Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Asuransi Haji dan Umrah, Tegaskan Tanpa Titipan dan Penunjukan Langsung

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Asuransi Haji dan Umrah, Tegaskan Tanpa Titipan dan Penunjukan Langsung

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 353
  • print Cetak

HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan langkah serius memperkuat tata kelola asuransi haji dan umrah di tengah percepatan persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Pemerintah menekankan, skema perlindungan jemaah harus dikelola secara bersih, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada keselamatan serta kepastian manfaat bagi jemaah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum diskusi antara Kemenhaj dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, pekan ini. Forum tersebut menjadi bagian dari penataan ulang ekosistem layanan pendukung haji dan umrah yang kini berada dalam sorotan publik.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan mitra, termasuk perusahaan asuransi, wajib dilakukan secara terbuka dan profesional, tanpa intervensi kepentingan apa pun.

“Semua kita lakukan secara terbuka. Tidak ada lagi penunjukan-penunjukan, tidak ada rekomendasi, dan tidak ada titipan dari siapa pun,” tegas Gus Irfan, Rabu 7 Januari 2026.

Ia menambahkan, penyelenggaraan haji dan umrah harus dijalankan dengan prinsip integritas tinggi. Seluruh proses kerja sama, kata dia, harus bebas dari praktik fee, cashback, maupun perantara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Pengawasan aparat penegak hukum juga dilibatkan untuk memastikan akuntabilitas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenhaj menegaskan pembagian peran antarunit kerja. Direktorat Jenderal Pelayanan Haji bertindak sebagai pengguna layanan (user), sementara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PEE) bertanggung jawab memastikan proses seleksi mitra asuransi berjalan transparan dan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Direktur Jenderal PEE, Zainal Effendi, menyampaikan bahwa pengembangan asuransi syariah perhajian saat ini memasuki tahap pendalaman teknis. Meski arah kebijakan sudah jelas, ia menilai masih diperlukan standardisasi dan harmonisasi lintas unit agar skema perlindungan benar-benar optimal dan berkelanjutan.

“Pendalaman mencakup mekanisme kemitraan, perumusan manfaat dan bentuk pertanggungan, hingga skema premi atau kontribusi asuransi yang adil dan proporsional,” jelasnya.

Selain perlindungan kecelakaan, skema asuransi haji dan umrah ke depan juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai risiko lain yang berpotensi dihadapi jemaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah. Dengan penataan ini, Kemenhaj berharap kehadiran asuransi tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi instrumen perlindungan nyata bagi jemaah di tengah dinamika penyelenggaraan haji dan umrah yang kian kompleks.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 388
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa proses pencarian tiga jemaah haji asal Indonesia yang masih hilang di Tanah Suci kini memasuki tahap baru. Setelah lebih dari dua bulan dilakukan pencarian secara manual, pola pencarian diubah menjadi metode ante mortem dan post mortem dengan pencocokan DNA. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Daftar ATM Terdekat dari Masjidilharam dan Masjid Nabawi

    Ini Daftar ATM Terdekat dari Masjidilharam dan Masjid Nabawi

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    SAUDI – Layanan keuangan, khususnya ATM untuk tarik uang tunai di Arab Saudi tentu salah satu yang dibutuhkan banyak jemaah yang berkunjung ke Tanah Suci. Sejumlah ATM di Arab Saudi umumnya sudah punya fitur tarik tunai uang mata uang Riyal yang bisa ditarik lewat ATM Bank asal Indonesia, yang ditabung dengan uang mata uang rupiah. […]

    Bagikan Berita:
  • Plus Minus Umrah Mandiri Menurut Muthawif di Tanah Suci

    Plus Minus Umrah Mandiri Menurut Muthawif di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 370
    • 0Komentar

    SAUDI – Tren ibarah umrah secara mandiri, alias tanpa menggunakan jasa Biro Perjalanan atau travel, sedang ramai diperbincangkan di Tanah Air. Hal itu menyusul regulasi terbaru pemerintah yang melegalkan perjalanan umrah dengan mengurus diri sendiri tersebut. Salah satu alasan utama banyak yang berpikir lebih baik umrah mandiri adalah, biayanya lebih murah. Apakah benar? Muthawif asal […]

    Bagikan Berita:
  • 9 Hari Jelang Penutupan Pelunasan Haji 2026, Banyak yang Berpotensi Dimajukan Pemberangkatannya

    9 Hari Jelang Penutupan Pelunasan Haji 2026, Banyak yang Berpotensi Dimajukan Pemberangkatannya

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 396
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap I akan ditutup dalam beberapa hari ke depan. Akan tetapi, di tengah tenggat yang kian dekat itu, ratusan calon jemaah haji dipastikan belum bisa melangkah ke tahap berikutnya karena gagal memenuhi syarat istithaah kesehatan. Kementerian Haji dan Umrah mencatat, hingga 14 Desember 2025, sebanyak 368 calon […]

    Bagikan Berita:
  • Adiwarman Karim, anggota Dewan Syariah Nasional MUI

    BP Haji dan BPKH Punya Potensi Berbahaya, Dewan Syariah Nasional: Kemenag dan DPR Perlu Tetap Mengontrol

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 660
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengawasan yang ketat terhadap Badan Pengelola Haji (BPH) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tetap perlu dilakukan. Dua lembaga itu, setelah resmi menjadi pengendali pelaksanaan haji di Indonesia, yang merupakan pemegang kuota terbesar Haji di dunia, punya potensi berbahaya. Jika tidak diawasi. Dalam seminar bertajuk “Menjaga dan Memperkuat Tata Kelola Perhajian di Indonesia” […]

    Bagikan Berita:
  • Harga Tiket Umrah Melonjak, Garuda dan Asosiasi Haji-Umrah Cari Jalan Keluar

    Harga Tiket Umrah Melonjak, Garuda dan Asosiasi Haji-Umrah Cari Jalan Keluar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 118
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kenaikan harga tiket umrah kini menjadi perhatian serius dunia penerbangan dan industri perjalanan haji dan umrah. Melonjaknya biaya penerbangan tidak hanya berdampak pada maskapai, tetapi juga berimbas langsung kepada calon jemaah yang harus menanggung biaya perjalanan lebih tinggi. Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Garuda Indonesia dan 13 asosiasi […]

    Bagikan Berita:
expand_less