38 Jemaah Umrah Riau Gagal Berangkat Padahal 3 Kali ke Bandara, Travel BMW Ternyata Tak Berizin
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

Logo Emblem Kementerian Haji dan Umrah
HAMRANEWS.ID – Sebanyak 38 calon jemaah umrah asal Riau harus menelan kekecewaan setelah gagal berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal. Persoalan ini mencuat setelah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau menemukan bahwa biro perjalanan yang memberangkatkan mereka, PT Brilian Mega Wisata (BMW), belum mengantongi izin resmi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
Puluhan calon jemaah tersebut sebelumnya telah mendatangi bandara pada 5 September 2026 dengan mengenakan pakaian lengkap untuk perjalanan umrah. Namun, keberangkatan yang dinantikan tak kunjung terlaksana.
Kepala Kanwil Kemenhaj Riau, Defizon, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para jemaah yang merasa dirugikan. Laporan itu ditindaklanjuti dengan memanggil pihak travel untuk dimintai keterangan.
“Informasi yang disampaikan sebanyak 38 jemaah gagal berangkat. Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan memanggil pihak travel untuk dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi,” ujar Defizon, Minggu (4/10/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, PT BMW diketahui pernah mengajukan dokumen perizinan sebagai PPIU ke Kanwil Kemenhaj Riau. Namun, proses tersebut belum tuntas karena belum melalui tahap visitasi.
Defizon menegaskan, pengajuan berkas maupun rekomendasi dari kantor wilayah tidak serta-merta menjadikan sebuah biro perjalanan berstatus sebagai penyelenggara umrah resmi. Legalitas baru berlaku setelah izin diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah.
“Setelah kami cek, PT BMW ini sudah pernah mengajukan berkas perizinan PPIU. Namun tetap belum memiliki izin karena belum dilakukan proses visitasi travel,” jelasnya.
Kemenhaj Dalami Nasib Jemaah
Kemenhaj Riau kini mendalami kronologi kegagalan keberangkatan, termasuk proses pendaftaran dan pembayaran. Pemeriksaan juga diarahkan untuk memastikan hak-hak 38 calon jemaah yang terdampak.
Defizon menegaskan pemerintah akan mengawal persoalan tersebut sesuai kewenangannya agar para jemaah memperoleh kepastian.
Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi umrah berharga murah atau janji keberangkatan cepat tanpa memeriksa legalitas penyelenggara.
“Pastikan travel tersebut memiliki izin resmi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Jangan hanya melihat harga atau promosi. Cek legalitasnya terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran,” pesannya.
Pihak Travel Akui Ada Kesalahan Teknis
Direktur PT BMW, Megawati, mengklaim pihaknya telah mengajukan persyaratan perizinan sejak tahun lalu, ketika kewenangan penyelenggaraan umrah masih berada di Kementerian Agama.
Terkait kegagalan keberangkatan 38 jemaah, Megawati mengaku telah menyampaikan permintaan maaf. Ia menyebut persoalan tersebut terjadi akibat kesalahan teknis.
“Saat ini saya sedang berusaha untuk memberangkatkan mereka. Berbagai upaya sedang saya lakukan,” ujarnya.
Hingga kini, Kemenhaj Riau masih melakukan pemeriksaan, sementara kepastian jadwal keberangkatan 38 calon jemaah tersebut belum disampaikan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
