Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Syakira Tour Tak Cuma Telantarkan Jemaah di Jeddah, Ratusan Calon Jemaah yang Sudah Setor Miliaran Juga Gagal Berangkat

Syakira Tour Tak Cuma Telantarkan Jemaah di Jeddah, Ratusan Calon Jemaah yang Sudah Setor Miliaran Juga Gagal Berangkat

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 6
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Harapan ratusan calon jemaah umrah yang telah mempercayakan perjalanan ibadahnya kepada Syakira Tour kian memudar. Kasus yang semula mencuat puluhan jemaahnya terlantar di Jeddah, Arab Saudi, belakangan muncul juga calon jemaah lainnya yang belum diberangkatkan oleh pihak travel.

Di media sosial, muncul kesaksian bahwa tidak hanya jemaah yang sudah berada di Tanah Suci mengalami kesulitan, tetapi juga ratusan calon jemaah di Indonesia yang telah menyetor uang muka (DP) hingga pelunasan dengan total nilai mencapai miliaran rupiah namun gagal diberangkatkan.

Akun Instagram @monna_julia mengungkapkan, terdapat sejumlah calon jemaah yang telah menyetorkan dana umrah kepada Syakira Tour. Mereka kini menuntut pengembalian seluruh uang yang telah dibayarkan karena keberangkatan tak kunjung terealisasi.

Dalam unggahan video yang dibagikan akun tersebut, pihak Syakira Tour disebut menyampaikan bahwa perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp2,1 miliar.

Namun, pernyataan itu justru memunculkan tanda tanya di kalangan jemaah.

“Sementara, uang jemaah yang sudah lunas bersama DP itu nominalnya jauh di atas Rp2,1 miliar. Lalu ke manakah dana yang tersisa itu mengalir,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu pun memicu banyak komentar dari warganet dan para calon jemaah yang mengaku masih menunggu kejelasan mengenai nasib dana mereka.

Tiga Kali Dijanjikan Berangkat, Tiga Kali Pula Batal

Di sisi lain, puluhan calon jemaah asal Kalimantan Selatan juga harus menelan kekecewaan setelah tiga kali dijanjikan berangkat ke Tanah Suci namun seluruh jadwal tersebut berakhir dengan pembatalan.

Salah seorang keluarga jemaah asal Amuntai, Muhammad Riza Yani, mengatakan keberangkatan semula dijadwalkan pada 23 Juli 2026. Jadwal itu kemudian diundur menjadi 26 Juli, lalu kembali dijanjikan pada 29 Juli 2026.

Namun seluruh jadwal tersebut gagal terlaksana.

“Tadi malam kami kembali mendapat kabar kalau keberangkatan dibatalkan,” ujar Riza kepada Radar Banjarmasin, Rabu (29/7/2026), usai pertemuan dengan pihak travel.

Akibat pembatalan berulang itu, sebanyak 175 jemaah mendatangi kantor Syakira Tour untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban.

Sebagian dari mereka bahkan sudah berada di Bandara Syamsudin Noor untuk bersiap terbang. Ada pula yang telah menggelar selamatan, berpamitan kepada keluarga, hingga meninggalkan pekerjaan karena meyakini keberangkatan tinggal menunggu waktu.

FK PATUH: Diduga Terjadi Mismanajemen

Ketua Forum Penyelenggara Travel Umrah dan Haji Khusus Kalimantan Selatan (FK PATUH), H. Saridi, mengatakan organisasinya diminta menjadi mediator agar situasi tidak berkembang menjadi kericuhan.

Menurut hasil analisis FK PATUH, persoalan yang terjadi lebih mengarah pada dugaan mismanajemen operasional.

Saridi menilai salah satu penyebabnya adalah penjualan paket umrah dengan harga yang terlalu murah, sementara biaya penyelenggaraan, terutama tiket pesawat dan hotel, mengalami kenaikan signifikan.

“Ternyata dari analisa FK PATUH bahwa memang jemaah ini selalu mencari harga termurah. Nah, karena cost untuk penyelenggaraan ibadah umrah ini ada kenaikan yang luar biasa, khususnya tiket dan hotel, maka sehingga travel tidak bisa memberangkatkan,” ujarnya.

38 Jemaah Terlantar di Jeddah

Persoalan Syakira Tour juga menyeret nasib puluhan jemaah yang telah menyelesaikan ibadah umrah tetapi belum bisa kembali ke Indonesia.

Sebanyak 38 jemaah dilaporkan masih tertahan di Jeddah karena tiket kepulangan belum tersedia.

FK PATUH mengaku telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama serta Konsulat Republik Indonesia di Arab Saudi agar para jemaah segera dipulangkan.

Namun hingga kini belum ada kepastian.

“Kalau pun yang sekarang masih ada yang tertinggal di Jeddah, saya dengar hari ini masih ada 38 yang stay di Jeddah yang masih menunggu kepulangan. Tentunya ini juga harus kita sikapi bersama. Yang di sini tidak bisa berangkat, yang di sana tidak bisa pulang,” kata Saridi.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima FK PATUH, pihak Syakira Tour disebut telah menyatakan tidak sanggup lagi membiayai pemulangan para jemaah yang masih berada di Arab Saudi.

DPR RI Ikut Turun Tangan

Kondisi tersebut membuat Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama, ikut membantu mencarikan tiket kepulangan bagi 38 jemaah yang terlantar di Jeddah.

