Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Pemerintah Mengklaim Haji 2025 Lebih Baik, Tapi Ramai Kritikan

Pemerintah Mengklaim Haji 2025 Lebih Baik, Tapi Ramai Kritikan

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 595
  • print Cetak

SAUDI – Pemerintah mendapat kritikan atas kacaunya pelaksanaan haji 2025. Ironisnya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengklaim pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Penggiat Media Sosial, Nadhief Shidqi mengungkapkan kekacauan pelaksanaan haji berlansung sejak di Bandara Jeddah. Menurut dia, Menteri Agama tidak bisa kerja, dan meminta agar DPR jangan tutup mata, media jangan diam.

“Haji 2025 kacau sejak sebelum jamaah diberangkatkan, kacau di bandara Jeddah, kacau di pendorongan Madinah, kacau di penginapan Makkah, kacau di Arafah, dan kini kacau di Muzdalifah.

Hingga pukul 09.30 WAS 10 Dzulhijjah, banyak sekali jamaah masih di Muzdalifah. Ribuan memilih jalan kaki tempuh 7 Km jarak menuju Mina.
Di Mina pun, kekacauan sudah terendus.

Ada satu informasi salah satu maktab hanya menyediakan tenda untuk yang terdaftar murur. Yang terdaftar tanazul, tidak ada tendanya. Lalu jamaah mengontak petugas sektor, dan jawabnya malah disuruh tanazul mandiri. Beberapa hari yang lalu Menag sendiri padahal yang umumkan tanazul dibatalkan,” tulisnya.

Dia juga mengungkapkan, pada hari saat Menag menyampaikan “semua masalah haji 2025 sudah terurai,” keesokan harinya, satu kloter jemaah justru mengalami kondisi tragis: harus diinapkan di 38 hotel berbeda. “Ya, 38 hotel—bukan 3 atau 8. Bayangkan, satu kloter terpencar dalam puluhan titik lokasi, dengan jarak dan sektor yang tak seragam. Ini bukan hanya tantangan logistik yang berat, tapi juga sumber utama kekacauan dan frustrasi bagi jemaah yang seharusnya menjalankan ibadah dalam kondisi tenang,” jelasnya lagi.

Contoh lain yang tak kalah memilukan, kata dia, suatu malam, empat bus penuh jemaah tertahan berjam-jam karena tak ada kejelasan hotel mana yang akan menerima mereka.

Beberapa hari sebelumnya, seorang jemaah dari kloter 96 SUB bahkan meninggal dunia di dalam bus karena tak kunjung bisa turun—akibat antrean panjang, buruknya koordinasi, dan nihilnya kepastian tempat inap.

“Diukur dari parameter apa pun, pelaksanaan haji 2025 ini layak disebut sebagai Haji Gagal. Logistik berantakan. Jemaah terlantar. Kematian karena kelalaian. Dan di tengah semua itu, Menteri Agama justru lebih banyak beretorika, menyampaikan doa dan jargon fikih yang terasa begitu absurd ketika berhadapan dengan kenyataan pahit di lapangan. Ini bukan tentang kurangnya iman, tapi minimnya kapasitas,” ungkapnya lagi.

Wajar bila Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. Ia menyebut manajemen haji tahun ini tak sesuai dengan presentasi meyakinkan yang sebelumnya disampaikan oleh Menag dalam rapat koordinasi.

Nyatanya, harapan akan pelaksanaan haji yang lebih baik justru dibayar dengan ironi yang menyakitkan: jemaah terlantar, tenda di Arafah tak cukup, dan transportasi kacau.

Sungguh, ironi adalah buah musim haji kali ini. Tokoh muda NU, Rumail Abbas, mengungkapkan keheranannya dengan unggahan media yang menyebut haji 2025 lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Media liputan6 mengabarkan bahwa pelaksanaan haji tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin, setelah itu saya melihat satu unggahan foto Kanda Menag dipayungi ajudannya di Saudi supaya tidak kepanasan, persis di bawah status orang yang sedang haji dan berjalan belasan kilometer karena bus tak kunjung menjemput.

Sama seperti buah, ironi ternyata ada musimnya. Dan buah ironi pagi ini banyak sekali,” tulisnya.

