Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 517
  • print Cetak

JAKARTA – Anggaran penyelenggaraan ibadah haji punya potensi kebocoran yang nilainya tidak main-main. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan hitung-hitungannya terkait potensi kebocoran dana haji yang bisa mencapai Rp 5 triliun per tahun.

Menurut Gus Irfan, angka tersebut bukan hasil dugaan sembarangan, melainkan berdasarkan kalkulasi para peneliti dan ahli keuangan yang mengamati perputaran dana besar dalam pelaksanaan haji.

“Itu adalah potensi, kemungkinan akan terjadi seperti itu. Karena perputaran uang di haji sekitar Rp 17 sampai Rp 20 triliun. Para peneliti mengatakan bahwa kebocoran yang terjadi anggaran di Indonesia adalah 20-30 persen,” ujar Gus Irfan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat 3 Oktober 2025.

Dari hitungan tersebut, kata Gus Irfan, potensi kebocoran bisa menembus Rp 5 triliun per tahun. Meski begitu, ia menegaskan, angka itu masih bersifat perkiraan dan harus dibuktikan lewat penyelidikan aparat penegak hukum.

“Nah, kita kalau menggunakan angka itu, kemungkinan akan terjadi sekitar Rp 5 T, itu ketemunya. Tapi itu hanya potensi, kita perlu nanti teman-teman dari APH mungkin yang menelisik kemungkinan temuan seperti itu,” tambahnya.

Hitungan Wamen Haji: 20 Hingga 30 Persen Bocor di Pengadaan

Pernyataan Gus Irfan sejalan dengan penjelasan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengungkapkan bahwa dari total biaya haji sebesar Rp 17 triliun untuk 203 ribu jemaah, kebocoran bisa muncul di tahap pengadaan barang dan jasa.

“Total biaya haji yang memberangkatkan 203 ribu orang itu ke sana itu totalnya sekitar Rp 17 triliunan dan Rp 17 triliunan itulah yang harus diawasi oleh teman-teman kejaksaan supaya kemudian tidak lagi terjadi kebocoran,” kata Dahnil di Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Menurut Dahnil, jika kebocoran di kisaran 20–30 persen benar terjadi, nilainya sangat besar. Ia pun berkomitmen untuk menekan potensi penyimpangan tersebut demi efisiensi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

“Kalau kebocoran 20 sampai 30 persen dari Rp 17 triliun itu berarti per tahun terjadi kebocoran hampir Rp 5 triliunan dan itulah yang hari ini ingin kami tekan semaksimal mungkin bila perlu nol kebocoran,” tegasnya.

Menanggapi isu ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak tinggal diam. Lembaga antirasuah itu siap melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap penyelenggaraan haji untuk meminimalkan kebocoran dana di masa depan.

“Dari sisi pencegahannya, kami di KPK itu ada Deputi Pencegahan dan Monitoring, Deputi Gahmon, di mana salah satunya ada Direktorat Monitoring,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Kamis (2/10) dikutip detikNews.

KPK juga berencana menyusun laporan dan menyerahkannya kepada Kementerian Haji agar sistem pengawasan bisa diperkuat secara struktural.

“Sehingga dalam pelaksanaan haji di tahun berikutnya, misalkan tahun 2026 dan seterusnya, kebocoran-kebocoran itu bisa diantisipasi, dibuatkan SOP-nya, atau mungkin juga kalau terjadi fraud oleh beberapa tempat atau beberapa orang atau beberapa kelompok,” pungkas Asep.

Pernyataan para pejabat tersebut menegaskan bahwa sektor penyelenggaraan haji memerlukan pengawasan ekstra ketat. Dengan dana yang berputar hingga puluhan triliun rupiah, sedikit saja kelalaian bisa berdampak besar bagi jemaah dan keuangan negara.

