Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Masjidilharam Kini Lebih Lowong, Setelah Haji Tidak Resmi Benar-benar Dilarang

Masjidilharam Kini Lebih Lowong, Setelah Haji Tidak Resmi Benar-benar Dilarang

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
  • visibility 661
  • print Cetak

SAUDI – Kondisi Masjidilharam, tempat umat muslim menunaikan salah satu rukun Haji, kini menjadi lebih lowong. Para jemaah haji merasakan bisa beribadah dengan tenang, dan tidak sesak seperti tahun tahun sebelumnya.

Kondisi ini disampaikan seorang jemaah haji melalui akun medsos _awe74, mengungkapkan kondisi di Masjidilharam suasana lebih sepi tan rapi. Jemaah tersebut terlihat bersama dengan Kiyai Amirullah Amri, Ketua Komisi Dakwah MUI Sulawesi Selatan.

“Alhamrulillah, Masjidilharam suasananya sangat rapi, sepi, pelataran kosong setelah yang boleh masuk (Masjidilharam) adalah (pengguna) visa haji resmi. Tidak ada crowded,” ungkap jemaah dalam video tersebut.

Sementara itu, Kiyai Amirullah Amri, mengungkapkan pengalamannya, bahwa tahun ini Saudi sangat ketat melarang orang-orang yang bukan pengguna Visa Haji untuk masuk di Masjidilharam.

“Jangan coba-coba kalau bukan visa haji. Saya saja, tadi malam, sopir
sopir saya, tidak ada tasrehnya (Surat Izin Resmi dari Pemerintah Saudi). Akhirnya disuruh pulang. Terpaksa saya ganti mobil,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, menyampaikan imbauan kepada calon jemaah haji non-reguler untuk berpikir matang-matang.

“Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, aturannya sangat ketat. Kita niatnya mencari kepuasan batin, tapi kalau tidak sesuai aturan, justru bisa terlantar,” ujar Menteri Nasaruddin.

Nasauddin menjelaskan bahwa calon jemaah tanpa visa haji resmi tidak akan diizinkan masuk ke wilayah Masjidilharam. Bahkan, jika turun dari bus tanpa visa resmi, mereka akan langsung diminta kembali. Hal ini membuat suasana di sekitar Ka’bah lebih lengang, karena umrah pun sudah tidak diizinkan pada musim haji.

“Saya imbau, kalau ada yang menjanjikan bisa berangkat haji tanpa jalur resmi, lebih baik dihindari. Banyak yang terlunta-lunta di sana karena tertipu janji manis oknum tertentu. Hotel-hotel juga sudah penuh, akhirnya banyak yang terlantar,” tambahnya.

Cuma Lima Jenis Visa yang Boleh Berhaji

Senada dengan imbauan tersebut, KJRI Jeddah juga mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) untuk hanya mengikuti penyelenggara resmi dan mematuhi ketentuan dari pemerintah Arab Saudi.

“Ini untuk memastikan pelaksanaan haji pada 1446 Hijriah/2025 Masehi dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman,” ujar KJRI dalam keterangan resmi, Selasa (15/04).

KJRI juga memaparkan enam jenis praktik haji berdasarkan jenis visa yang berlaku:

Haji Reguler dan Khusus: Diselenggarakan pemerintah Indonesia dengan kuota resmi dari Arab Saudi.

Haji Mujamalah: Berdasarkan undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi, dikelola sepenuhnya oleh pemerintah Saudi.

Haji Furoda: Menggunakan visa haji resmi dari Arab Saudi yang diperoleh melalui pembelian paket di aplikasi Nusuk.

Fasilitas Haji Dakhili: Ditujukan untuk warga lokal atau ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi.

Visa Kerja Musiman: Visa ini hanya untuk bekerja selama musim haji dan tidak sah digunakan untuk beribadah haji.

Terkait Modus Visa Dakhili untuk WNI di Luar Negeri, diingatkan bahwa saat ini ,arak praktik jual-beli fasilitas haji dakhili di luar Arab Saudi. WNI datang lebih awal ke Saudi untuk mendapatkan visa kerja, lalu kembali ke Indonesia dan membeli paket haji melalui aplikasi. Namun, sering terjadi wanprestasi dari pihak sponsor, sehingga jemaah kesulitan untuk pulang.

