Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Antrean Haji Tembus 26 Tahun, Pedagang Kelapa Tua Boyong 35 Anggota Keluarganya Daftar ke Tanah Suci

Antrean Haji Tembus 26 Tahun, Pedagang Kelapa Tua Boyong 35 Anggota Keluarganya Daftar ke Tanah Suci

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • visibility 212

HAMRANEWS – Panjangnya masa tunggu haji yang kini mencapai sekitar 26 tahun mendorong kesadaran baru di tengah masyarakat untuk mendaftar sejak usia dini. Kesadaran ini mendorong seorang pedagang kelapa tua di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Haji M Ali, yang mendaftarkan puluhan anggota keluarganya sebagai calon jemaah haji.

Suasana Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gowa di Jalan Masjid Raya, Somba Opu, Selasa 13 Januari 2026mendadak ramai. Sejak pagi, rombongan besar keluarga Haji Ali sudah memadati halaman kantor yang baru sehari resmi ditempati tersebut.

Dengan lima mobil dan belasan sepeda motor, Haji Ali datang bersama anak, cucu, hingga keponakannya. Mereka bahkan telah berkumpul sebelum loket pendaftaran dibuka.

Pada pendaftaran kali ini, Haji Ali sekaligus mendaftarkan 24 orang anggota keluarganya. Sebelumnya, ia telah lebih dulu mendaftarkan 11 orang. Total, sebanyak 35 anggota keluarga kini tercatat sebagai calon jemaah haji.

“Sekarang daftar tunggu lama sekali. Jadi saya pikir lebih baik anak dan cucu didaftarkan sejak sekarang. Nanti pas mereka dewasa, sudah ada panggilan,” ujar Haji Ali, dikutip dari Tribun Timur.

Pria asal Bone yang merantau ke Gowa sejak 1983 itu dikenal sebagai pedagang kelapa tua. Usaha sederhana tersebut telah ia tekuni puluhan tahun dan kini diteruskan oleh anak serta cucunya.

Dari hasil berjualan kelapa, Haji Ali menabung sedikit demi sedikit. Setoran tabungan dilakukan secara bertahap oleh anggota keluarga dan dikelola bersama sebagai tabungan haji.

“Ada yang setor satu juta, ada yang tiga juta. Semua diniatkan tabungan haji,” tuturnya.

Menurut Haji Ali, ibadah haji bukan soal besarnya harta, melainkan kekuatan niat dan kesabaran menunggu.

“Haji itu bukan karena banyak uang, tapi niat. Kalau soal uang, mungkin saya tidak bisa berangkat,” ucapnya.

Haji Ali sendiri telah dua kali menunaikan ibadah haji, masing-masing pada 1996 bersama istrinya dan 2005 bersama anaknya. Pengalaman itulah yang mendorongnya menanamkan cita-cita berhaji sejak dini kepada anak cucunya.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kabupaten Gowa, Haji Alim Bahri, mengaku peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang jarang ditemui.

“Ini pertama kali kami melayani pendaftaran satu keluarga dalam jumlah sebesar ini. Prosesnya berjalan lancar dan semua persyaratan lengkap,” katanya.

Menurut Alim Bahri, langkah Haji Ali mencerminkan meningkatnya literasi masyarakat terhadap sistem antrean haji nasional.

“Dengan masa tunggu sekitar 26 tahun, mendaftarkan anak sejak usia belia adalah langkah strategis. Setidaknya mereka sudah mengantongi kursi haji, dengan perkiraan keberangkatan sekitar tahun 2051,” jelasnya.

