Sejumlah Jemaah Haji Bangkalan Tidak Dapat Makanan, Kemenhaj Ungkap Penyebabnya di Syarikah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sel, 2 Jun 2026
- visibility 28

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha
HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan penyebab sejumlah jemaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB-72 sempat tidak mendapatkan makanan saat berada di Mina. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, permasalahan tersebut terjadi akibat ketidaksesuaian prosedur distribusi konsumsi yang dilakukan pihak syarikah.
Insiden itu terjadi pada hari pertama kedatangan jemaah di Mina, Rabu (27/5/2026). Kementerian menemukan bahwa makanan yang seharusnya diserahkan kepada petugas pengawas konsumsi di Markaz 71 untuk kemudian dibagikan kepada jemaah, justru langsung diletakkan oleh pihak syarikah di area tengah gang tanpa pemberitahuan kepada petugas yang bertanggung jawab.
Akibatnya, tidak terdapat dokumen tanda terima distribusi yang biasanya digunakan sebagai bukti penyerahan makanan kepada petugas pengawas konsumsi. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan memastikan rombongan mana yang telah menerima makanan dan mana yang belum.
Untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh haknya, petugas kemudian melakukan pengecekan langsung ke setiap tenda. Mereka mendistribusikan makanan kepada rombongan yang belum menerima konsumsi dan melakukan verifikasi secara menyeluruh.
Proses pengecekan dan distribusi ulang itu memerlukan waktu cukup lama karena harus dilakukan satu per satu ke seluruh tenda. Seluruh proses baru dapat diselesaikan pada sore hari setelah dipastikan semua jemaah mendapatkan makanan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa masalah tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya ketersediaan makanan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, makanan untuk jemaah sebenarnya telah tersedia. Kendala yang terjadi adalah adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi sehingga sebagian makanan tidak tercatat dalam mekanisme serah terima yang berlaku. Akibatnya, petugas harus melakukan pengecekan satu per satu ke setiap tenda untuk memastikan seluruh jemaah telah menerima makanan mereka,” kata Ichsan di Makkah, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, Kementerian telah berkoordinasi dengan pihak syarikah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terulang pada fase layanan berikutnya.
“Kami telah meminta pihak syarikah untuk memastikan seluruh distribusi konsumsi dilakukan sesuai prosedur, termasuk pemberitahuan kepada petugas pengawas konsumsi dan pencatatan serah terima yang jelas. Langkah ini penting agar distribusi dapat dipantau secara akurat dan hak-hak jemaah terpenuhi tepat waktu,” ujarnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan yang melakukan verifikasi dan distribusi ulang hingga seluruh jemaah akhirnya mendapatkan layanan konsumsi sebagaimana mestinya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