Dengan semakin ketatnya pengawasan dan aturan dari pemerintah Arab Saudi, masyarakat diimbau untuk tidak tergiur tawaran haji instan yang berpotensi menyalahi hukum dan menyulitkan jemaah.

“Daripada terlunta-lunta, lebih baik hindari tawaran yang tidak resmi,” tegas Menteri Agama.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Calon Jemaah Umrah di Jombang Gagal Berangkat, Dua Perwakilan Travel Diamankan Polisi

    Ratusan Calon Jemaah Umrah di Jombang Gagal Berangkat, Dua Perwakilan Travel Diamankan Polisi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 60
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Sekitar 200 calon jemaah umrah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga gagal berangkat ke Tanah Suci pada Minggu 30 Agustus 2026. Para jemaah sebelumnya telah berkumpul sejak dini hari, namun hingga waktu keberangkatan tidak mendapatkan kepastian mengenai penerbangan maupun visa. Situasi ini memicu keributan akibat kekecewaan jemaah yang sudah berkumpul lama di kawasan […]

    Bagikan Berita:
  • Lebaran Haji 2026, Ini Jadwal dan Rencana Perjalanan Jemaah dari Asrama hingga Pulang ke Tanah Air Tahun Depan

    Lebaran Haji 2026, Ini Jadwal dan Rencana Perjalanan Jemaah dari Asrama hingga Pulang ke Tanah Air Tahun Depan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 974
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia merilis jadwal perjalanan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Melalui unggahan di akun Instagram resmi @kemenhaj.ri, pemerintah mengumumkan bahwa gelombang pertama jemaah haji akan berangkat pada 22 April 2026, sementara pemulangan terakhir dijadwalkan 1 Juli 2026. Gelombang pertama jemaah akan diberangkatkan dari Tanah Air menuju […]

    Bagikan Berita:
  • Illustrasi wanita lansia Indonesia sedang menatap layar ponselnya. Kebijakan war tiket dinilai akan merugikan pihak yang sulit mengakses internet, termasuk lansia.

    Polemik Jika ‘War Ticket’ Haji Diterapkan, Akses Internet Belum Merata Memicu Ketidakadilan

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 230
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Ketua Komisi Nasional Haji, Mustolih Siradj, menilai pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) krusial jika ingin menerapkan sistem ‘war ticket’ dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Menurut Mustolih, aspek paling mendasar yang harus dibenahi adalah kekuatan sistem teknologi informasi (IT). Ia mengingatkan, skema “war ticket” berpotensi memicu lonjakan akses secara masif dalam […]

    Bagikan Berita:
  • Rupiah Melemah hingga Avtur Naik Bikin Penghitungan Biaya Haji 2027 Lebih Berat

    Rupiah Melemah hingga Avtur Naik Bikin Penghitungan Biaya Haji 2027 Lebih Berat

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 95
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M berpotensi mengalami penyesuaian seiring meningkatnya berbagai komponen biaya penyelenggaraan haji. Hal itu disampaikan Menhaj saat membuka Evaluasi Penguatan Layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Kalimantan Selatan dan Embarkasi Banjarmasin Tahun 1447 H/2026 M di Banjarbaru, Kamis […]

    Bagikan Berita:
  • Penyelenggara Haji Khusus Diminta Pemerintah Pakai Penerbangan Langsung ke Saudi

    Penyelenggara Haji Khusus Diminta Pemerintah Pakai Penerbangan Langsung ke Saudi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 229
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun di tengah konflik Timur Tengah. Pemerintah sendiri mengantisipasi dampaknya dengan mendorong jemaah haji khusus untuk beralih ke penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko perjalanan. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyebut, langkah ini diambil menyusul masih adanya rute transit yang dinilai belum sepenuhnya […]

    Bagikan Berita:
  • Sejumlah CJH Asal Maros Menunda Keberangkatan Haji Tahun 2026

    Sejumlah CJH Asal Maros Menunda Keberangkatan Haji Tahun 2026

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 385
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sedikitnya 19 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Maros menunda dan membatalkan keberangkatan haji pada musim haji tahun ini. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan, ada yang batal karena wafat dan tidak memiliki ahli waris. “Ada yang batal karena sakit, serta ada juga yang menunda karena menunggu mahram,” […]

    Bagikan Berita:
expand_less