Jemaah Haji Sulsel Diingatkan Tetap Kenakan Batik dan Tutup Aurat Saat Tiba di Kampung Halaman
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Ming, 7 Jun 2026
- visibility 12

Illustrasi Jemaah Haji Sidrap, Sulsel
HAMRANEWS.ID – Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengingatkan seluruh jemaah haji Embarkasi Makassar untuk tetap mengenakan pakaian batik saat tiba kembali di Indonesia.
Menurut Ikbal, penggunaan batik merupakan ketentuan resmi yang harus dipatuhi jemaah ketika tiba di bandara hingga memasuki Asrama Haji. Karena itu, seluruh jemaah diminta tetap menggunakan seragam batik yang telah ditentukan selama proses kedatangan berlangsung.
“Busana jemaah kami mewajibkan pakaian batik pada saat tiba di bandara dan masuk ke asrama haji,” ujar Ikbal, Minggu (7/6/2026).
Meski demikian, pihaknya memahami bahwa sebagian jemaah, terutama perempuan, telah menyiapkan pakaian khusus untuk dikenakan saat kembali ke kampung halaman. Dalam tradisi masyarakat Sulawesi Selatan, tidak sedikit jemaah yang memilih mengenakan busana yang lebih mencolok atau dikenal dengan istilah “bling-bling” saat pulang dari Tanah Suci.
Ikbal menjelaskan, jemaah yang berasal dari daerah di luar Kota Makassar tetap dapat berganti pakaian setelah meninggalkan Makassar dalam perjalanan menuju daerah asal masing-masing. Sebagai contoh, jemaah asal Kabupaten Sidrap dapat mengganti pakaian saat perjalanan darat setelah melewati wilayah tertentu menuju kampung halaman.
“Mereka gunakan di pesawat. Apabila jemaah-jemaah yang dekat Makassar, seperti Sidrap, nanti di Barru diberikan kesempatan untuk ganti pakaian,” jelasnya.
Namun demikian, Ikbal menegaskan bahwa penggunaan pakaian bling-bling tidak boleh mengabaikan ketentuan berpakaian dalam Islam. Ia mengingatkan khususnya jemaah perempuan agar tetap menjaga aurat dengan mengenakan pakaian yang sopan dan menutupi bagian tubuh yang wajib ditutup, termasuk area leher.
“Kami tidak melarang untuk menggunakan pakaian bling-bling tersebut, tetapi ibu-ibu pulang haji kami harapkan tetap menutup auratnya, terutama lehernya,” tegasnya.
Imbauan tersebut disampaikan untuk memastikan prosesi kepulangan jemaah haji berjalan tertib sesuai ketentuan sekaligus tetap mencerminkan nilai-nilai syariat Islam yang menjadi bagian penting dari ibadah haji.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



