Empat Orang Rombongan Pengantar Calon Haji Meninggal Dunia, Akibat Mobil Tertabrak Kereta Argo Bromo
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 1

Illustrasi minibus di rel kereta api.
HAMRANEWS – Tragedi maut terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat 1 Mei 2026 dini hari. Sebuah mobil Toyota Avanza yang membawa rombongan keluarga pengantar jemaah calon haji tertabrak KA Argo Bromo Anggrek, mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 02.52 WIB saat mobil bernomor polisi H 1060 ZP melaju dari selatan ke utara menuju pendopo kabupaten. Rombongan berjumlah sembilan orang tersebut hendak mengantar salah satu anggota keluarga berangkat haji.
Namun saat melintasi rel di perlintasan swadaya tanpa penjagaan, dari arah barat melaju kereta Argo Bromo Anggrek jurusan Semarang–Surabaya. Kondisi cuaca berkabut tebal dengan jarak pandang terbatas diduga membuat pengemudi tidak menyadari kedatangan kereta.
Benturan keras tak terhindarkan. Mobil terseret hingga terpental sekitar 20 meter dan terperosok ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian.
Dari sembilan penumpang, empat orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk dua anak-anak. Sementara lima lainnya, termasuk pengemudi, mengalami luka-luka dan kini dirawat intensif di RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menyatakan seluruh korban merupakan satu keluarga besar yang tengah dalam perjalanan mengantar haji. Ia memastikan tidak ada calon jemaah haji di dalam mobil tersebut karena rombongan utama telah berangkat lebih dulu dengan kendaraan berbeda.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Pasca-insiden, kereta sempat berhenti luar biasa di Stasiun Kradenan untuk pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya yang tanpa palang pintu, dengan berhenti sejenak, melihat kanan dan kiri, serta memastikan jalur aman sebelum melintas.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



