Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Pemerintah Harus Pastikan Uang Jemaah Tidak Hangus Jika Opsi Pembatalan Haji 2026 Dipilih

Pemerintah Harus Pastikan Uang Jemaah Tidak Hangus Jika Opsi Pembatalan Haji 2026 Dipilih

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
  • visibility 60

HAMRANEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menegaskan pemerintah harus memastikan dana jemaah tetap aman dan tidak hangus apabila Indonesia terpaksa memilih opsi pembatalan keberangkatan haji tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji.

Lisda menyebut eskalasi konflik yang melibatkan beberapa negara di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi aspek keselamatan perjalanan jemaah, termasuk jalur penerbangan menuju Arab Saudi. Karena itu, pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipasi secara matang sejak dini.

Menurutnya, keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan terkait penyelenggaraan haji. Namun di saat yang sama, pemerintah juga harus menjamin perlindungan penuh terhadap dana yang telah disetorkan calon jemaah.

“Jika Indonesia harus mengambil keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah demi alasan keselamatan, pemerintah harus memastikan bahwa biaya haji jemaah tidak hangus dan tetap terlindungi,” ujar Lisda.

Tiga Skenario Penyelenggaraan Haji 2026

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Kementerian Agama Republik Indonesia yang membahas penyelenggaraan haji 2026, dipaparkan sejumlah skenario sebagai langkah mitigasi terhadap situasi global yang berkembang.

Skenario pertama adalah keberangkatan haji tetap dilaksanakan, namun dengan kemungkinan pengalihan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman apabila situasi keamanan di beberapa wilayah tidak memungkinkan untuk dilintasi.

Skenario kedua adalah kemungkinan Indonesia memutuskan untuk menunda atau membatalkan keberangkatan jemaah, meskipun pemerintah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tetap membuka pelaksanaan ibadah haji. Opsi ini dipertimbangkan apabila kondisi keamanan dinilai berisiko bagi keselamatan jemaah.

Sementara itu, skenario ketiga merupakan kemungkinan terburuk, yakni jika pemerintah Arab Saudi memutuskan menutup penyelenggaraan ibadah haji karena kondisi tertentu.

Dalam semua kemungkinan tersebut, Lisda menekankan bahwa perlindungan terhadap dana jemaah harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Transparansi Pengelolaan Dana Haji

Lisda menilai pengelolaan dana haji harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama jika terjadi perubahan kebijakan terkait keberangkatan jemaah. Kejelasan mekanisme pengembalian dana juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Jika sampai terjadi penutupan haji oleh Arab Saudi, prioritas utama kita adalah memastikan dana jemaah tetap aman dan bisa dikembalikan secara utuh. Transparansi pengelolaan dana jemaah menjadi hal yang sangat penting dalam situasi seperti itu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dana jemaah merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Pentingnya Keterbukaan Informasi

Selain perlindungan dana, Lisda juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada calon jemaah haji yang telah menunggu lama untuk berangkat. Pemerintah diharapkan secara berkala menyampaikan perkembangan situasi dan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan.

Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat memahami berbagai kemungkinan yang terjadi serta tetap memiliki kepercayaan terhadap penyelenggaraan haji oleh pemerintah.

Lisda menegaskan DPR akan terus mengawasi kebijakan terkait penyelenggaraan haji agar tidak merugikan jemaah Indonesia. Menurutnya, keselamatan jemaah dan keamanan dana mereka harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil pemerintah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Jadwal Pasti Penutupan Umrah Musim 2025-2026, Diumumkan Pemerintah Saudi

    Ini Jadwal Pasti Penutupan Umrah Musim 2025-2026, Diumumkan Pemerintah Saudi

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 175
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan jadwal penutupan layanan Umrah tahun 2026 (1447 H) sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah Haji. Penutupan Umrah setiap tahun dilakukan menjelang musim Haji untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keamanan jutaan jemaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima tersebut. Penutupan ini bukan sekadar penghentian sementara, melainkan masa krusial […]

    Bagikan Berita:
  • Maskapai Saudi Sudah Kuasai 80 Persen Pasar Umrah RI, Emirates Terus Tambah Porsi

    Maskapai Saudi Sudah Kuasai 80 Persen Pasar Umrah RI, Emirates Terus Tambah Porsi

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 92
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pasar penerbangan umrah Indonesia menjadi incaran maskapai internasional. Maskapai asal Saudi bahkan diketahui mengangkut jauh lebih banyak jemaah asal Indonesia dibanding maskapai asal Indonesia sendiri, seperti Garuda. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebut minat maskapai global untuk mengangkut penumpang umrah dari Indonesia terus meningkat. “Begitu banyak penumpang umrah dan […]

    Bagikan Berita:
  • Apa Dampak Sistem ‘All Indonesia’ untuk Jemaah Umrah yang Berlaku Sejak 1 Oktober?

    Apa Dampak Sistem ‘All Indonesia’ untuk Jemaah Umrah yang Berlaku Sejak 1 Oktober?

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 327
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mulai 1 Oktober 2025, pemerintah Indonesia resmi menerapkan sistem digital terpadu All Indonesia di seluruh bandara internasional, pelabuhan penumpang, dan pos lintas batas negara (PLBN). Bagi jemaah umrah, kebijakan ini menjadi hal penting yang perlu diperhatikan menjelang keberangkatan maupun kepulangan dari Tanah Suci. Apa Itu Sistem All Indonesia? All Indonesia adalah platform digital […]

    Bagikan Berita:
  • Khalid Basalamah

    Khalid Basalamah Terima Sekitar Rp8 Miliar Uang Hasil Penjualan Kuota Haji 2024 yang Bermasalah

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 294
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendakwah Khalid Basalamah diketahui ikut memperjualbelikan tambahan kuota haji tahun 2024 yang bermasalah dan diduga terkait korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Khalid. Khalid Basalamah mengakui telah membeli kuota tersebut, lalu menjualnya kepada jemaah. Uang hasil penjualan, yang nilainya diperkirakan sekitar Rp8 miliar, telah dikembalikan ke KPK untuk dijadikan […]

    Bagikan Berita:
  • PPIH Arab Saudi Ditekankan Hafal 8 Syarikah dan Lokasi Markasnya Selama di Armuzna

    PPIH Arab Saudi Ditekankan Hafal 8 Syarikah dan Lokasi Markasnya Selama di Armuzna

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 294
    • 0Komentar

    MADINAH – Menjamin keamanan Jemaah Haji selama di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1446 H/2025 M menghadapi tantangan baru, yakni penempatan jemaah berbasis Syarikah (perusahaan yang melayani jemaah). Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) Harun Ar-Rasyid menyampaikan bahwa anggota PPIH Daker Madinah sebagian bakal ditempatkan di beberapa tempat […]

    Bagikan Berita:
  • Kuota Haji Sulsel Bertambah 2.398 Kursi Setelah Kebijakan ‘Pukul Rata’ Daftar Tunggu Provinsi

    Kuota Haji Sulsel Bertambah 2.398 Kursi Setelah Kebijakan ‘Pukul Rata’ Daftar Tunggu Provinsi

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 431
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan jumlah kuota haji reguler yang signifikan untuk musim haji 1447 H/2026 M. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama DPR RI telah menetapkan kuota haji reguler untuk Provinsi Sulsel sebanyak 9.670 jemaah. H. Iqbal Ismail, yang merupakan Kabid Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Prov Sul-Sel mengungkapkan alasan kenaikan […]

    Bagikan Berita:
expand_less