Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Mengenang Anregurutta Malik

Mengenang Anregurutta Malik

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 585
  • print Cetak

(Catatan Untuk Peringatan Haul Anregurutta tahun 2025)

Oleh: Saprillah Sahrir*

Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati haul Anregurutta Malik yang sedang berlangsung hari ini 25 Juni 2025. Bagi banyak orang, termasuk saya, nama beliau bukan sekadar bagian dari sejarah lokal Wajo atau pesantren As’adiyah. Ia adalah sosok yang hadir untuk memandu kita bagaimana cara memahami agama dengan moderat, menaruh hormat, dan memaknai keteladanan.

Nama asli beliau, Abdul Malik Muhammad. Masyarakat lebih akrab memanggil beliau dengan sebutan “Anregurutta Malik”. Panggilan yang merefleksikan takzim atas pengabdian beliau sepanjang hidup.

Saya pertama kali “masuk” ke dunia Anregurutta Malik ketika menulis buku biografi beliau, Pengabdian Tanpa Batas. Awalnya, saya membayangkan ini akan menjadi kerja dokumentasi biasa: menyusun riwayat hidup, menelusuri arsip, mengumpulkan kesaksian. Tapi seiring proses berjalan, saya malah merasa sedang diajak menyimak kembali satu wajah keulamaan yang sederhana tapi berpengaruh.

Anregurutta Malik memimpin Pesantren As’adiyah di Sengkang selama puluhan tahun, pesantren besar di Sulawesi Selatan yang sudah melahirkan banyak tokoh dan guru agama. Tapi ia sendiri tidak pernah menampilkan diri sebagai orang penting. Dalam banyak kesaksian, beliau justru dikenal sebagai orang yang apa adanya. Tidak banyak bicara soal posisi, tapi orang tahu bahwa ia memang dituakan.

Beliau adalah salah seorang murid dari KH. Muhammad As’ad, atau Gurutta Sade, ulama besar Wajo yang mendirikan Pesantren As’adiyah. Hubungan antara keduanya bukan hanya hubungan guru dan murid dalam arti formal, tetapi juga hubungan kepercayaan dan kesinambungan visi. Dari Gurutta Sade, beliau mewarisi fondasi keilmuan dan semangat pengabdian yang kuat.

Selain belajar di dalam negeri, beliau juga pernah menuntut ilmu langsung dari para ulama Sunni di Mekkah. Di sana, beliau mendalami berbagai disiplin ilmu agama secara lebih sistematis. Pengalaman belajar di dua lingkungan ini—pesantren lokal dan pusat keilmuan Islam internasional—membentuk keluasan pandangan beliau dan keteguhan dalam bersikap.

Ilmu beliau lengkap. Bukan hanya karena keluasan materi yang dipelajari, tetapi juga karena ketekunan dalam menjalaninya. Kombinasi antara ilmu, adab, dan pengalaman menjadikan beliau sosok yang dipercaya dalam berbagai persoalan keagamaan di Sulawesi Selatan. Beliau tidak hanya dikenal di lingkungan pesantren, tetapi juga didengar dalam forum-forum masyarakat yang lebih luas.

Salah satu hal yang paling sering dikenang orang dari Anregurutta Malik adalah ceramah-ceramahnya. Beliau biasa menyampaikan pengajian dalam bahasa Bugis—bahasa ibu yang membuat pesan lebih sampai. Suaranya pelan, tidak tinggi, tapi terdengar jelas. Beliau bukan tipe penceramah yang menggebu-gebu. Tapi justru karena itu, orang lebih mendengar.

Isi ceramah beliau sederhana dan membumi. Beliau tidak memakai istilah yang susah dipahami, tidak menyampaikan tafsir dengan nada menghakimi. Tidak ada yang merasa disudutkan, tapi juga tidak dibuat terlena. Banyak kisah beliau selipkan—baik dari kitab maupun dari kehidupan sehari-hari. Kadang dengan humor halus, kadang dengan cerita yang membuat orang merenung. Semua disampaikan dengan tenang, seperti seseorang yang ingin mengajak berpikir, bukan mengatur.

Beliau tahu bagaimana berbicara agar bisa dipahami. Tidak memaksakan gaya, tidak memaksa orang setuju. Tapi justru karena itu, orang merasa nyaman. Banyak yang datang ke majelis beliau bukan karena ingin mencari sensasi atau gaya bicara yang menghibur, tapi karena merasa butuh arahan. Dalam suasana yang sederhana itu, orang menemukan tuntunan.

Yang juga penting, Anregurutta Malik tidak menjauh dari urusan sosial dan politik. Beliau pernah menjadi anggota DPRD Wajo dari partai PPP. Di masa-masa sensitif, beliau sering menjadi penengah. Tidak menghakimi, tapi memberi pandangan yang menenangkan. Ia menjaga jarak, tapi tidak melepaskan diri. Ia terlibat, tapi tahu batas.

Kini, setelah beliau tiada, yang tertinggal bukan hanya nama. Tapi cara beliau membuat banyak orang merasa teduh. Tidak semua tokoh punya pengaruh seperti itu—pengaruh yang datang bukan karena kekuasaan, tapi karena sikap.

