Dua Tahun Koma, Jemaah Haji Indonesia yang Dirawat di Arab Saudi Wafat
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1

HAMRANEWS – Seorang jemaah haji asal Tulungagung, Jawa Timur, Haji Ali Budiyono, meninggal dunia di Arab Saudi setelah menjalani perawatan panjang selama hampir dua tahun. Almarhum wafat pada Ahad, 12 April 2026, dalam usia 72 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Suryani. Ia menjelaskan bahwa almarhum sebelumnya berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2024, namun tidak dapat kembali ke Indonesia karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.
“Almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan hampir dua tahun di salah satu rumah sakit di Arab Saudi,” ujar Suryani.
Menurutnya, pihak kantor Kemenag Tulungagung telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum yang berada di Kepatihan. Keluarga pun telah menerima dan mengikhlaskan kepergian Haji Ali Budiyono.
Saat ini, pihaknya masih menunggu dokumentasi berupa video prosesi pemakaman dari petugas haji di Arab Saudi sebagai bukti yang akan disampaikan kepada keluarga.
Suryani menyebutkan, almarhum akan dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, yang terletak di dekat Masjid Nabawi, Madinah. Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum sebelumnya mengalami gangguan pernapasan yang menjadi penyebab utama kondisi kritisnya.
Sempat Koma dan Tak Layak Terbang Sejak 2024
Kondisi kesehatan Haji Ali Budiyono sebenarnya telah memburuk sejak musim haji 2024. Saat itu, ia dinyatakan tidak layak terbang saat akan dipulangkan ke Tanah Air. Dia tidak sadarkan diri.
“Petugas kesehatan haji kami menyatakan Haji Ali tidak layak terbang karena kondisinya tidak sadarkan diri, sehingga harus dirawat intensif,” jelas Suryani pada Juli 2024 lalu.
Rencana awalnya, almarhum akan dipulangkan bersama kloter terakhir jemaah haji Indonesia jika kondisinya membaik. Namun, karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, ia akhirnya tetap dirawat di Arab Saudi dengan penanganan dari otoritas setempat dan pendampingan dari perwakilan Indonesia.
Data dari Kantor Kemenag Tulungagung mencatat, selama musim haji 2024 terdapat 17 jemaah asal daerah tersebut yang mengalami gangguan kesehatan. Dari jumlah itu, enam orang meninggal dunia, tiga dipulangkan lebih awal karena sakit, tujuh kembali ke Indonesia dalam kondisi sakit, dan satu orang—Haji Ali Budiyono—harus menjalani perawatan lanjutan di Arab Saudi hingga akhir hayatnya.
Suryani menambahkan, tingginya angka jemaah sakit dipengaruhi oleh faktor usia lanjut serta kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci. Banyak jemaah lansia yang mengalami dehidrasi karena kurang makan dan minum, sehingga memperparah kondisi kesehatan mereka.
“Cuaca di sana sangat panas, sementara sebagian jemaah lansia kurang asupan cairan dan makanan. Itu yang menjadi salah satu faktor banyaknya jemaah jatuh sakit,” pungkasnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



