Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Melihat Lebih Dekat Perpustakaan masjid Nabawi yang Punya Ratusan Ribu Buku

Melihat Lebih Dekat Perpustakaan masjid Nabawi yang Punya Ratusan Ribu Buku

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 49

HAMRANEWS — Perpustakaan Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang penting dikunjun, karena koleksi ratusan ribu buku, naskah langka, hingga layanan digital multibahasa.

Perpustakaan yang berlokasi di dalam kompleks masjid ini melayani peneliti, pelajar, dan pengunjung dari berbagai latar belakang. Koleksinya mencakup lebih dari seperempat juta judul digital, serta ribuan publikasi cetak dari bidang klasik hingga kontemporer.

Puluhan Bidang Ilmu, dari Al-Qur’an hingga Sains

Perpustakaan Masjid Nabawi menaungi lebih dari 70 bidang akademik utama yang bercabang ke ratusan subdisiplin. Di antaranya ilmu Al-Qur’an, hadis, bahasa Arab, sejarah, dan seni Islam, serta beragam bidang keilmuan lain yang dapat diakses jamaah dan peneliti.

Fasilitasnya mencakup ruang baca yang representatif serta layanan pencarian dan katalog elektronik canggih. Pengunjung dapat mengakses sumber cetak maupun salinan digital buku dan publikasi ilmiah.

Berdiri lebih dari 100 tahun lalu dan didirikan pada 1352 Hijriah, perpustakaan ini telah melalui berbagai tahap renovasi dan pengembangan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga koleksi warisan, sumber ilmiah, manuskrip langka, buku berharga, serta kitab-kitab wakaf yang telah ada sejak berabad-abad silam.

Setiap tahunnya, puluhan ribu pengunjung memanfaatkan kekayaan pengetahuan di perpustakaan ini, sejalan dengan upaya Kerajaan Arab Saudi dalam melayani jamaah dan peziarah sepanjang tahun.

Perpustakaan Masjid Nabawi menampung sekitar 180 ribu buku yang diklasifikasikan dalam 71 kategori. Di antara koleksi unggulannya adalah buku-buku biografi kenabian dengan 86 judul, serta bidang-bidang khusus lainnya. Seluruh sistem perpustakaan juga telah terdigitalisasi.

Selain itu, terdapat 250 mushaf Al-Qur’an kuno, mushaf langka, dan kitab bersejarah yang disediakan sebagai bagian dari layanan pengetahuan dan bimbingan bagi pengunjung.

Bagian manuskrip menyimpan 4.052 mushaf, 4.600 mushaf bergambar, lebih dari 260.000 mushaf digital, 200 mushaf cetak, serta 7.000 kitab langka. Seluruh koleksi tersebut dirawat menggunakan metode teknis terkini dengan perangkat modern untuk restorasi dan sterilisasi, serta disimpan di ruang khusus.

Perpustakaan ini juga mengoperasikan sistem administrasi digital pintar yang diresmikan setelah proses transformasi digital global. Pengelola menyediakan sejumlah komputer berisi e-book tertentu yang dapat diakses langsung oleh pengunjung.

Koleksi buku berasal dari wakaf Masjid Nabawi sejak sebelum perpustakaan berdiri, sehingga seluruh pengunjung dapat memanfaatkan layanan dan fasilitasnya.

Perpustakaan Masjid Nabawi memiliki sejumlah departemen, termasuk Departemen Membaca dengan ruang baca terpisah untuk pria, wanita, dan anak-anak. Ada pula Departemen Perpustakaan Audio yang bertugas melestarikan pelajaran, khutbah, dan doa di Masjid Nabawi.

Sementara itu, Departemen Teknis menangani penjilidan, pemulihan, dan sterilisasi buku serta manuskrip. Departemen Buku Langka menjadi salah satu yang terpenting, mengingat koleksi buku tua di dalamnya masih terpelihara dengan baik dan tanggal pencetakannya tercatat.

Akses Mudah dan Koleksi Multibahasa

Perpustakaan yang terletak di lantai dua masjid ini dapat diakses melalui eskalator. Berada di depan Pintu 10 sisi barat Masjid Nabawi, pengunjung akan disambut ribuan buku yang tersusun rapi di rak kayu, lengkap dengan meja panjang dan bangku baca.

Setiap rak dilengkapi petunjuk klasifikasi, mulai dari Tarikh Islam, Tafsir, Hadis Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, kamus, biografi, hingga Al-Jarh wa At-Ta’dil. Selain buku agama, tersedia pula buku kesehatan, sastra, dan sains.

