Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Saudi Akan Melewati Gerhana Bulan pada 7 September, Ini Tata Cara dan Doanya

Saudi Akan Melewati Gerhana Bulan pada 7 September, Ini Tata Cara dan Doanya

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 545
  • print Cetak

SAUDI – Gerhana bulan bakal terjadi, dan Arab Saudi termasuk negara yang mengalami fenomena tersebut, pada Minggu, 7 September 2025 atau 15 Rabiul Awwal 1447 H. Seperti diketahui, umat muslim punya ibadah khusus untuk menyambut peristiwa ini, yakni Salat Kusuf.

Otoritas Saudi memastikan dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, akan menggelar Salat Khusuf (salat gerhana bulan) berjamaah setelah salat Maghrib.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci menyebutkan ibadah ini dilaksanakan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadis sahih disebutkan:

“Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah dan dirikanlah salat hingga gerhana itu usai.” (HR Bukhari)

Imam di kedua masjid akan memimpin jamaah dalam salat dua rakaat gerhana bulan. Astronom Islam memastikan gerhana parsial akan tampak jelas dari wilayah Saudi pada malam tersebut.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)

Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami. Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Para ulama sepakat, salat gerhana lebih utama dilaksanakan berjamaah. Berikut ketentuannya:

Membaca niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Takbiratul ihram seperti salat biasa.

Membaca doa iftitah, taawudz, lalu surah Al-Fatihah dan surah panjang (disunnahkan membaca Al-Baqarah). Bacaan dilakukan dengan jahr (dikeraskan).

Rukuk pertama, kemudian bangkit i’tidal sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd.”

Membaca Al-Fatihah kembali, dilanjutkan surah panjang (misalnya Ali Imran).

Rukuk kedua, lalu bangkit i’tidal.

Sujud dua kali, diselingi duduk di antara dua sujud.

Rakaat kedua dilakukan seperti rakaat pertama: dua kali rukuk, sujud, lalu tasyahud akhir.

Salam untuk mengakhiri salat.

Selain itu, dianjurkan berdoa, berdzikir, mandi, sedekah, dan membaca takbir sebelum atau setelah salat. Imam juga disunnahkan menyampaikan khutbah singkat setelah salat, seperti halnya khutbah Id.

Salat Khusuf termasuk sunnah muakkad, sangat dianjurkan dikerjakan berjamaah di masjid jami. Dua masjid suci biasanya dipadati jamaah ketika fenomena langit besar terjadi, termasuk gerhana.

Fenomena langit 7 September ini juga menjadi pengingat spiritual bagi umat Muslim. Dengan hadirnya salat gerhana di Haramain, jutaan jamaah di seluruh dunia bisa ikut meneladani amalan Nabi SAW.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembenahan Struktur Kementerian Haji Umrah Bikin Penyelenggaraan Haji 2026 Tersendat

    Pembenahan Struktur Kementerian Haji Umrah Bikin Penyelenggaraan Haji 2026 Tersendat

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 573
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Setelah resmi berdirinya Kementerian Haji dan Umrah, para pejabat dan pegawai di lembaga negara tersebut kini harus berbenah. Pejabat-pejabat yang mengisi berbagai posisi harus dibereskan dahulu. Itu membuat penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sedikit tersendat. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan, untuk posisi Kepala Kementerian Haji dan Umrah di […]

    Bagikan Berita:
  • Pelaku Penggelapan Dana Haji Khusus Ditangkap di Bone, Sulsel

    Pelaku Penggelapan Dana Haji Khusus Ditangkap di Bone, Sulsel

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 436
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Polisi baru-baru ini menangkap seorang pria berinisial KA alias Kholil Abdullah (52) atas dugaan penipuan dan penggelapan dana haji plus milik warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Fantastisnya, uang dana haji khusus yang digelapkan pelaku senilai Rp 260 juta. Dana tersebut adalah setoran para calon haji khusus. Tapi digunakan pelaku untuk keperluan pribadi. […]

    Bagikan Berita:
  • Kloter 21 Tutup Pemberangkatan Haji Embarkasi Makassar Jumat 16 Mei

    Kloter 21 Tutup Pemberangkatan Haji Embarkasi Makassar Jumat 16 Mei

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 638
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Fase pemberangkatan gelombang pertama jemaah haji (JH) berangkat dari Embarkasi Makassar menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah akan berakhir besok, Jumat 16 Mei 2025, setelah pemberangkatan kloter terakhir, yakni 21. Sebelumnya, kloter Ke-20 telah diberangkatkan pada Kamis dini hari (15/5) dini hari, dengan jumlah jemaah sebanyak 393 orang asal […]

    Bagikan Berita:
  • HIMPUH Kritik Penggunaan Istilah ‘Kartel Haji’: Jangan Sampai Industri Haji-Umrah Diberi Stigma Negatif

    HIMPUH Kritik Penggunaan Istilah ‘Kartel Haji’: Jangan Sampai Industri Haji-Umrah Diberi Stigma Negatif

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 136
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengingatkan agar penggunaan istilah ‘kartel haji’ tidak dilakukan secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Kritik tersebut muncul setelah Menteri Haji dan Umrah RI serta Wakil Menteri Haji dan Umrah beberapa kali menggunakan frasa “kartel haji” saat menyinggung praktik-praktik ilegal yang merugikan jemaah. […]

    Bagikan Berita:
  • Adiwarman Karim, anggota Dewan Syariah Nasional MUI

    BP Haji dan BPKH Punya Potensi Berbahaya, Dewan Syariah Nasional: Kemenag dan DPR Perlu Tetap Mengontrol

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 671
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengawasan yang ketat terhadap Badan Pengelola Haji (BPH) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tetap perlu dilakukan. Dua lembaga itu, setelah resmi menjadi pengendali pelaksanaan haji di Indonesia, yang merupakan pemegang kuota terbesar Haji di dunia, punya potensi berbahaya. Jika tidak diawasi. Dalam seminar bertajuk “Menjaga dan Memperkuat Tata Kelola Perhajian di Indonesia” […]

    Bagikan Berita:
  • Kontrasnya Indonesia dan Bangladesh, Ketika Kuota Haji Tak Lagi Jadi Masalah, Tapi Tiket yang Diperebutkan

    Kontrasnya Indonesia dan Bangladesh, Ketika Kuota Haji Tak Lagi Jadi Masalah, Tapi Tiket yang Diperebutkan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 228
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Terjadi fenomena menarik terjadi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Bangladesh. Laporan media internasional mengungkap bahwa negara tersebut mengalami kesulitan dalam mengisi kuota haji yang telah diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dari kuota sekitar 127.000 hingga 130.000 jemaah, hanya sekitar 90.000 hingga 100.000 yang mendaftar dan berangkat. Artinya, puluhan ribu kuota haji […]

    Bagikan Berita:
expand_less