Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6

HAMRANEWS – Bagi jamaah yang berada di Masjidil Haram, momen salat jenazah adalah salah satu pengalaman spiritual yang penting.
Tidak sedikit jamaah yang awalnya kebingungan mengenali tanda-tanda dimulainya salat ini, karena berbeda dengan salat fardhu pada umumnya.
Panggilan Khas Tanpa Adzan dan Iqamah
Berbeda dari salat wajib, salat jenazah di Masjidil Haram tidak diawali dengan adzan atau iqamah. Sebagai gantinya, muazin akan mengumumkan dengan kalimat:
“Ash-shalatu ‘alal amwati yarhamukumullah”
(Dirikanlah shalat mayit –untuk banyak jenazah, semoga Allah Swt merahmati kalian )
Panggilan ini biasanya terdengar tepat setelah salat fardhu selesai, dan menjadi tanda bahwa salat jenazah akan segera dilaksanakan.
Mengenali Jenis Panggilan Berdasarkan Jenazah
Muazin juga terkadang menyebutkan jenis jenazah yang akan disalatkan. Berikut beberapa variasinya:
“Ash-sholatu ‘alal mayyiti…” → untuk jenazah laki-laki
“Ash-sholatu ‘alal mayyitati…” → untuk jenazah perempuan
“Ash-sholatu ‘alat thifli…” → untuk jenazah anak-anak
“Ash-sholatu ‘alal amwat…” → untuk banyak jenazah sekaligus (perempuan dan laki laki)
“Ash-sholatu ‘alal amwat, watthifli (untuk banyak jenazah dan anak anak).
Menariknya, di Masjidil Haram sering kali terdapat lebih dari satu jenazah dalam satu pelaksanaan salat.
Tata Cara Singkat Salat Jenazah
Salat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dibandingkan salat biasa. Pelaksanaannya dilakukan dengan berdiri tanpa ruku’ dan sujud, serta terdiri dari empat kali takbir:
Takbir pertama: membaca Al-Fatihah
Takbir kedua: membaca shalawat kepada Nabi
Takbir ketiga: membaca doa untuk jenazah
Contoh: Allahummaghfirlahu warhamhu…
Takbir keempat: doa penutup, kemudian salam
Keutamaan Mengikuti Salat Jenazah
Mengikuti salat jenazah di Masjidil Haram memiliki keutamaan besar. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama Muslim, ibadah ini juga diyakini mendatangkan pahala yang sangat besar bagi jamaah yang ikut mensalatkan.
Memahami panggilan ini penting bagi jamaah, terutama yang baru pertama kali berkunjung ke Masjidil Haram. Dengan mengenal ciri-cirinya, jamaah tidak akan lagi kebingungan dan bisa langsung ikut serta dalam salah satu ibadah penuh keutamaan ini.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



