RI Jadi Negara Pertama yang Punya Properti di Makkah Usai Akuisisi Hotel Rp8,4 Triliun Danantara
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 6 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Indonesia mencatat sejarah baru dalam investasi properti di Arab Saudi. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menjadi pemilik properti pertama dari kalangan negara asing di kawasan Thakher Makkah setelah menyelesaikan akuisisi senilai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp8,4 triliun.
Akuisisi tersebut mencakup hotel Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar serta 14 bidang tanah yang berada di sekitarnya.
Penyerahan sertifikat kepemilikan dilakukan oleh Thakher Development selaku pengembang utama kawasan Thakher Makkah. Dengan penyerahan dokumen tersebut, transaksi yang telah diproses selama 10 bulan itu resmi memasuki tahap penyelesaian.
CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut transaksi ini sebagai momen bersejarah yang mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap kawasan Thakher Makkah.
Transaksi tersebut juga berlangsung setelah Arab Saudi memberlakukan Undang-Undang Kepemilikan Properti bagi Warga Negara Asing pada Januari 2026.
Kurangi Ketergantungan pada Akomodasi Musiman
Bagi Indonesia, investasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fasilitas akomodasi bagi jemaah haji dan umrah. Selama ini, kebutuhan penginapan jemaah Indonesia di Tanah Suci sangat bergantung pada penyediaan akomodasi sesuai musim ibadah.
Indonesia memiliki kuota haji terbesar di dunia, yakni 203.320 jemaah reguler pada 2026. Selain itu, sekitar 1,5 juta warga Indonesia menjalankan ibadah umrah setiap tahun.
Hotel Novotel Thakher Makkah diperkirakan mampu menampung sekitar 4.400 jemaah selama musim haji.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan akuisisi tersebut merupakan langkah konkret membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi.
Menurutnya, investasi ini juga membuka peluang kemitraan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Arab Saudi, termasuk penjajakan peluang investasi di Madinah dan sektor lainnya.
Siapkan 6.000 Kamar Tambahan
Danantara tidak hanya mengandalkan hotel yang telah diakuisisi. Sebanyak 14 bidang tanah dengan luas total 44.088 meter persegi disiapkan untuk pengembangan fasilitas baru.
Rencana pengembangan tersebut mencakup pembangunan hotel dengan kapasitas sekitar 6.000 kamar tambahan serta pusat perbelanjaan yang memiliki lebih dari 90 gerai ritel.
Investasi untuk pengembangan lanjutan ini diperkirakan melampaui 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp8,4 triliun.
Sementara itu, operasional Novotel Thakher Makkah tetap ditangani Accor, operator perhotelan internasional yang selama ini mengelola hotel tersebut.
Kawasan Thakher Makkah sendiri memiliki luas sekitar 320.000 meter persegi dan terletak sekitar 1,2 kilometer di sebelah utara Masjidilharam.
Pengembangan kawasan ini sejalan dengan ambisi Arab Saudi meningkatkan kapasitas layanan bagi jemaah umrah hingga 30 juta orang per tahun pada 2030, dibandingkan 8,5 juta orang pada 2019.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
