Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Umrah 3 Hari, Ini Strategi agar Ibadah Tetap Maksimal
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Perjalanan ibadah umrah biasanya memakan waktu hingga sepekan di Arab Saudi. Tapi tahukah anda, jika anda melaksanakan rangkaian ibadah umrah ‘yang wajib-wajib’ saja, pelaksanaannya bisa disingkat jadi 3 hari.
Anda bisa melakukan ini dalam tiga hari, bahkan sehari: begitu pesawat memasuki area Miqat di Tanah Suci, langsung berniat untuk memulai ibadah umrah disertai mengenakan pakaian ihram, sehingga begitu tiba langsung melaksanakan Tawaf: Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran, dilanjutkan dengan melaksanakan Sa’i (Berjalan sebanyak 7 kali perjalanan bolak-balik antara Bukit Safa dan Bukit Marwah), lalu tahalul.
Tapi ada yang perlu anda ketahui, karena perjalanan super singkat seperti ini membutuhkan persiapan lebih matang, terutama dalam mengatur waktu, stamina, transportasi hingga rangkaian ibadah.
Pengalaman ini baru saja dijalani desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan. Pria yang akrab disapa Igun tersebut memanfaatkan jeda kesibukannya untuk menjalani umrah kilat.
“Saya belum pernah seumur-umur umroh tiga hari. Kemarin tuh badan kayak pengen banget umroh. Jadi pas mau berangkat, cari travel cepat, bikin visa,” ujar Ivan.
Padatnya pekerjaan membuatnya hanya memiliki waktu kosong sekitar tiga hari. Ia pun langsung berangkat dan menjalani rangkaian perjalanan yang sangat padat.
“Nyampe langsung umroh, selesai umroh langsung ke Madinah, langsung pulang lagi,” tuturnya.
Ibadahnya memang dapat dituntaskan, tetapi ada konsekuensi fisik yang dirasakan. “Badan remuk,” kata Ivan menggambarkan kondisi tubuhnya setelah perjalanan tersebut.
Lantas, bagaimana jika ingin melakukan umrah tiga hari?
1. Pastikan dokumen sudah beres
Jangan menjadikan keberangkatan kilat sebagai alasan mengabaikan administrasi. Visa dan dokumen perjalanan harus dipastikan sebelum berangkat. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyediakan berbagai kanal resmi untuk layanan visa dan informasi umrah.
Jika menggunakan travel, pastikan penyelenggara memiliki izin resmi. Jangan hanya mengejar harga murah atau jadwal keberangkatan cepat.
2. Tentukan prioritas ibadah
Waktu tiga hari berarti tidak cocok untuk agenda wisata yang terlalu banyak. Fokus utama adalah menyelesaikan rangkaian umrah dengan tenang.
Karena waktu sangat terbatas, jadwal sebaiknya dibuat sederhana: perjalanan menuju Tanah Suci, umrah, istirahat, ibadah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi sesuai rute, kemudian persiapan kepulangan.
3. Jangan membuat jadwal terlalu padat
Kesalahan yang sering terjadi dalam perjalanan singkat adalah menganggap setiap menit harus diisi aktivitas.
Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk tidur, makan dan memulihkan tenaga. Pengalaman Ivan menjadi pengingat bahwa perjalanan tiga hari berarti waktu istirahat juga ikut terpangkas.
4. Siapkan fisik sebelum berangkat
Umrah melibatkan banyak aktivitas fisik, terutama berjalan kaki. Karena itu, latihan berjalan secara rutin sebelum keberangkatan dapat membantu tubuh beradaptasi.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga menyarankan jemaah mempersiapkan kebutuhan kesehatan, obat-obatan pribadi, alas kaki yang nyaman, pelindung matahari dan perlengkapan perjalanan lainnya.
5. Jangan menunda persiapan
Untuk perjalanan tiga hari, tidak ada banyak ruang untuk mengatasi kesalahan teknis. Hotel, penerbangan, transportasi, dokumen dan kebutuhan ibadah sebaiknya sudah dipastikan sebelum keberangkatan.
Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga menyediakan platform Nusuk untuk berbagai layanan umrah, termasuk informasi dan layanan terkait perjalanan ibadah.
6. Dengarkan kondisi tubuh
Ini mungkin bagian terpenting. Umrah tiga hari memang bisa dilakukan, tetapi tidak berarti semua orang cocok dengan pola perjalanan tersebut.
Bagi jemaah lanjut usia, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau tidak terbiasa dengan aktivitas fisik berat, perjalanan yang lebih panjang dengan waktu istirahat cukup bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
