Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Pelayanan Haji 2025 Didesak Dievaluasi karena Sistem Syarikah, Ada Apa?

Pelayanan Haji 2025 Didesak Dievaluasi karena Sistem Syarikah, Ada Apa?

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 717
  • print Cetak

MAKASSAR – Mulai tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Agama, memberlakukan aturan baru tata pelaksanaan Ibadah Haji. Jika sebelumnya, urusan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi khususnya di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) ditangani oleh lembaga khusus yakni Mashariq, kini ditangani oleh beberapa syarikah atau perusahaan swasta.

Namun, sistem terbaru ini rupanya memicu persoalan baru. Sejumlah jemaah haji dilaporkan mengeluhkan berbagai masalah, seperti jemaah lansia yang terpisah dari keluarganya atau pendampingnya yang berangkat karena beda rombongan dan beda syarikah (beda perusahaan yang melayani).

Ada juga pasangan suami istri yang terpisah, beda tempat karena beda syarikah hingga pembimbing haji yang terpisah dari jemaahnya karena beda Syarikah. Diketahui, pada tahun ini, ada 8 Syarikah yang beroperasi melayani jemaah di Armuzna.

Kekacauan penempatan dan jadwal pemberangkatan para jemaah haji Indonesia ini, membuat anggota Komisi VIII dari Maman Imanul Haq, meminta Kementerian Agama melakukan evaluasi, termasuk melakukan negosiasi ke Arab Saudi.

Dia menekankan, salah satu pemicu kekisruhan ini, karena ada lebih dari satu Syarikah yang menangani jemaah dari satu daerah.

“Jangan seperti kondisi saat ini di mana lebih dari satu syarikah menangani jemaah dari satu daerah. Hal ini membingungkan jemaah dan juga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Bayangkan saja, ada jemaah yang belum siap berangkat namun tiba-tiba harus berangkat keesokan harinya, atau sebaliknya, jemaah yang seharusnya berangkat beberapa pekan lagi di kloter lain, mendadak harus segera berangkat. Sistem seperti apa ini jika hasilnya justru menimbulkan kekacauan?” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Kementerian Agama pun diminta untuk segera melakukan negosiasi dengan pihak berwenang di Arab Saudi guna mencari solusi atas permasalahan ini.

Menurutnya Indonesia saat ini membutuhkan negosiator yang andal dan mampu menyampaikan keluhan serta mencari solusi konstruktif atas kekacauan dalam pelaksanaan ibadah haji 2024 ini.

“Kami memberikan kesempatan kepada Kemenag dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah untuk bertindak cepat menangani masalah ini. Kami tidak dapat menerima jika penggunaan delapan syarikah ini justru menyengsarakan jemaah haji Indonesia,” imbuh Kiai Maman.

Pria yang akrab disapai Kiai Maman ini, mengusulkan agar jika Kemenag tetap menggunakan delapan syarikah, pembagian tanggung jawab hendaknya didasarkan pada wilayah di Indonesia.

Misalnya, Syarikah A bertanggung jawab atas jemaah dari wilayah tertentu di Jawa Barat, Syarikah B untuk kota tertentu di Jawa Timur, dan seterusnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Undang-Undang Haji, Jemaah yang Pernah Berhaji Harus Menunggu 18 Tahun

    Undang-Undang Haji, Jemaah yang Pernah Berhaji Harus Menunggu 18 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 448
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Banyak perubahan signifikan dalam pengaturan keberangkatan jemaah haji. Perubahan itu misalnya terkait dengan masa tunggu bagi jemaah yang sudah menunaikan ibadah haji. Menurut Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 14 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang terbaru, jarak waktu antara keberangkatan haji terakhir dengan keberangkatan berikutnya […]

    Bagikan Berita:
  • Penerbangan Murah dari Arab Saudi Buka Rute Makassar-Jeddah Mulai 12 November

    Penerbangan Murah dari Arab Saudi Buka Rute Makassar-Jeddah Mulai 12 November

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 918
    • 0Komentar

    JAKARTA – Makassar menjadi target Maskapai Penerbangan Berbiaya Rendah (Low-Cost Carrier/LCC) dari Arab. Maskapai bernama Flyadeal, akan membuka penerbangan perdana menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) pada 12 November 2025. Penerbangan perdana Flyadeal dijadwalkan mendarat pada pukul 23.00 WITA, dan akan kembali berangkat menuju Arab Saudi pada 13 November 2025 pukul 04.00 WITA. Momen ini […]

    Bagikan Berita:
  • Puluhan Fasilitas Layanan Haji dan Umrah Sedang Dibangun Kemenhaj, Ada yang Sudah Fase Konstruksi

    Puluhan Fasilitas Layanan Haji dan Umrah Sedang Dibangun Kemenhaj, Ada yang Sudah Fase Konstruksi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 140
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai merealisasikan pembangunan puluhan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di berbagai daerah tahun ini. Targetnya ada 40 lokasi secara nasional. Beberapa di antaranya telah memasuki fase konstruksi bangunan. Program ini menjadi bagian dari upaya Kemenhaj meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jemaah haji dan umrah melalui layanan […]

    Bagikan Berita:
  • Klinik Memori, Layanan Kesehatan Baru Saudi untuk Jemaah dengan Gangguan Kognitif Hingga Demensia

    Klinik Memori, Layanan Kesehatan Baru Saudi untuk Jemaah dengan Gangguan Kognitif Hingga Demensia

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 489
    • 0Komentar

    MEKKAH – Gebrakan baru diambil Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi jemaah haji dan umrah. Badan Kesehatan Mekkah resmi membuka Klinik Memori Mekkah di Rumah Sakit Raja Abdulaziz, bekerja sama dengan King Abdullah Medical City. Klinik tersebut menjadi fasilitas khusus untuk diagnosis dan perawatan dini gangguan memori, mulai dari gangguan kognitif […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Group Resmi Hadir di Kendari, Perluas Layanan Haji Khusus dan Umrah di Sulawesi Tenggara

    Tazkiyah Group Resmi Hadir di Kendari, Perluas Layanan Haji Khusus dan Umrah di Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 176
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Tazkiyah Group, biro perjalanan umrah dan haji khusus yang berpusat di Kota Makassar yang sudah berpengalaman hingga 26 tahun, memperluas jangkauannya ke Sulawesi Tenggara dengan membuka kantor cabang di Kota Kendari. Kantor cabang yang berlokasi di Jalan Taman Suropati, Mandonga, Kendari itu, resmi hadir pada Senin, 29 Juni 2026. Sejak diresmikan, operasional layanan […]

    Bagikan Berita:
  • Wanita Haid Boleh Masuk Raudhah? Ini Penjelasan Hukum Menurut Empat Mazhab

    Wanita Haid Boleh Masuk Raudhah? Ini Penjelasan Hukum Menurut Empat Mazhab

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 2
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Jemaah perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau haid kerap menghadapi dilema ketika mendapat kesempatan mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. Mereka ingin berdoa di salah satu tempat yang istimewa dalam sejarah Islam tersebut, tetapi muncul pertanyaan mengenai hukum memasuki masjid dalam keadaan belum suci. Penting untuk diketahui, bahwa Raudah adalah bagian dari Masjid […]

    Bagikan Berita:
expand_less