juga mulai menyiapkan penyelenggaraan musim haji berikutnya. Badan Urusan Haji dan Umrah Provinsi Makkah bersama Kantor Manajemen Proyek Program Pengalaman Jemaah menggelar forum evaluasi selama tiga hari untuk membahas pelaksanaan haji sebelumnya sekaligus menyusun strategi peningkatan layanan.
Forum yang digelar atas arahan Gubernur Makkah sekaligus Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah, Pangeran Khalid bin Faisal, dengan supervisi Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal, diikuti perwakilan dari 60 instansi yang terlibat dalam pelayanan jemaah.
Melalui forum tersebut, pemerintah menyusun berbagai rekomendasi, mulai dari penyempurnaan rencana operasional, penguatan mitigasi risiko, peningkatan koordinasi antarinstansi, hingga penyamaan standar pelaksanaan tugas di lapangan.
Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya dilakukan pada aspek teknologi, tetapi juga diiringi pembenahan tata kelola penyelenggaraan haji. Dengan kombinasi infrastruktur digital yang lebih modern dan koordinasi lintas lembaga yang semakin kuat, Arab Saudi menargetkan pelayanan haji yang lebih cepat, aman, efisien, dan nyaman bagi jutaan jemaah pada musim-musim mendatang.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
