Wamenhaj Saudi dan RI Diskusi Soal Dampak Kenaikan Bahan Bakar ke Tiket Pesawat
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 14

illustrasi penerbangan jemaah haji.(ist)
HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia (KSA), Dr Abdul Fatah Mushat, mengingatkan Indonesia untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global terhadap biaya penerbangan haji.
Kenaikan ini dinilai berpotensi memengaruhi harga tiket pesawat bagi jemaah.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral bersama Wakil Menteri Haji Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Madinah, Minggu 29 Maret 2026.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, dan diawali dengan ziarah serta salat Maghrib bersama di Raudhah, Masjid Nabawi.
Dalam keterangannya, Dahnil mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai aspek persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Ia menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, adalah keselamatan jemaah.
“Fokus utama kita adalah keamanan penerbangan dan kesiapan logistik pangan selama musim haji,” ujar Dahnil.
Menanggapi hal tersebut, Dr Abdul Fatah Mushat memastikan bahwa secara umum persiapan haji oleh pemerintah Arab Saudi telah berjalan matang dan tidak ada kendala berarti. Namun, ia menekankan satu hal krusial yang perlu diantisipasi bersama, yakni lonjakan harga BBM dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut penjelasannya, kenaikan harga bahan bakar ini bisa berdampak langsung pada biaya penerbangan. Kedua negara perlu mengantisipasi agar pelayanan penerbangan tetap optimal.
Selain isu transportasi, Dahnil juga menyoroti pentingnya ketahanan logistik pangan bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Berdasarkan kunjungannya ke sejumlah dapur penyedia katering, ia memastikan bahwa pasokan bahan makanan dalam kondisi aman.
“Saya melihat dapur-dapur katering telah memiliki stok bahan baku yang cukup hingga tiga bulan ke depan, termasuk persediaan makanan siap saji dalam berbagai kondisi,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan akan mendorong Kementerian Haji Indonesia untuk melakukan langkah mitigasi lebih lanjut guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pangan selama musim haji berlangsung.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi intensif antara Indonesia dan Arab Saudi guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh jemaah, di tengah tantangan global yang terus berkembang.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



