Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Pemerintah Harus Pastikan Uang Jemaah Tidak Hangus Jika Opsi Pembatalan Haji 2026 Dipilih

Pemerintah Harus Pastikan Uang Jemaah Tidak Hangus Jika Opsi Pembatalan Haji 2026 Dipilih

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

HAMRANEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menegaskan pemerintah harus memastikan dana jemaah tetap aman dan tidak hangus apabila Indonesia terpaksa memilih opsi pembatalan keberangkatan haji tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji.

Lisda menyebut eskalasi konflik yang melibatkan beberapa negara di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi aspek keselamatan perjalanan jemaah, termasuk jalur penerbangan menuju Arab Saudi. Karena itu, pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipasi secara matang sejak dini.

Menurutnya, keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan terkait penyelenggaraan haji. Namun di saat yang sama, pemerintah juga harus menjamin perlindungan penuh terhadap dana yang telah disetorkan calon jemaah.

“Jika Indonesia harus mengambil keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah demi alasan keselamatan, pemerintah harus memastikan bahwa biaya haji jemaah tidak hangus dan tetap terlindungi,” ujar Lisda.

Tiga Skenario Penyelenggaraan Haji 2026

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR dengan Kementerian Agama Republik Indonesia yang membahas penyelenggaraan haji 2026, dipaparkan sejumlah skenario sebagai langkah mitigasi terhadap situasi global yang berkembang.

Skenario pertama adalah keberangkatan haji tetap dilaksanakan, namun dengan kemungkinan pengalihan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman apabila situasi keamanan di beberapa wilayah tidak memungkinkan untuk dilintasi.

Skenario kedua adalah kemungkinan Indonesia memutuskan untuk menunda atau membatalkan keberangkatan jemaah, meskipun pemerintah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tetap membuka pelaksanaan ibadah haji. Opsi ini dipertimbangkan apabila kondisi keamanan dinilai berisiko bagi keselamatan jemaah.

Sementara itu, skenario ketiga merupakan kemungkinan terburuk, yakni jika pemerintah Arab Saudi memutuskan menutup penyelenggaraan ibadah haji karena kondisi tertentu.

Dalam semua kemungkinan tersebut, Lisda menekankan bahwa perlindungan terhadap dana jemaah harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Transparansi Pengelolaan Dana Haji

Lisda menilai pengelolaan dana haji harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama jika terjadi perubahan kebijakan terkait keberangkatan jemaah. Kejelasan mekanisme pengembalian dana juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Jika sampai terjadi penutupan haji oleh Arab Saudi, prioritas utama kita adalah memastikan dana jemaah tetap aman dan bisa dikembalikan secara utuh. Transparansi pengelolaan dana jemaah menjadi hal yang sangat penting dalam situasi seperti itu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dana jemaah merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Pentingnya Keterbukaan Informasi

Selain perlindungan dana, Lisda juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada calon jemaah haji yang telah menunggu lama untuk berangkat. Pemerintah diharapkan secara berkala menyampaikan perkembangan situasi dan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan.

Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat memahami berbagai kemungkinan yang terjadi serta tetap memiliki kepercayaan terhadap penyelenggaraan haji oleh pemerintah.

Lisda menegaskan DPR akan terus mengawasi kebijakan terkait penyelenggaraan haji agar tidak merugikan jemaah Indonesia. Menurutnya, keselamatan jemaah dan keamanan dana mereka harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil pemerintah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kematian Yang Membuat Iri, Dosen di Makassar Wafat di Pesawat Saat Pulang Umrah

    Kematian Yang Membuat Iri, Dosen di Makassar Wafat di Pesawat Saat Pulang Umrah

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 332
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Dosen Politeknik ATI Makassar, Merla Majid SS, MHum, wafat dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci. Almarhumah meninggal dunia di dalam pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan jamaah umrah, tiga jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa 4 November 2025. Kepergian dosen Program Studi Teknik Manufaktur Industri Agro itu meninggalkan duka […]

    Bagikan Berita:
  • Illustrasi suasana di Masjid Nabawi

    Hari Keempat di Madinah, Jemaah Haji Tazkiyah Teladani Kesederhanaan Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 124
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Memasuki hari keempat berada di Kota Madinah, jemaah haji khusus Tazkiyah Tour mendapatkan pembekalan spiritual tentang keteladanan hidup sederhana Nabi Muhammad SAW. Pesan itu disampaikan Pembimbing Haji Khusus Tazkiyah Tour, Dr. Baso Pallagawau, Lc., M.A., sebagai bagian dari penguatan nilai ibadah selama berada di Tanah Suci. Dalam tausiyahnya kepada para jemaah, Ustaz Baso […]

    Bagikan Berita:
  • Harga Tiket Umrah Melonjak, Garuda dan Asosiasi Haji-Umrah Cari Jalan Keluar

    Harga Tiket Umrah Melonjak, Garuda dan Asosiasi Haji-Umrah Cari Jalan Keluar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 55
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kenaikan harga tiket umrah kini menjadi perhatian serius dunia penerbangan dan industri perjalanan haji dan umrah. Melonjaknya biaya penerbangan tidak hanya berdampak pada maskapai, tetapi juga berimbas langsung kepada calon jemaah yang harus menanggung biaya perjalanan lebih tinggi. Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Garuda Indonesia dan 13 asosiasi […]

    Bagikan Berita:
  • Satgas Haji Sudah Terima 115 Laporan dan 68 Kasus Selama Musim Haji 2026

    Satgas Haji Sudah Terima 115 Laporan dan 68 Kasus Selama Musim Haji 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Haji dan Umrah Ilegal yang dibentuk sejak 14 April 2026, meski belum genap satu bulan, telah menunjukkan hasil nyata dalam mencegah kejahatan terhadap calon jemaah haji Indonesia. Hal ini menegaskan kehadiran negara melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. […]

    Bagikan Berita:
  • Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 332
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa proses pencarian tiga jemaah haji asal Indonesia yang masih hilang di Tanah Suci kini memasuki tahap baru. Setelah lebih dari dua bulan dilakukan pencarian secara manual, pola pencarian diubah menjadi metode ante mortem dan post mortem dengan pencocokan DNA. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji […]

    Bagikan Berita:
  • BPK Ungkap Penyaluran Dana Haji Tidak Tepat Sasaran, Rp161,73 M Disalurkan ke Jemaah yang Tak Berhak

    BPK Ungkap Penyaluran Dana Haji Tidak Tepat Sasaran, Rp161,73 M Disalurkan ke Jemaah yang Tak Berhak

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 139
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap penggunaan dana haji yang tidak tepat sasaran dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M. Dalam temuannya, terdapat dana sebesar Rp161,73 miliar yang digunakan untuk membiayai jemaah yang tidak memenuhi kriteria keberangkatan. Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II-2025, BPK mencatat dana tersebut digunakan untuk mensubsidi 4.760 jemaah yang seharusnya tidak […]

    Bagikan Berita:
expand_less