Ia menilai kisah Haji Ali layak menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, bahwa perencanaan ibadah haji bisa dilakukan siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Berdasarkan data Kemenhaj Gowa, hingga akhir Desember 2025 tercatat sekitar 1.166 jemaah telah melunasi biaya haji 2026, dari total 1.413 jemaah calon haji di daerah tersebut.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prosedur Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Ditutup demi Keadilan Antrean

    Prosedur Lunas Tunda Ganti Haji Khusus Resmi Ditutup demi Keadilan Antrean

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 246
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menutup mekanisme ‘lunas tunda ganti’ dalam penyelenggaraan haji khusus. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan dalam tata kelola keberangkatan jemaah, khususnya dalam memberi keadilan pada antrean haji. Sebelumnya, skema lunas tunda ganti memungkinkan jemaah yang telah melunasi biaya haji khusus untuk menunda keberangkatan dan posisinya digantikan dengan nama lain, […]

    Bagikan Berita:
  • Evaluasi Haji 2025: Petugas Haji Perempuan Perlu Ditambah, Toilet Wanita Diperbanyak

    Evaluasi Haji 2025: Petugas Haji Perempuan Perlu Ditambah, Toilet Wanita Diperbanyak

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 448
    • 0Komentar

    JAKARTA – Salah satu evaluasi penting dan mendesak dari pelaksanaan haji tahun 2025 adalah pelayanan untuk perempuan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyebut, pelayanan perlu lebih inklusif terhadap perempuan, mengingat jumlah perempuan mencapai 55–60 dari total jemaah haji. Selain perempuan, dia juga mendesak agar pelayanan lebih inklusif bagi untuk lansia, […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Tidak Perlu Repot Urusan Bagasi: Tinggal Belanja, Barang Langsung Dikirim ke Tanah Air

    Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Tidak Perlu Repot Urusan Bagasi: Tinggal Belanja, Barang Langsung Dikirim ke Tanah Air

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 446
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Managing Director Tazkiyah Group, H. Adnan Syamsuddin, mengungkapkan salah satu strategi yang diterapkan pihaknya memudahkan para jemaah haji khusus dengan membangun kerja sama dengan PT Pos terkait pengiriman barang belanjaan jemaah. Dengan kerja sama tersebut, Jemaah tidak lagi repot membawa sendiri barang-barang belanjaannya. Mereka tinggal pilih barang yang mau dibeli di Madinah, barang-barang […]

    Bagikan Berita:
  • Sebelum Puncak Haji, Jemaah Tazkiyah Tour Aktif Berjalan Kaki demi Menjaga Kondisi Fit

    Sebelum Puncak Haji, Jemaah Tazkiyah Tour Aktif Berjalan Kaki demi Menjaga Kondisi Fit

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 32
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Menjelang puncak ibadah haji 2026, jemaah haji khusus Tazkiyah Tour aktif menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Salah satu aktivitas yang rutin dilakukan adalah berjalan kaki beberapa kilometer setiap hari. Usai menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi, para jemaah tidak langsung kembali ke Hotel Al Haram. […]

    Bagikan Berita:
  • Calon Jemaah Haji Mulai Melaksanakan Umrah Wajib, Ini Ketentuan Yang Harus Dipatuhi Menurut Kemenhaj

    Calon Jemaah Haji Mulai Melaksanakan Umrah Wajib, Ini Ketentuan Yang Harus Dipatuhi Menurut Kemenhaj

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 29
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Calon jemaah haji Indonesia mulai memasuki tahapan pelaksanaan umrah wajib setelah tiba di Makkah, khususnya bagi jemaah gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menerbitkan sejumlah ketentuan untuk memastikan ibadah berjalan tertib, aman, dan nyaman. Melalui informasi resmi yang disampaikan Kemenhaj RI, pelaksanaan umrah wajib diatur berdasarkan […]

    Bagikan Berita:
  • Khutbah Jumat di Masjidilharam dan Nabawi Bisa Didengarkan Dalam Bahasa Indonesia, Ini Caranya

    Khutbah Jumat di Masjidilharam dan Nabawi Bisa Didengarkan Dalam Bahasa Indonesia, Ini Caranya

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 476
    • 0Komentar

    MADINAH – Bagi jemaah haji dan umrah Indonesia yang beribadah di Masjidil Haram, Makkah, atau Masjid Nabawi, Madinah, tidak perlu khawatir lagi ketinggalan makna khutbah Jumat. Meski khatib menyampaikannya dalam bahasa Arab, isi khutbahnya bisa disimak langsung dalam bahasa Indonesia lewat HP. Fasilitas ini disediakan oleh pihak pengelola dua masjid suci, agar jamaah dari berbagai […]

    Bagikan Berita:
expand_less