Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Jemaah Haji 2026 Bakal Gunakan QRIS di Arab Saudi untuk Transaksi

Jemaah Haji 2026 Bakal Gunakan QRIS di Arab Saudi untuk Transaksi

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 546
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Layanan pembayaran dengan memindai kode QR dari Bank Indonesia, yakni QRIS, tidak lama lagi Diterapkan di Arab Saudi Tahun 2026.

Setelah sukses memperluas jaringan hingga Korea Selatan, Bank Indonesia (BI) kini tengah menyiapkan langkah strategis memperluas layanan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard ke Arab Saudi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari program QRIS Global, yang ditujukan untuk mempermudah jamaah haji dan umrah Indonesia tahun 2026 dalam melakukan transaksi non-tunai selama berada di Tanah Suci.

Kerja sama ini terus dijajaki melalui pembahasan antara Bank Indonesia, Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA), dan sejumlah bank mitra yang akan menjadi penyalur transaksi.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebut bahwa uji coba QRIS internasional ke Arab Saudi sudah memasuki tahap akhir.

“Kita ingin jamaah bisa belanja, membayar penginapan, hingga membeli suvenir di Makkah dan Madinah cukup dengan satu aplikasi QRIS dari Indonesia,” ujarnya.

Cashless Society Makin Meluas

Setiap tahun, Indonesia mengirim lebih dari 200 ribu jamaah haji dan 1 juta jamaah umrah ke Arab Saudi. Selama ini, jamaah kerap membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang berisiko terhadap keamanan dan efisiensi pengeluaran.

Dengan penerapan QRIS, jamaah nantinya dapat bertransaksi secara digital, cepat, dan aman, hanya dengan memindai kode QR di merchant yang telah terhubung dengan sistem Saudi Payment Network (SPAN).

Transaksi akan dikonversi otomatis dari rupiah ke riyal Saudi (SAR) sesuai kurs harian, tanpa biaya tambahan yang memberatkan pengguna.

Selain itu, QRIS juga memungkinkan pelaku usaha di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menerima pembayaran dari wisatawan Indonesia tanpa perlu repot menukar mata uang.

Integrasi QRIS dalam Ekosistem Haji Digital

Implementasi QRIS di Arab Saudi sejalan dengan visi pemerintah Indonesia yang tengah mengembangkan ekosistem haji dan umrah digital.

Dalam ekosistem ini, jamaah bisa melakukan berbagai kegiatan seperti pendaftaran, pelunasan biaya haji, hingga transaksi di Tanah Suci secara digital dan terintegrasi.

Kementerian Agama bersama Bank Indonesia sedang menyusun sistem “Smart Hajj Payment Gateway” yang akan terhubung langsung dengan QRIS.

Dengan begitu, jamaah bisa menggunakan satu dompet digital yang berisi saldo rupiah untuk berbagai kebutuhan selama menjalankan ibadah.

Belajar dari Sukses QRIS di Negara Lain

Sebelumnya, ekspansi QRIS ke beberapa negara Asia seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Korea Selatan mendapat sambutan positif.

Di Thailand, penggunaan QRIS bahkan menyumbang peningkatan signifikan pada transaksi wisatawan Indonesia, terutama di sektor kuliner dan retail.

Melihat tren positif tersebut, Bank Indonesia yakin penerapan QRIS di Arab Saudi akan memberi dampak serupa, terutama karena jumlah jamaah haji dan umrah Indonesia termasuk terbesar di dunia.

Langkah Teknis Menuju Penerapan 2026

Untuk memastikan kesiapan sistem, Bank Indonesia saat ini tengah melakukan uji coba integrasi dengan sejumlah bank penyalur haji nasional, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat.

Selain itu, pihak Saudi juga menyiapkan infrastruktur QR di merchant sekitar wilayah ibadah utama, termasuk di Makkah, Madinah, dan Jeddah.

Targetnya, sistem QRIS lintas negara Arab Saudi–Indonesia sudah bisa diuji coba penuh menjelang musim Umrah Ramadhan 2026, sebelum diterapkan secara menyeluruh saat Haji 2026.

Transformasi Digital Layanan Haji

Selain kemudahan transaksi, QRIS juga akan terhubung dengan sistem pelaporan keuangan jamaah yang dikelola oleh Lembaga Tabung Haji Indonesia.

