Jemaah Umrah Asal Kuningan Batal Berangkat Gegara Visa Baru Terbit Saat Pesawat Lepas Landas
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus menunda keberangkatan ke Arab Saudi setelah visa mereka baru diterbitkan beberapa menit usai pesawat yang seharusnya mereka tumpangi lepas landas.
Sebanyak 95 jemaah yang dijadwalkan berangkat menggunakan Saudia Airlines pada Jumat (31/7/2026) pukul 21.40 WIB gagal terbang karena visa umrah mereka belum terbit hingga waktu boarding berakhir. Visa baru keluar sekitar pukul 22.00 WIB atau sekitar 20 menit setelah pesawat meninggalkan bandara.
Penyelenggara perjalanan menjelaskan keterlambatan tersebut dipicu gangguan teknis pada sistem penerbitan visa di Arab Saudi, sehingga maskapai tidak dapat menunda jadwal penerbangan.
Sementara itu, dari total 124 jemaah yang dijadwalkan berangkat, sebanyak 29 orang yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia berhasil terbang sesuai jadwal karena visa mereka telah terbit lebih awal.
Akibat insiden tersebut, sebagian jemaah memilih kembali ke Kabupaten Kuningan, sedangkan lainnya tetap bertahan di Jakarta sambil menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
Bupati Kuningan Turun Tangan
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Melalui sambungan video call pada Ahad (2/8/2026), ia berkomunikasi dengan keluarga jemaah, pihak biro perjalanan, serta Kepala Kantor Haji dan Umrah untuk memastikan penanganan masalah berjalan dengan baik.
Dian meminta pihak travel bertanggung jawab penuh dan memastikan seluruh hak jemaah tetap dipenuhi selama menunggu keberangkatan.
“Mudah-mudahan ada hikmahnya dan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi pada masa yang akan datang,” ujar Dian.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak travel telah berkomitmen tetap memberangkatkan seluruh jemaah secara bertahap. Proses keberangkatan ditargetkan rampung paling lambat pada 5 Agustus 2026.
Pemberangkatan dilakukan bergelombang karena terbatasnya ketersediaan kursi penerbangan pada awal Agustus.
“Tolong penuhi hak-hak para jamaah agar mereka segera berangkat ke Tanah Suci sesuai kesepakatan yang telah dibuat,” tegas Dian.
Ia juga meminta penyelenggara menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar persoalan administrasi, khususnya penerbitan visa, dapat diantisipasi lebih baik pada keberangkatan berikutnya.
Kementerian Ikut Membantu
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, Ahmad Fauzi, mengatakan pihak kementerian turut membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurutnya, Kasubdit Pembinaan Umrah Kementerian Agama RI bahkan menawarkan bantuan pengadaan tiket guna mempercepat proses pemberangkatan jemaah. Namun, keberangkatan tetap harus dilakukan secara bertahap mengikuti ketersediaan penerbangan.
Ahmad Fauzi juga mengimbau biro perjalanan untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka dengan para jemaah dan keluarganya agar situasi tetap kondusif.
“Saya mengimbau pihak travel agar terus membangun komunikasi yang terbuka dan persuasif kepada para jamaah maupun keluarganya sehingga situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” ujarnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