Haul ini bukan sekadar acara tahunan. Bagi saya, ini adalah kesempatan untuk kembali mendekat pada nilai-nilai yang dulu beliau jalani. Keteladanan, jika tidak dijaga, bisa mudah hilang. Tapi selama kita masih mengingat—dalam cerita, dalam sikap, dalam cara bersikap tenang di tengah keramaian—warisan beliau tidak benar-benar pergi.

Dan barangkali itu yang paling penting hari ini: tidak hanya mengenang Anregurutta Malik, tapi bertanya pada diri sendiri, apa yang masih bisa kita teruskan dari warisan beliau. Islam moderat dan bersahaja. (*)

* Kepala Balai Litbang Agama Makassar

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rano Karno Hingga Kimberly Ryder Tetap Umrah di Tengah Eskalasi Timur Tengah: Situasi Tetap Aman

    Rano Karno Hingga Kimberly Ryder Tetap Umrah di Tengah Eskalasi Timur Tengah: Situasi Tetap Aman

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 327
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sempat memicu kekhawatiran terkait keselamatan penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah. Meski demikian, sejumlah tokoh publik Indonesia melihat kondisi di Tanah Suci tetap aman bagi para jemaah. Hal itu misalnya disampaikan oleh Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno yang baru saja kembali […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Belum Dapat Kartu Nusuk Diimbau Salat di Musalla Hotel, Umrah Wajib Didampingi Syarikah

    Jemaah Belum Dapat Kartu Nusuk Diimbau Salat di Musalla Hotel, Umrah Wajib Didampingi Syarikah

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 411
    • 0Komentar

    MAKKAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau agar jemaah haji Indonesia yang belum menerima kartu Nusuk untuk sementara waktu melaksanakan salat di musalla atau masjid yang tersedia di hotel masing-masing. Hal ini disampaikan petugas lantaran pendistribusian ‘kartu sakti’ jemaah tersebut perlu waktu, dan para jemaah yang baru tiba belum langsung dapat kartu. […]

    Bagikan Berita:
  • Hati-hati Melewati ‘Garis Imam’ Ini saat Salat di Masjid Nabawi, Hukumnya Batal Menurut Tiga Mazhab

    Hati-hati Melewati ‘Garis Imam’ Ini saat Salat di Masjid Nabawi, Hukumnya Batal Menurut Tiga Mazhab

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 678
    • 0Komentar

    SAUDI – Pendakwah Imam Djauhari menjelaskan pandangan empat mazhab fikih terkait hukum salat berjemaah ketika posisi makmum berdiri lebih di depan garis imam, atau mendahului posisi imam. Penjelasan itu disampaikan Imam Djauhari saat menunjukkan papan pengumuman bertuliskan “In Line With Imam” di Masjid Nabawi, Madinah. Papan tersebut menjadi penanda batas sejajar dengan imam, yang tidak […]

    Bagikan Berita:
  • Era Transportasi Berteknologi AI di Saudi, Robotaxi hingga Robot Kurir Layani Peziarah

    Era Transportasi Berteknologi AI di Saudi, Robotaxi hingga Robot Kurir Layani Peziarah

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 493
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi semakin optimal menggarap transportasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Mulai dari mobil swakemudi (self-driving) hingga robot pengiriman otonom, 2025 disebut-sebut bakal jadi tahun kunci lahirnya ekosistem mobilitas generasi baru di Kerajaan. Dilansir dari Arab News, transformasi ini tak lepas dari Visi 2030 yang menargetkan cara barang dan orang bergerak di kota besar […]

    Bagikan Berita:
  • Mayoritas Jemaah Haji Wafat karena Penyakit Jantung, Total Sudah  175 Orang Meninggal

    Mayoritas Jemaah Haji Wafat karena Penyakit Jantung, Total Sudah 175 Orang Meninggal

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 434
    • 0Komentar

    SAUDI – Hingga hari ini, Minggu 8 Juni 2025, tercatat 175 jemaah haji Indonesia telah wafat di Tanah Suci, dengan mayoritas disebabkan oleh penyakit jantung. “Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, sampai hari ini ada 175 jemaah haji Indonesia yang wafat,” ujar Kabid Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Imran, […]

    Bagikan Berita:
  • Gelombang Pembatalan Penerbangan Akibat Harga Avtur, Jemaah Umrah Terdampak

    Gelombang Pembatalan Penerbangan Akibat Harga Avtur, Jemaah Umrah Terdampak

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 272
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sejumlah calon jemaah umrah dan penumpang pesawat ramai mengeluhkan pembatalan jadwal penerbangan secara mendadak dalam beberapa hari terakhir. Keluhan tersebut banyak bermunculan di media sosial, dengan pola serupa: maskapai cenderung membatalkan penerbangan dibandingkan menundanya. Fenomena ini terjadi di berbagai rute, terutama penerbangan menuju kawasan Timur Tengah. Selain diduga dipengaruhi eskalasi konflik di kawasan […]

    Bagikan Berita:
expand_less