Kemenlu RI Konfirmasi 3 WNI Korban Serangan Houthi di Bandara Riyad dan Sempat Dirawat
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Arrmanatha Nasir, mengaku pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan situasi di Arab Saudi setelah kelompok Houthi melakukan penyerangan beberapa waktu lalu.
Diketahui, sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) terluka saat Houthi menyerang bandara internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 Oktober lalu.
“Kita tentunya terus memantau situasi di sana,” ujar Arrmanatha saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Arrmanatha menyebut Kedutaan Besar Indonesia di negara-negara terdampak perang kawasan Timur Tengah dalam posisi siaga, sambil mencermati eskalasi perang.
Menurutnya, pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan negara-negara kawasan dan menyampaikan bahwa jumlah WNI di negara terdampak perang cukup besar.
“Seluruh perwakilan kita di sana itu pada siaga, jadi laporan perkembangan selalu dilaporkan ke pusat dan kita koordinasi. Jadi, kami terus memantau situasinya,” tuturnya.
Baca Juga: Militer Yaman-Houthi Saling Serang, Picu Ledakan Hebat di Perbatasan Yaman | SAPA PAGI
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi 2 WNI menjadi korban akibat serangan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh pada Minggu (11/10).
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengungkap Kemlu Arab Saudi pada Selasa (13/10) melaporkan, dua WNI mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.
Namun, ia menyebut kondisi WNI yang menjadi korban luka tersebut sudah boleh pulang.
“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026,” kata Heni, Rabu (14/10), via Antara.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
