Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Biaya Haji 2026 Bisa Membengkak Rp1 Triliun di Tengah Konflik Timur Tengah

Biaya Haji 2026 Bisa Membengkak Rp1 Triliun di Tengah Konflik Timur Tengah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 319
  • print Cetak

HAMRANEWS – Pemerintah kini harus siap-siap menghadapi dampak kenaikan harga avtur dan efek perang di Timur Tengah terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengakui adanya potensi pembengkakan biaya meskipun kontrak dengan maskapai penerbangan telah dilakukan.

Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menjelaskan adanya fluktuasi harga bahan bakar pesawat menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan saat ini.

Selain faktor harga avtur, ketegangan di wilayah Timur Tengah berpotensi memaksa maskapai melakukan penyesuaian rute penerbangan.

Hal ini dikhawatirkan akan berimbas pada durasi perjalanan yang lebih lama dan memerlukan konsumsi bahan bakar lebih banyak.

Kendati terdapat tantangan pada sisi biaya operasional penerbangan, Gus Irfan memastikan akan mencari solusi agar beban tersebut tidak langsung dialihkan kepada calon jemaah haji pada tahun ini.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI menaksir adanya potensi tambahan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebesar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun akibat gejolak kurs rupiah dan kenaikan harga avtur.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menjelaskan bahwa meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas, pemerintah harus tetap menjalankan persiapan keberangkatan secara normal. Namun, ia tak menampik adanya tekanan beban biaya yang signifikan dari sisi operasional penerbangan.

“Dalam keadaan normal pun, kita sudah menghadapi tantangan nih sekarang. Karena kemarin diputuskan avtur itu sudah naik hampir dua kali lipat. Dolar kita putuskan kursnya itu hanya Rp 16.500, sekarang sudah Rp 17.000,” ujarnya dalam Haji Outlook 2026 di Studio 1 Kompas TV, Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.

Marwan memprediksi pihak maskapai seperti Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines (Saudia) akan segera menyampaikan keluhan terkait margin biaya operasional. Menurutnya, angka yang telah disepakati dalam Panja dan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) sulit dipertahankan jika kondisi pasar terus bergejolak.

“Ini pasti ada pertambahan. Kita akan mendengarkan keluhan dari Garuda dan Saudia pasti. Tapi akan ada tambahan, gak bisa ngelak kita. Dalam hitung-hitungan kami ya sekitar tambahan yang dibutuhkan itu sekitar Rp 900 miliar, bahkan Rp 1 triliun,” tegasnya.

Terkait sumber pendanaan untuk menambal selisih tersebut, Komisi VIII mengingatkan agar pemerintah berhati-hati. Marwan menyebut, penggunaan dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tidak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut hak jemaah masa depan, sementara APBN juga tidak memiliki peruntukan langsung bagi jemaah haji.

Oleh karena itu, DPR meminta Menteri Haji untuk melakukan mitigasi berlapis, mulai dari koordinasi lintas kementerian seperti Kemenlu, Kemenhub, hingga Imigrasi. Hal ini penting untuk mengantisipasi skenario terburuk jika terjadi situasi kedaruratan saat jemaah sudah berada di Tanah Suci.

“Mitigasinya uang yang sudah kita bayarkan, jangan lost, jangan hilang. Skenario-nya itu berangkat, tahu-tahu setelah di sana, terjadi perubahan semakin memuncak situasi kedaruratan. Tidak bisa pulang segera karena akan mencari rute baru. Melewati udara negara-negara lain kan harus ada koordinasinya,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Marwan, pihaknya masih berpegang pada jadwal keberangkatan awal pada 22 April mendatang. Namun, DPR membuka peluang untuk merombak kembali hasil keputusan Panja jika beban biaya sudah tidak lagi tertanggulangi oleh pihak maskapai maupun BPKH.

