Saudi Buat ‘Ruang Operasi Khusus’ untuk Melayani Jemaah dari Luar Negeri, Imbas Krisis Timur Tengah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Rab, 1 Apr 2026
- visibility 16

Saudi Buat 'Ruang Operasi Khusus' untuk Melayani Jemaah dari Luar Negeri, Imbas Krisis Timur Tengah
HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah antisipatif dengan membentuk ruang operasi khusus (special operations room) guna memastikan pelayanan optimal bagi jemaah haji dan umrah dari luar negeri, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap potensi gangguan, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas penerbangan internasional dan dinamika situasi regional.
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, menegaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk menjaga kelancaran, kenyamanan, dan keamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
“Kementerian telah meluncurkan ruang operasi khusus untuk mengatasi berbagai tantangan serta memastikan layanan tetap berjalan optimal bagi jemaah dari luar negeri,” ujar Al-Rabiah dalam pembukaan Forum Umrah dan Ziyarah di Madinah, Selasa (31/03).
Ruang operasi ini dibentuk melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan General Authority of Civil Aviation dan sejumlah instansi terkait lainnya, guna memperkuat koordinasi terutama dalam aspek transportasi udara.
Langkah tersebut dinilai krusial mengingat potensi dampak krisis Timur Tengah terhadap jadwal penerbangan, arus kedatangan jemaah, hingga stabilitas layanan selama musim haji dan umrah.
Dalam forum tersebut, Al-Rabiah juga menegaskan kesiapan pemerintah Saudi untuk beradaptasi dengan berbagai kemungkinan yang terjadi di kawasan, demi memastikan ibadah jemaah tetap berlangsung dengan aman dan lancar.
Lonjakan Jemaah Tembus 18 Juta
Di sisi lain, jumlah jemaah umrah dari luar Arab Saudi menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun ini, tercatat sekitar 18 juta jemaah telah datang, melonjak lebih dari 214 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian ini disebut sebagai hasil dari peningkatan kualitas layanan serta dukungan penuh pemerintah terhadap sektor haji, umrah, dan ziarah.
Tak hanya dari sisi jumlah, tingkat kepuasan jemaah juga mengalami peningkatan. Pemerintah Arab Saudi mencatat tingkat kepuasan mencapai 94 persen pada 2025.
Kunjungan ke destinasi religi utama pun terus meningkat, termasuk ke kawasan Al-Rawdah Al-Sharifah yang mencatat lebih dari 15,6 juta pengunjung.
Sementara itu, Forum Umrah dan Ziyarah edisi ketiga menjadi ajang strategis dalam pengembangan layanan. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta pameran, menghadirkan 50 lokakarya, serta menghasilkan lebih dari 5.000 kesepakatan kerja sama.
Forum tersebut difokuskan untuk memperkuat kolaborasi global sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan bagi jemaah umrah dan peziarah dari seluruh dunia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



