Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Sejumlah CJH Asal Maros Menunda Keberangkatan Haji Tahun 2026

Sejumlah CJH Asal Maros Menunda Keberangkatan Haji Tahun 2026

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 454
  • print Cetak

HAMRANEWS – Sedikitnya 19 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Maros menunda dan membatalkan keberangkatan haji pada musim haji tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan, ada yang batal karena wafat dan tidak memiliki ahli waris.

“Ada yang batal karena sakit, serta ada juga yang menunda karena menunggu mahram,” katanya, Senin, 29 Desember 2025 dikutip dari matamaroscom.

Ia menjelaskan, bagi CJH yang menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini, masih dapat diberangkatkan kembali pada musim haji tahun berikutnya.

“Sementara yang membatalkan, bisa digantikan oleh ahli warisnya atau dananya dikembalikan jika tidak ada ahli waris yang siap,” kata mantan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Maros itu.

Dengan adanya jemaah yang batal berangkat, lanjut Ahmad, kuota tersebut secara otomatis akan diisi melalui mekanisme penggabungan mahram atau jemaah cadangan sesuai nomor urut porsi kuota Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, CJH yang belum melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahap pertama hingga batas akhir pelunasan, Selasa, 23 Desember 2025, masih memiliki kesempatan melakukan pelunasan pada tahap kedua.

“Ada 55 orang yang masuk pelunasan tahap dua, termasuk yang belum selesai pemeriksaan kesehatan, pelimpahan, serta yang baru melapor,” jelasnya.

Pelunasan tahap kedua dijadwalkan berlangsung hingga 9 Januari 2026.

Pada tahap ini, jemaah haji pendamping lansia, penggabungan mahram, serta jemaah cadangan juga diberi kesempatan melakukan pelunasan. Mereka akan diberangkatkan apabila kuota reguler masih tersedia.

“Penggabungan mahram artinya CJH yang menarik anak kandung, suami atau istri, saudara kandung, atau orang tua untuk berangkat haji bersama, dengan catatan telah terdaftar minimal lima tahun terakhir sebelum 21 April 2021,” terangnya.

Berdasarkan hasil verifikasi terakhir, kuota haji Kabupaten Maros tahun ini mencapai 599 orang, terdiri dari 8 kuota lansia dan 591 kuota reguler berdasarkan nomor urut porsi.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 296 jemaah.

“Peningkatan kuota ini dipengaruhi oleh perubahan skema penentuan kuota dari pemerintah pusat,” katanya.

Kebijakan terbaru menetapkan pembagian kuota berdasarkan daftar tunggu (waiting list), bukan lagi berdasarkan proporsi jumlah penduduk muslim, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Dengan sistem tersebut, kuota haji ditentukan berdasarkan jumlah calon jemaah yang telah terdaftar dan menunggu giliran berangkat.

“Dampaknya, ada daerah yang mengalami penurunan kuota cukup drastis. Sementara Maros masuk dalam 10 daerah dengan kuota haji terbanyak,” pungkasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Transaksi Dulu dengan Pesawat Flyadeal, Sedang Ada Sengketa Perwakilan di RI

    Jangan Transaksi Dulu dengan Pesawat Flyadeal, Sedang Ada Sengketa Perwakilan di RI

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 183
    • 0Komentar

    HIMPUHNEWS – Perusahaan penyelenggara ibadah umrah diminta untuk tidak melakukan transaksi dahulu dengan Flyadeal jika hendak memberangkatkan jemaah menggunakan maskapai tersebut. PT Surya Semesta Aviasi (SSA), salah satu pemegang perwakilan Flyadeal di Indonesia, mengimbau seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Indonesia untuk tidak melakukan promosi maupun transaksi yang mengatasnamakan Flyadeal Airlines. Imbauan itu berlaku […]

    Bagikan Berita:
  • DPR Sahkan Revisi UU Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah Segera Dibentuk

    DPR Sahkan Revisi UU Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah Segera Dibentuk

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 486
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya secara resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Salah satu perubahan paling signifikan dalam revisi ini adalah pengalihan status Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna keempat masa persidangan 2025–2026 yang digelar […]

    Bagikan Berita:
  • Khalid Basalamah

    Khalid Basalamah Terima Sekitar Rp8 Miliar Uang Hasil Penjualan Kuota Haji 2024 yang Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 580
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendakwah Khalid Basalamah diketahui ikut memperjualbelikan tambahan kuota haji tahun 2024 yang bermasalah dan diduga terkait korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Khalid. Khalid Basalamah mengakui telah membeli kuota tersebut, lalu menjualnya kepada jemaah. Uang hasil penjualan, yang nilainya diperkirakan sekitar Rp8 miliar, telah dikembalikan ke KPK untuk dijadikan […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Blokir Travel Annisa Ahmada dan JGroup Gegara Ratusan Jemaah Telantar

    Kemenhaj Blokir Travel Annisa Ahmada dan JGroup Gegara Ratusan Jemaah Telantar

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 94
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengambil tindakan administratif terhadap dua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yakni PT JGroup Amanah Wisata dan PT Annisa Ahmada Travelindo. Melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenhaj memblokir akses kedua perusahaan tersebut ke Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH). Langkah tersebut dilakukan untuk […]

    Bagikan Berita:
  • Apa Dampak Sistem ‘All Indonesia’ untuk Jemaah Umrah yang Berlaku Sejak 1 Oktober?

    Apa Dampak Sistem ‘All Indonesia’ untuk Jemaah Umrah yang Berlaku Sejak 1 Oktober?

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 579
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mulai 1 Oktober 2025, pemerintah Indonesia resmi menerapkan sistem digital terpadu All Indonesia di seluruh bandara internasional, pelabuhan penumpang, dan pos lintas batas negara (PLBN). Bagi jemaah umrah, kebijakan ini menjadi hal penting yang perlu diperhatikan menjelang keberangkatan maupun kepulangan dari Tanah Suci. Apa Itu Sistem All Indonesia? All Indonesia adalah platform digital […]

    Bagikan Berita:
  • Alasan Kemenhaj Akan Seragamkan Daftar Tunggu, Kuota Per Provinsi Melanggar Undang-undang

    Alasan Kemenhaj Akan Seragamkan Daftar Tunggu, Kuota Per Provinsi Melanggar Undang-undang

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 566
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah sedang merombak penataan penyelenggaraan haji di Indonesia. Beberapa perombakan mencakup pembagian kuota haji setiap provinsi yang berdampak pada durasi antrean jemaah dan penghapusan multi syarikah yang berdampak pada biaya haji. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan pembagian kuota haji akan merujuk pada undang-undang salah satunya […]

    Bagikan Berita:
expand_less