Perwakilan jemaah, Muhammad Rifani, mengatakan rombongan telah berada di Jeddah sejak 27 Juli 2026 untuk menunggu penerbangan pulang. Namun hingga Jumat (31/7/2026), tiket kepulangan belum juga tersedia.

“Sejak Senin 27 Juli kami sudah berada di Jeddah. Sampai hari ini sudah empat hari kami terlantar tanpa biaya dari pihak travel,” ujarnya.

Rombongan tersebut terdiri atas 28 jemaah asal Barabai dengan paket umrah 12 hari dan 10 jemaah asal Tanjung yang semula mengambil paket 16 hari.

Karena persoalan visa, kedua rombongan akhirnya digabung dalam satu paket perjalanan 12 hari. Jemaah yang membeli paket 16 hari dijanjikan pengembalian dana akibat pemangkasan durasi perjalanan.

Namun hingga kini, komunikasi dengan pihak travel disebut semakin sulit dilakukan.

“Kalau kami menghubungi pihak travel sudah tidak ada balasan lagi,” kata Rifani.

Para jemaah juga mengaku mulai kehabisan biaya hidup dan terancam kehilangan tempat menginap karena pembayaran hotel belum dilakukan.

Kasus Syakira Tour kini menjadi sorotan setelah diduga tidak hanya menyebabkan puluhan jemaah terlantar di Arab Saudi, tetapi juga menyisakan persoalan ratusan calon jemaah yang telah menyetor dana dalam jumlah besar namun gagal diberangkatkan. Hingga saat ini, para jemaah masih menunggu kepastian mengenai pengembalian dana maupun penyelesaian tanggung jawab dari pihak penyelenggara perjalanan umrah tersebut.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Indonesia Hadirkan “Pekan Ekonomi Syariah Kolaborasi dengan Trend Hijab 2026”

    Bank Indonesia Hadirkan “Pekan Ekonomi Syariah Kolaborasi dengan Trend Hijab 2026”

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sebagai wujud nyata upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan, Bank Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar) Kolaborasi dengan Trend Hijab 2026” mulai 06 Maret s.d 15 Maret 2025 di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian utama PESyar yang menjadi wadah untuk mendorong pengembangan industri halal, […]

    Bagikan Berita:
  • Satgas Haji Sudah Terima 115 Laporan dan 68 Kasus Selama Musim Haji 2026

    Satgas Haji Sudah Terima 115 Laporan dan 68 Kasus Selama Musim Haji 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Haji dan Umrah Ilegal yang dibentuk sejak 14 April 2026, meski belum genap satu bulan, telah menunjukkan hasil nyata dalam mencegah kejahatan terhadap calon jemaah haji Indonesia. Hal ini menegaskan kehadiran negara melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Beri Nilai Manfaat Tabungan Haji Hingga Belasan Juta Rupiah ke Jemaah

    Tazkiyah Tour Beri Nilai Manfaat Tabungan Haji Hingga Belasan Juta Rupiah ke Jemaah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 146
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pelepasan para jemaah haji khusus Tazkiyah Tour di Hotel Dalton, Makassar, Selasa 5 Mei 2026, tidak hanya diwarnai suasana haru, tetapi juga menghadirkan terobosan baru dalam layanan haji yang memberi nilai tambah langsung kepada jemaah. Sebanyak 93 jemaah yang tergabung dalam gelombang ketiga dilepas secara resmi untuk berangkat menuju Jeddah pada Rabu 6 […]

    Bagikan Berita:
  • Cek Daftar Haji Provinsi Sulawesi Selatan dan Sejumlah Daerah Lain, 12 Daerah Ini Bertambah Kuotanya

    Cek Daftar Haji Provinsi Sulawesi Selatan dan Sejumlah Daerah Lain, 12 Daerah Ini Bertambah Kuotanya

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 297
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Setelah sebelumnya mengumumkan ‘memukul rata’ sistem pembagian kuota jemaah haji per daerah, Kementeian Haji dan Umrah Arab Saudi juga telah mengumumkan daftar kuota haji setiap provinsi di Indonesia. Seperti diketahui, jumlah kuota Haji 2026 di Indonesia sebanyak 221.000 jemaah dengan rincian 203.320 untuk jemaah haji reguler dan 17.680 untuk jemaah haji khusus. Jika […]

    Bagikan Berita:
  • Haji 2026 Dibayang-bayangi Ancaman Kenaikan Biaya Logistik

    Haji 2026 Dibayang-bayangi Ancaman Kenaikan Biaya Logistik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 208
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kenaikan harga minyak dunia hingga sempat menyentuh angka USD100 per barel, ikut memicu kenaikan biaya logistik. Termasuk di antaranya aktivitas perjalanan jemaah haji 2026. Risiko ini dibahas dalam pertemuan bilateral di Madinah, Minggu 29 Maret 2026, antara Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wamenhaj Saudi. Dahnil sendiri menegaskan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • Konsumsi Jamaah Haji Diantar dari Dapur ke Hotel Tetap Hangat, Citarasa Nusantara

    Konsumsi Jamaah Haji Diantar dari Dapur ke Hotel Tetap Hangat, Citarasa Nusantara

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 162
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Layanan konsumsi untuk para jemaah haji Indonesia tahun 2026 di Kota Madinah berjalan dengan optimal, dengan sistem distribusi langsung dari dapur ke hotel tempat jemaah menginap. Skema ini dirancang untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, serta mendukung kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci. Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan konsumsi jemaah. Seluruh proses produksi […]

    Bagikan Berita:
expand_less