Ada Serangan Drone ke Fasilitas Gardu Listrik Masjid Nabawi, Saudi Klaim Tidak Mengganggu Operasional Ibadah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- visibility 22
- print Cetak

Illustrasi Bendera Arab Saudi
MADINAH — Fasilitas gardu listrik yang memasok daya ke Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone yang diduga melibatkan kelompok Houthi asal Yaman. Meski satu transformator dilaporkan tidak dapat beroperasi, otoritas koalisi pimpinan Saudi menyatakan insiden tersebut tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Selasa (29/9/2026) itu menambah ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi, kelompok yang didukung Iran dan selama ini terlibat konflik berkepanjangan di Yaman.
Dilansir Reuters, Jumat (2/10/2026), koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan pemeriksaan terhadap puing-puing drone mengindikasikan keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap fasilitas kelistrikan di Madinah.
Gardu tersebut diketahui memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu tempat paling suci bagi umat Islam. Namun, menurut koalisi, kerusakan pada satu transformator tidak sampai melumpuhkan jaringan listrik secara keseluruhan.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak disebutkan adanya gangguan operasional ibadah di Masjid Nabawi akibat insiden itu.
Houthi Bantah Serang Fasilitas Listrik Madinah
Tuduhan Saudi tersebut dibantah pihak Houthi. Seorang sumber militer kelompok itu, sebagaimana dikutip kantor berita Saba yang dikelola Houthi, menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan.
Houthi juga menuding pernyataan Saudi berupaya menutupi apa yang mereka sebut sebagai kegagalan membuktikan tuduhan sebelumnya mengenai serangan terhadap Mekkah.
Koalisi pimpinan Saudi menyebut insiden di Madinah sebagai upaya kedua Houthi menargetkan Mekkah sejak 2017. Namun, Houthi membantah telah menargetkan Mekkah maupun situs suci Islam lainnya.
Ketegangan Saudi-Yaman Kembali Meningkat
Ketegangan kedua pihak kembali meningkat setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Juli 2026 dan mulai melancarkan serangan ke wilayah serta jalur pelayaran Saudi. Pada saat bersamaan, kelompok tersebut dilaporkan mencatat kemajuan teritorial di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman.
Arab Saudi merespons dengan serangan udara di Yaman dan mendukung pasukan pemerintah Yaman yang berupaya memukul mundur Houthi.
Beberapa jam setelah koalisi mengumumkan insiden di Madinah, pihak Houthi melaporkan serangan Saudi terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, serta sejumlah wilayah lain, termasuk Saada, Taiz, dan Amran. Saudi belum memberikan konfirmasi atas laporan serangan tersebut dalam pemberitaan yang dirujuk.
Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan telah melancarkan lebih dari 20 serangan udara terhadap posisi Houthi di Taiz. Sasaran yang disebutkan meliputi tempat penyimpanan rudal, pusat komando, dan sejumlah lokasi militer.
Rangkaian insiden tersebut menjadi eskalasi serius dalam konflik Saudi-Houthi sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022.
Di tengah saling tuding kedua pihak, kondisi jaringan listrik dan keberlangsungan aktivitas ibadah di Masjid Nabawi menjadi perhatian. Koalisi Saudi menyatakan akan terus mengambil langkah untuk melindungi situs-situs suci dan para peziarah.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
