Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » QRIS Bakal Bisa Dipakai di Tanah Suci, Terhubung dengan Kartu Nusuk

QRIS Bakal Bisa Dipakai di Tanah Suci, Terhubung dengan Kartu Nusuk

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 784
  • print Cetak

JAKARTA – Inovasi sistem pembayaran digital buatan Indonesia akan segera hadir di Tanah Suci. Bank Indonesia (BI) sedang mengupayakan agar sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) itu digunakan oleh jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, QRIS nantinya bakal terhubung bahkan terintegrasi langsung dengan Kartu Nusuk, yakni kartu identitas digital yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Melalui integrasi tersebut, QRIS akan menjadi dompet digital resmi jemaah Indonesia selama beribadah di Mekkah dan Madinah.

“Nusuknya tidak hanya untuk umrah, nusuknya bisa pakai QRIS sebagai e-wallet, bisa juga untuk membeli,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo saat membuka acara Karya Kreatif Indonesia 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis 7 Agustus 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari misi besar BI dalam memperluas konektivitas sistem pembayaran antarnegara.

Sebelumnya, QRIS sudah sukses digunakan lintas batas di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kini, Arab Saudi menjadi target strategis berikutnya—dengan potensi lebih dari satu juta jemaah Indonesia per tahun.

Tak hanya Arab Saudi, Perry juga menargetkan Jepang dan Cina sebagai negara berikutnya yang akan terhubung dengan sistem QRIS.

Uji coba penggunaan di Jepang akan dimulai 17 Agustus untuk tahap outbound, yaitu warga Indonesia yang bisa menggunakan QRIS untuk memindai QR code merchant Jepang. Tahap inbound, di mana warga Jepang dapat membayar di Indonesia menggunakan QR mereka, akan menyusul akhir tahun.

Cina juga sudah masuk radar dengan peluncuran sandbox uji coba QRIS-Cina yang dijadwalkan dimulai pada 17 Agustus 2025, mencakup kedua arah transaksi, inbound dan outbound.

Data BI menunjukkan bahwa QRIS saat ini telah menjangkau 57 juta pengguna, dengan 39,3 juta di antaranya adalah pelaku UMKM. Capaian ini membuktikan bahwa sistem pembayaran digital buatan dalam negeri bukan hanya efisien, tapi juga inklusif dan membuka akses global bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.

“UMKM bisa digital, bisa menembus pasar, tidak hanya lokal tapi juga ekspor,” ujar Perry optimis.

Integrasi Sistem QRIS Bank Indonesia dengan Arab

Saudi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi digital Syariah. Di tengah maraknya penggunaan e-wallet global seperti Apple Pay atau WeChat Pay, kehadiran QRIS di tanah suci menjadi simbol kemandirian teknologi nasional dan perluasan peran Indonesia dalam ekonomi digital dunia Islam.

Menuju Layanan Haji yang Modern dan Aman

Penggunaan QRIS oleh jemaah haji dan umrah bukan hanya soal efisiensi, tapi juga keamanan. Di tengah risiko kehilangan uang tunai atau pencurian, dompet digital yang terhubung dengan identitas resmi seperti Kartu Nusuk akan memberikan kenyamanan dan perlindungan tambahan bagi para jemaah.

Dengan inovasi ini, Indonesia tak hanya mengirim jemaah ke Tanah Suci, tapi juga mengirim teknologi dan standar digital yang bisa diadopsi secara global. QRIS di Masjidil Haram mungkin hanya awal dari babak baru kehadiran Indonesia di peta teknologi keuangan internasional.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Harus Pastikan Uang Jemaah Tidak Hangus Jika Opsi Pembatalan Haji 2026 Dipilih

    Pemerintah Harus Pastikan Uang Jemaah Tidak Hangus Jika Opsi Pembatalan Haji 2026 Dipilih

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 246
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menegaskan pemerintah harus memastikan dana jemaah tetap aman dan tidak hangus apabila Indonesia terpaksa memilih opsi pembatalan keberangkatan haji tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji. Lisda menyebut eskalasi konflik yang melibatkan beberapa negara […]

    Bagikan Berita:
  • Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 34
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dari sekitar 40 hari menjadi 30 hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya haji yang terus meningkat akibat pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Kepadatan di Masjidilharam

    Kemenhaj Catat 28.170 Jemah Umrah Telah Kembali Per 16 Maret 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 225
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah RI lewat Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah terus memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia yang terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam pemantauan intensif selama dua hari terakhir (15-16 Maret 2026), tercatat 2.248 jemaah umrah telah difasilitasi proses kepulangannya melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan […]

    Bagikan Berita:
  • Kisah Om Daeng Motoran dari Jakarta ke Tanah Suci, Tiba di Tanah Haram Setelah 7 Bulan Perjalanan

    Kisah Om Daeng Motoran dari Jakarta ke Tanah Suci, Tiba di Tanah Haram Setelah 7 Bulan Perjalanan

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 509
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Setelah menempuh perjalanan panjang penuh tantangan selama tujuh bulan, akhirnya Anshar atau yang akrab disapa Om Daeng tiba di Tanah Suci. Melalui unggahannya pada 29 Oktober 2025 lalu, Om Daeng menyampaikan kabar bahagia: dirinya sudah berada di Masjidilharam, menunaikan umrah setelah ribuan kilometer ia lewati dengan setia bersama motor metik kesayangannya, NMAX. Om […]

    Bagikan Berita:
  • Bayar Zakat Fitrah di Mana Saat Sedang Umrah Kemarin? Ini Aturannya Menurut Syariah

    Bayar Zakat Fitrah di Mana Saat Sedang Umrah Kemarin? Ini Aturannya Menurut Syariah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 227
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Seringkali banyak jemaah umrah, khususnya yang menjalankan i’tikaf di Tanah Suci, mengalami kebingungan ketika hendak menunaikan zakat fitrah maupun zakat mal. Pertanyaan yang kerap muncul adalah: apakah zakat harus dibayarkan di Arab Saudi, di tempat ia sedang berada, atau tetap disalurkan ke tanah air? Dalam literatur fikih klasik, persoalan ini sebenarnya telah dibahas […]

    Bagikan Berita:
  • Saudi Siapkan Proyek Kereta Cepat Land Bridge, Hubungkan Dua Kota yang Diantarai Laut Merah

    Saudi Siapkan Proyek Kereta Cepat Land Bridge, Hubungkan Dua Kota yang Diantarai Laut Merah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 387
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi tengah menyiapkan lompatan besar di bidang transportasi darat dengan proyek kereta cepat Land Bridge senilai US$7 miliar atau sekitar Rp112 triliun. Jalur ini akan menghubungkan Jeddah di Laut Merah dengan Dammam di Teluk Arab melewati ibu kota Riyadh, membentang sepanjang 1.500 kilometer. Proyek raksasa ini disebut-sebut sebagai “keajaiban gurun” yang akan memangkas […]

    Bagikan Berita:
expand_less