“Kalau nanti tidak ada lagi jalannya lain, maka tentu kami Komisi VIII akan berkenan juga merombak lagi hasil keputusan ini. Nanti kita hitung seberapa mampunya. Mampunya BPKH berapa, mampunya Garuda berapa,” pungkasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saudi Sukses Melayani Jutaan Jemaah Umrah Selama Ramadan 2026 di Tengah Lonjakan Tajam

    Saudi Sukses Melayani Jutaan Jemaah Umrah Selama Ramadan 2026 di Tengah Lonjakan Tajam

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 287
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Lonjakan tajam jemaah umrah terjadi sepanjang Ramadan 2026. Kementerian Haji dan Umrah sukses melayani jutaan jemaah, atau tepatnya 1,68 juta jemaah internasional selama periode tersebut. Melansir theislamicinformation, data ini sekaligus mencerminkan intensitas layanan dan operasional yang dikelola pemerintah Saudi untuk mengakomodasi jutaan peziarah dalam waktu bersamaan. Minat jemaah untuk beribadah di Raudhah, Masjid […]

    Bagikan Berita:
  • Haru, Penjual Bakso 73 Tahun Asal Maros Berangkat Haji Pakai Kursi Roda Pulang Jalan Kaki

    Haru, Penjual Bakso 73 Tahun Asal Maros Berangkat Haji Pakai Kursi Roda Pulang Jalan Kaki

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 142
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Di antara jutaan tamu Allah yang menunaikan ibadah haji setiap tahun, selalu ada kisah-kisah yang meninggalkan jejak haru dan pelajaran tentang kekuasaan-Nya. Salah satunya datang dari Supanto, seorang penjual bakso berusia 73 tahun asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Saat berangkat menuju Tanah Suci, Supanto harus menggunakan kursi roda. Kondisi fisiknya yang mengalami kelumpuhan […]

    Bagikan Berita:
  • masjidilharam, kabah, haji khusus,

    Saudi Pastikan Format Taraweh 10 Rakaat dan 3 Rakaat Witir Selama Ramadan 2026

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 383
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi melalui Otoritas Masjid Haramain memastikan bahwa shalat Taraweeh selama Ramadan 1447 H (2026 M) di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah akan dilaksanakan dalam format 10 rakaat. Keputusan ini menguatkan praktik tradisional yang selama ini dipraktikkan di dua masjid suci tersebut. Setiap malam sepanjang Ramadan, jamaah di Masjidil Haram […]

    Bagikan Berita:
  • Potensi Penipuan yang Bisa Terjadi Ketika Berangkat Umrah secara Mandiri

    Potensi Penipuan yang Bisa Terjadi Ketika Berangkat Umrah secara Mandiri

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 435
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah kini membolehkan masyarakat Indonesia berangkat umrah melalui jalur mandiri, atau mengurus sendiri keberangkatan, pemesanan hotel, dan berbagai urusan lainnya tanpa melalui travel. Namun, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Re­publik Indonesia (Amphuri) menyoroti dampak negatif dari aturan Umrah Mandiri yang kini diatur secara legal di Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • Haji Tak Lagi Menunggu Tua, Gen Z Mulai Sisihkan Uang Sejak Dini

    Haji Tak Lagi Menunggu Tua, Gen Z Mulai Sisihkan Uang Sejak Dini

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 74
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Anggapan bahwa ibadah haji baru dipersiapkan ketika usia mulai matang perlahan berubah. Di tengah generasi muda yang semakin terbiasa membuat perencanaan keuangan, haji mulai ditempatkan sebagai salah satu target jangka panjang yang dipersiapkan sejak dini. Fenomena ini tercermin dari pertumbuhan nasabah Tabungan Haji PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Hingga Juli […]

    Bagikan Berita:
  • Dana Rekening Dormant dari Pendaftar Haji Invalid Capai Rp10 T, Dahnil: Mungkin Orangnya Meninggal Anaknya Tak Mau Gantikan

    Dana Rekening Dormant dari Pendaftar Haji Invalid Capai Rp10 T, Dahnil: Mungkin Orangnya Meninggal Anaknya Tak Mau Gantikan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 88
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah melakukan validasi ulang terhadap data calon jemaah yang masuk dalam daftar antrean haji nasional. Dari total sekitar 5,7 juta calon jemaah, pemerintah menemukan sementara sekitar 400 ribu data yang berisiko tidak valid. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan hal tersebut dalam rapat bersama […]

    Bagikan Berita:
expand_less