Perpustakaan ini beroperasi setiap hari pukul 08.00–22.00 Waktu Arab Saudi dan memiliki ruang khusus buku asing dalam lebih dari 21 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Di ruang buku asing, koleksi berbahasa Indonesia berdampingan dengan buku berbahasa Inggris, Spanyol, Filipina, Jerman, dan Turki. Beberapa judul Indonesia yang tersedia antara lain Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Keagungan Al-Qur’an Al-Karim karya Syaikh Mahmud bin Ahmad bin Shalih Al-Dosari, Wanita Paling Bahagia di Dunia karya ‘Aidh Al-Qarni, serta Halal dan Haram dalam Islam karya Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jarang yang Tahu, Para Imam Masjidilharam Lebih Memilih Ambil Gaji dari Pekerjaan Lain

    Jarang yang Tahu, Para Imam Masjidilharam Lebih Memilih Ambil Gaji dari Pekerjaan Lain

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 352
    • 0Komentar

    MAKKAH – Masih jarang yang tahu, menjadi imam di Masjidil Haram sebenarnya punya upah yang lumayan besar dari negara. Mereka bahkan biasa mendapat cek kosong, yang dipersilahkan untuk diisi sendiri. Tapi mereka menolak mengisi, dan memilih mengambil gaji dari pekerjaan lain di luar imam. Dikenal sebagai pribadi-pribadi yang bersahaja dan memiliki keteguhan hati, imam di […]

    Bagikan Berita:
  • Daftar Kuota Haji Provinsi Sulsel Per Kabupaten-Kota 2026, Ada yang Berkurang dan Bertambah

    Daftar Kuota Haji Provinsi Sulsel Per Kabupaten-Kota 2026, Ada yang Berkurang dan Bertambah

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 321
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Setelah kebijakan pemerataan jatah kuota jemaah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah, sejumlah daerah kini mengalami penambahan kuota dan ada juga yang mengalami pengurangan kuota pada pemberangkatan haji 2026 mendatang. Saat ini, pemerintah telah menetapkan alokasi kuota haji reguler untuk musim 1447 H/2026 M. Khusus Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terlihat perbedaan signifikan jumlah […]

    Bagikan Berita:
  • Evaluasi Haji 2025, MUI Tekankan Pengaturan Penempatan Jemaah di Saudi Hingga Skema Pelunasan

    Evaluasi Haji 2025, MUI Tekankan Pengaturan Penempatan Jemaah di Saudi Hingga Skema Pelunasan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 326
    • 0Komentar

    JAKARTA – Banyaknya jemaah yang terpisah dari rombongan semula karena sistem penempatan berbasis Syarikah yang semrawut, menjadi salah satu poin evaluasi penting pada musim haji tahun ini. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan, masih ada yang harus diperbaiki dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025, khususnya dalam menyesuaikan sistem haji […]

    Bagikan Berita:
  • Viral Jemaah Haji Disebut Pindah Hotel Sendiri, Kemenag: Ada Petugas yang Mengawal

    Viral Jemaah Haji Disebut Pindah Hotel Sendiri, Kemenag: Ada Petugas yang Mengawal

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MAKKAH – Beredar video di media sosial yang menunjukkan jemaah haji Indonesia berpindah dari hotel yang seharusnya mereka tempati. Terlihat, para jemaah itu mengangkat koper kabin di kawasan hotel di Makkah dengan berjalan kaki. Peristiwa itu diketahui di Sektor 8 Daerah Kerja (Daker) Makkah. Jemaah tersebut berjalan kaki untuk berpindah dari hotel 808 menuju hotel […]

    Bagikan Berita:
  • Satu Pelayan Haramain Menghadap Allah SWT, Syekh Faisal Muazin Masjid Nabawi Berpulang

    Satu Pelayan Haramain Menghadap Allah SWT, Syekh Faisal Muazin Masjid Nabawi Berpulang

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 95
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Umat muslim berduka. Salah satu pelayan Tanah Suci, Syekh Faisal bin Abdul Malik Nouman, yang dikenal sebagai muazin Masjid Nabawi, berpulang ke rahmatullah pada Selasa (23/12/2025) waktu setempat. Kabar wafatnya Syekh Faisal disampaikan oleh Arabic World News. “Wafatnya Faisal Al-Nu’man, muazin Masjidil Nabawi,” tulis media tersebut, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia. Kepergian Syekh Faisal […]

    Bagikan Berita:
  • Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    Sudah di Madinah, 117 Warga Negara Indonesia Ingin Berhaji Dipulangkan Gara-gara Pakai Visa Kerja

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 453
    • 0Komentar

    JEDDAH – Belum jera juga aktivitas haji tidak resmi oleh warga Indonesia. Baru-baru ini, Pemerintah Saudi lagi-lagi memulangkan warga Indonesia (WNI) yang hendak berhaji melalui jalur yang salah. Jumlahnya pun cukup banyak, 117 orang. Ke-117 WNI tersebut bahkan telah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Akhirnya, karena menggunakan visa kerja, mereka ditolak […]

    Bagikan Berita:
expand_less