Langkah Kementerian Haji yang menggandeng aparat penegak hukum dan KPK diharapkan dapat menjadi awal dari reformasi tata kelola dana haji yang lebih transparan, efisien, dan bebas kebocoran.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Risiko Telat Bayar ke Saudi, Anggota DPR Usul Bentuk Tim Khusus Verifikasi Data

    Risiko Telat Bayar ke Saudi, Anggota DPR Usul Bentuk Tim Khusus Verifikasi Data

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 366
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Risiko keterlambatan pembayaran layanan haji ke Arab Saudi kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua MPR sekaligus anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengusulkan pembentukan tim khusus verifikasi demi mencegah terhambatnya proses Pengembalian Keuangan (PK) jemaah haji khusus yang berpotensi berdampak pada pembayaran kontrak layanan di Tanah Suci. HNW […]

    Bagikan Berita:
  • Bupati Bulukumba Lepas Jemaah Umrah SINT Travel

    Bupati Bulukumba Lepas Jemaah Umrah SINT Travel

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle MUHAMMAD FADLI
    • visibility 503
    • 0Komentar

    BULUKUMBA — Bukan hari biasa untuk puluhan warga Kabupaten Bulukumba. Rabu, 1 Oktober 2025, mereka memukai perjalanan umrah dengan seremoni yang khusus. Jika biasanya kita hanya sering melihat seorang bupati melepas calon jemaah haji, kali ini calon jemaah umrah. Momen istimewa itu terjadi di Masjid Agung Bulukumba. Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba melakukan pelepasan […]

    Bagikan Berita:
  • KPK Duga Ribuan Kuota Haji Tambahan Diperjualbelikan ke Jamaah Baru yang Mau Langsung Berangkat

    KPK Duga Ribuan Kuota Haji Tambahan Diperjualbelikan ke Jamaah Baru yang Mau Langsung Berangkat

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 493
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 terus ditindaklanjuti penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK menduga ribuan kuota haji tambahan tahun 2024 tersebut tidak didistribusikan sebagaimana mestinya, melainkan diperjualbelikan oleh sejumlah biro perjalanan haji dan umrah. Skema ini membuat calon jamaah baru bisa langsung berangkat ke Tanah Suci tanpa harus mengantre bertahun-tahun seperti jamaah reguler. […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Bakal Kembangkan Energi Berbasis Nuklir Setelah Dapat ‘Lampu Hijau’ dari AS

    Arab Saudi Bakal Kembangkan Energi Berbasis Nuklir Setelah Dapat ‘Lampu Hijau’ dari AS

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 71
    • 0Komentar

    HANRANEWS.ID – Arab Saudi selangkah lebih dekat mewujudkan ambisinya mengembangkan energi berbasis nuklir setelah memperoleh persetujuan melalui kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut dinilai menjadi kemenangan strategis bagi Riyadh, meski masih harus melewati proses peninjauan di Kongres AS. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ), perjanjian berdurasi 30 tahun itu […]

    Bagikan Berita:
  • Warganya Banyak ke Saudi untuk Jadi Pengemis, Pakistan Peringatkan Ancaman Hukumnya

    Warganya Banyak ke Saudi untuk Jadi Pengemis, Pakistan Peringatkan Ancaman Hukumnya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 52
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Pemerintah Pakistan mengeluarkan peringatan tegas kepada warganya yang akan menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Para jemaah diminta mematuhi seluruh hukum dan peraturan yang berlaku di Kerajaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat berujung pada persoalan hukum. Peringatan tersebut disampaikan Kedutaan Besar Pakistan untuk Arab Saudi menjelang pelaksanaan Haji 2026. Warga negaranya diminta […]

    Bagikan Berita:
  • Ramai Dugaan Korupsi Kuota Haji, Penyeroboran Antrean Adalah Perbuatan Zalim

    Ramai Dugaan Korupsi Kuota Haji, Penyeroboran Antrean Adalah Perbuatan Zalim

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 416
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus dugaan korupsi kuota haji yang sedang disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi perbincangan banyak pihak. Bukan cuma karena para pihak, khususnya perjabat di Kementerian Agama diduga melanggar aturan terkait pembagian kuota haji khusus dan reguler. Orang-orang terkait dengan korupsi kuota haji disebut-sebut juga melakukan tindak zalim, karena kuota tambahan yang seharusnya […]

    Bagikan Berita:
expand_less