Mulai 2026, Jemaah RI Nikmati Hotel Milik Danantara 500 Meter dari Masjidil Haram Berkapasitas 25 Ribu Orang
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- visibility 49

Hotel-hotel di Makkah
HAMRANEWS – Pemerintah memastikan sebagian Kompleks Haji Indonesia di Makkah mulai bisa digunakan pada musim haji 2026. Hotel yang telah dibeli dan dimenangkan dalam proses lelang akan difungsikan lebih dulu untuk menampung hingga 24–25 ribu jemaah haji Indonesia, sebelum pembangunan kawasan terpadu Kampung Haji Indonesia rampung sepenuhnya.
Kepastian ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto membeli hotel dan lahan di Makkah bukan sekadar investasi jangka panjang, melainkan solusi langsung atas persoalan jarak dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.
“Hotel yang sudah jadi itu Insya Allah tahun ini sudah bisa kita pergunakan. Sementara akan menampung sekitar 24.000 sampai 25.000 jemaah,” ujar Prasetyo usai retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Tak hanya itu, Pemerintah Arab Saudi juga memberikan hak istimewa kepada Indonesia untuk memilih lokasi lahan paling strategis. Presiden Prabowo kemudian memutuskan memilih lahan berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram, jauh lebih dekat dibandingkan pemondokan jemaah Indonesia selama ini yang berada di kisaran 4,5 hingga 6 kilometer.
“Kurang lebih 500 meter dari Masjidil Haram. Di situlah nanti kita bangun Kampung Haji Indonesia,” kata Prasetyo.
Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi Kompleks Haji Indonesia terpadu, mencakup hotel, pusat perbelanjaan, klinik kesehatan, hingga food court yang diharapkan menjadi ruang nyaman bagi jemaah haji maupun umrah asal Indonesia.
Prasetyo menekankan, potensi pemanfaatan kawasan ini tidak hanya saat musim haji. Dengan jumlah jemaah umrah Indonesia yang hampir menyentuh 1,8 juta orang per tahun, keberadaan kompleks tersebut dinilai strategis secara ibadah maupun ekonomi.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah telah membeli Novotel Thakher Makkah beserta lahan seluas sekitar lima hektare. Hotel ini memiliki 1.461 kamar di tiga menara, dengan kapasitas awal 4.383 jemaah.
Dalam rencana pengembangan lanjutan, pemerintah akan menambah 13 menara baru, sehingga total kapasitas meningkat menjadi 6.025 kamar. Nilai pembelian hotel dan lahan mencapai sekitar US$ 500 juta, sementara pengembangan lanjutan diperkirakan membutuhkan investasi tambahan US$ 700–800 juta.
Dengan skema bertahap ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan kualitas layanan jemaah haji Indonesia, dimulai dari musim haji terdekat, bukan sekadar wacana jangka panjang.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



