Cuaca di Arafah Sangat Panas, Bisa Memicu Dehidrasi Berat Hingga Heatstroke
- account_circle REDAKSI
- calendar_month Rab, 28 Mei 2025
- visibility 280

Suasana kepadatan di tenda jamaah di Arafah
ARAB SAUDI – Cuaca yang panas akan dirasakan jemaah haji saat wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau 5 Juni 2025, dengan suhu diperkirakan mencapai 50 derajat Celsius.
Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menyampaikan imbauan tegas agar jemaah tidak keluar tenda tanpa kebutuhan mendesak saat puncak wukuf.
“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi telah memperingatkan bahwa suhu akan sangat tinggi. Kami minta jemaah tetap berada di dalam tenda untuk mencegah heatstroke atau serangan panas yang bisa berakibat fatal,” ujar Hilman usai meninjau kesiapan layanan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), Senin, 25 Mei 2025.
Efek Suhu 50°C terhadap Tubuh
Paparan suhu ekstrem seperti 50°C bisa menyebabkan kerusakan sistem termoregulasi tubuh. Dalam kondisi ini, tubuh kesulitan mendinginkan diri, dan risiko terkena heatstroke meningkat drastis.
Heatstroke adalah kondisi darurat medis yang ditandai oleh kenaikan suhu tubuh lebih dari 40°C, kebingungan mental, kulit kering atau sangat merah, dan bisa berujung pada kerusakan organ permanen bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Menurut data dari World Health Organization (WHO) dan CDC Amerika Serikat, suhu ekstrem di atas 45°C dalam waktu lebih dari 15 menit bisa menyebabkan:
Dehidrasi berat, karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat
Pingsan (heat syncope) akibat turunnya tekanan darah
Heat exhaustion, dengan gejala mual, lemas, dan kelelahan ekstrem
Heatstroke, yang bisa terjadi dalam waktu singkat terutama pada lansia atau orang dengan kondisi medis tertentu
Fasilitas dan Tindakan Pencegahan
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah, tenda-tenda di Arafah telah dilengkapi dengan kasur, bantal, selimut, serta pendingin udara (AC). Jemaah juga diimbau berdiam diri di dalam tenda, mengisi waktu dengan berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an.
“Persiapan fisik dan mental sangat penting, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas. Kami sarankan mereka banyak beristirahat, beribadah di dalam hotel sebelum Armuzna, agar tetap kuat saat prosesi puncak ibadah nanti,” lanjut Hilman.
Selain itu, panitia akan menyampaikan jadwal pelemparan jumrah secara terperinci dan melakukan modifikasi teknis untuk menjamin kelancaran serta keselamatan seluruh jemaah.
Turut hadir dalam pemantauan persiapan tersebut: Direktur Bina Haji Musta’in Ahmad, Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi, Kepala Daker Makkah Ali Machzumi, dan Ketua Tim Monev Saiful Mujab.
- Penulis: REDAKSI