Dengan integrasi ini, pemerintah dapat memantau arus transaksi jamaah di luar negeri, sekaligus memastikan keamanan dana jamaah.

Langkah ini juga mendukung arah kebijakan transformasi digital nasional, di mana QRIS menjadi simbol inovasi keuangan inklusif buatan Indonesia yang kini menembus level global.

QRIS, dari Indonesia untuk Dunia

QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga representasi kemandirian teknologi finansial Indonesia.

Dengan hadirnya di Arab Saudi, Indonesia membuktikan diri sebagai pionir sistem pembayaran digital yang mampu menjangkau kebutuhan lintas budaya dan lintas negara.

“Ini bukan sekadar transaksi digital, tapi bentuk pelayanan nyata bagi jamaah Indonesia,” ujar Deputi Gubernur BI menutup konferensi pers.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bernia Wisata Layani Umrah Request KKSS Gorontalo

    Bernia Wisata Layani Umrah Request KKSS Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 455
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Meski baru saja diluncurkan, Bernia Wisata, perusahaan perjalanan umrah langsung tancap gas. Travel yang merupakan anak perusahaan Tazkiyah Group itu membuktikan layanan umrah request yang menjadi salah satu produk mereka. Bernia bakal memberangkatkan 12 imam asal Gorontalo pada Kamis, 10 Juli 2025. Hari ini para jemaah akan tiba di Makassar untuk menginap semalam […]

    Bagikan Berita:
  • Cerita Masyarakat Aceh Punya Aset Hotel di Saudi Jauh Sebelum Proyek Kampung Haji Indonesia

    Cerita Masyarakat Aceh Punya Aset Hotel di Saudi Jauh Sebelum Proyek Kampung Haji Indonesia

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 1
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Jauh sebelum pemerintah Indonesia menggagas proyek Kampung Haji di Arab Saudi, masyarakat Aceh telah memiliki sejarah panjang dalam mengelola aset wakaf produktif di Tanah Suci. Kisah tersebut bermula dari Habib Bugak Al Asyi, seorang pedagang asal Aceh yang datang ke Mekkah pada awal abad ke-19. Pada sekitar 1809 atau 1222 Hijriah, Habib Bugak […]

    Bagikan Berita:
  • Menhaj Mengaku Sudah Diwanti-wanti Arab Saudi Soal Kesehatan Jemaah Haji, Surat Sehat Tak Boleh Direkayasa

    Menhaj Mengaku Sudah Diwanti-wanti Arab Saudi Soal Kesehatan Jemaah Haji, Surat Sehat Tak Boleh Direkayasa

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 362
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Surat keterangan kesehatan jemaah haji harus benar-benar sesuai hasil pemeriksaan. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan bahwa dirinya sudah diwanti-wanti atau berkali-kali diingatkan oleh Pemerintah Arab Saudi terkait kesehatan tersebut. Hal itu disampaikan Gus Irfan, saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, pada Selasa 25 November 2025 di Jakarta. […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    200-an Pegawai Kemenag dan 50 Orang Pegawai Kemenkes Gabung di Kementerian Haji-Umrah

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 379
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan langkah besar dalam pembentukan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk. Salah satunya dengan menarik ratusan pegawai lintas kementerian. Menurut Dahnil, ada sekitar 200 pegawai dari Kementerian Agama (Kemenag) dan 50 pegawai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang akan […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah Asal Kuningan Batal Berangkat Gegara Visa Baru Terbit Saat Pesawat Lepas Landas

    Jemaah Umrah Asal Kuningan Batal Berangkat Gegara Visa Baru Terbit Saat Pesawat Lepas Landas

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 29
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus menunda keberangkatan ke Arab Saudi setelah visa mereka baru diterbitkan beberapa menit usai pesawat yang seharusnya mereka tumpangi lepas landas. Sebanyak 95 jemaah yang dijadwalkan berangkat menggunakan Saudia Airlines pada Jumat (31/7/2026) pukul 21.40 WIB gagal terbang karena visa umrah mereka belum terbit […]

    Bagikan Berita:
  • Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan

    Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 263
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan dari dan ke Arab Saudi memaksa sejumlah penyelenggara perjalanan umrah mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah. Salah satunya dilakukan SINT Travel, perusahaan travel umrah asal Makassar. Sejumlah jemaah SINT Travel yang dijadwalkan kembali ke Indonesia awal Maret 2026 terpaksa […]

    Bagikan Berita:
expand_less