Sementara itu, Ahmad Bisri Dzalieq, tokoh muda NU lainnya, bahkan menyindir dengan keras: “Kalau ada yang bilang haji ini lebih baik dari haji tahun lalu, berarti dia tidak sedang haji, atau sedang ndobol kuro (berbohong terang-terangan)…”

Ironisnya, pemerintah tetap memuji diri. Menteri Nasaruddin Umar, misalnya, mengklaim haji tahun ini lebih baik, karena jumlah kematian menurun dan fasilitas Saudi membaik.

Tapi kematian jemaah akibat kelalaian logistik, koper yang hilang, dan jemaah yang terlantar bukan sekadar statistik. Mereka adalah manusia, keluarga, dan warga negara yang mempercayakan hidupnya kepada negara.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Jemaah Haji yang Diklaim Usia 104 Tahun, Tuntaskan Ibadah Haji Tanpa Kursi Roda

    Kisah Jemaah Haji yang Diklaim Usia 104 Tahun, Tuntaskan Ibadah Haji Tanpa Kursi Roda

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 500
    • 0Komentar

    SAUDI – Kisah inspiratif itu datang dari sosok Fatahula La Aba, jemaah haji asal Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur. Di usianya yang sudah 104 tahun, Fatahula berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji 2025 tanpa kendala berarti—bahkan tanpa bantuan kursi roda. Kakek 12 anak ini kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya dengan kondisi sehat […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Pesawat Garuda Delay Berjam-jam, Garuda Dapat Keluhan Sejumlah Jemaah Haji Asal Banten

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 201
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sejumlah jemaah haji asal Banten mengeluhkan keterlambatan pesawat Garuda Indonesia yang membawa mereka pulang ke Tanah Air dari Arab Saudi. Penerbangan Garuda Indonesia nomor GA 7603 rute Jeddah–Jakarta yang mengangkut jemaah Embarkasi Banten (JKB 02) dilaporkan mengalami penundaan selama beberapa jam di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Keterlambatan yang terjadi sejak Selasa (2/6/2026) […]

    Bagikan Berita:
  • Ditetapkan Prabowo Subianto, Biaya Haji Embarkasi Makassar Rp89,1 Juta

    Ditetapkan Prabowo Subianto, Biaya Haji Embarkasi Makassar Rp89,1 Juta

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 404
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Setelah sebelumnya didiskusikan oleh Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi 8 DPR RI, Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan dan merilis aturan biaya haji 2026. Isi aturan tersebut salah satunya terkait ongkos haji yang harus dibayarkan setiap jemaah per embarkasi atau keberangkatan. Dalam rilis tersebut, disebutkan biaya haji per-embarkasi. Embarkasi Makassar, misalnya, tertulis Rp89.108.738, […]

    Bagikan Berita:
  • Rayakan Milad Ke-26, Tazkiyah Tour Ajak Jemaah Haji Khusus City Tour ke Kota Thaif

    Rayakan Milad Ke-26, Tazkiyah Tour Ajak Jemaah Haji Khusus City Tour ke Kota Thaif

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 209
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Suasana berbeda dirasakan ratusan jemaah haji khusus Tazkiyah Tour pada 14 Zulhijah. Bertepatan dengan peringatan Milad ke-26 Tazkiyah Tour, para jemaah Haji yang sudah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, diajak mengikuti city tour ke Kota Thaif. Thaif adalah salah satu kota bersejarah di Arab Saudi yang dikenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungannya. Perjalanan […]

    Bagikan Berita:
  • Sulsel Daerah Terbanyak Masyarakat Berangkat Umrah, Ribuan Jemaah Per Bulan

    Sulsel Daerah Terbanyak Masyarakat Berangkat Umrah, Ribuan Jemaah Per Bulan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 582
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Kantor Imigrasi mencatat, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan yang terbanyak masyarakatnya berangkat umrah pada periode 1 Januari hingga 20 Oktober 2025 ini. Ada ribuan jemaah asal Sulsel terbang dari Sulsel ke Arab Saudi setiap bulannya. Tingginya angka jemaah tersebut membuat Sulsel selalu menjadi daerah terbanyak yang mengirim jemaah umrah hampir tiap tahun. Kepala […]

    Bagikan Berita:
  • Kasus Penelantaran Jemaah Bermunculan, Kemenhaj Operasikan Posko Pengawasan di Bandara

    Kasus Penelantaran Jemaah Bermunculan, Kemenhaj Operasikan Posko Pengawasan di Bandara

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 127
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai mengoperasikan Posko Pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperkuat pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi jemaah. Kasubdit Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik, dengan didampingi Kasubdit Penindakan Haji Khusus dan Umrah […]

    Bagikan Berita:
expand_less