Rahasia Marmer Masjidilharam di Makkah Tetap Sejuk Meski Suhu Panas Tembus 50 Derajat
- account_circle REDAKSI
- calendar_month Sel, 22 Jul 2025
- visibility 355

Lantai Masjidilharam di Makkah tetap sejuk meski cuaca terik menyentuh angka 50 derajat celcius.
SAUDI – Ada hal yang cukup unik dirasakan oleh jemaah khususnya saat berkunjung ke Masjidilharam di Makkah. Hal unik itu adalah lantai Masjidilharam yang terbuat dari marmer terasa sejuk meski cuaca cukup terik. Kenapa?
Padahal, suhu musim panas bisa menyentuh hingga 50 derajat celsius tentu sangat bisa mempengaruhi panasnya lantai. Tidak sedikit jemaah ketika di luar Masjidilharam, yang nekat berjalan tanpa alas kaki, harus mengalami kulit tapak kaki yang melepuh.
Tapi di Dalam Masjidilharam, meskipun sebagiannya beratapkan langit, lantainya tetap dingin. Mengapa demikian?
Jawabannya karena tempat yang suci itu menggunakan marmer langka dari Yunani.
Pertanyaan ini sebenarnya sudah terjawab sejak era Raja Khalid yang memerintahkan perluasan Masjidil Haram pada tahun 1396 H. Dua tahun kemudian, area thawaf diperluas seperti bentuk sekarang dan dilapisi marmer Thassos, yang terkenal dingin dan nyaman bahkan saat terik menyengat.
Menurut Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, rahasia lantai tetap dingin terletak pada jenis marmer yang digunakan. Marmer Thassos berasal dari Pulau Thassos di Yunani dan sudah digunakan selama beberapa dekade di Masjidil Haram.
Jenis marmer ini memiliki kemampuan unik: memantulkan cahaya dan panas, serta menyerap kelembapan di malam hari dan melepaskannya saat siang, lewat pori-pori halus di permukaannya. Ketebalan marmer yang dipasang mencapai 5 sentimeter, cukup untuk menyimpan kesejukan yang stabil sepanjang hari.
Disebutkan, marmer Thassos ini hanya digunakan secara khusus untuk dua masjid suci dan tidak digantikan dengan granit atau jenis marmer lain karena sifat reflektif dan pendinginnya yang superior.
Pulau Thassos sendiri berada di utara Yunani dengan luas sekitar 380 km². Marmer dari pulau ini dikenal karena warna putih kristalnya yang sangat murni, menjadikannya salah satu batu alam paling berkualitas di dunia.
Arab Saudi mengimpor marmer ini dalam bentuk bongkahan besar, lalu memprosesnya di pabrik khusus di bawah pengawasan teknisi ahli. Marmer dipotong dengan ukuran dan standar tertentu sebelum dipasang di halaman dan area thawaf Masjidil Haram.
Hasilnya bisa dirasakan langsung oleh jamaah: lantai yang tetap dingin, nyaman, dan menenangkan, bahkan ketika matahari menyengat dan suhu ekstrem melanda. Tak heran, banyak yang menyebutnya sebagai bagian dari kenyamanan spiritual di Tanah Suci.
- Penulis: REDAKSI



