Jemaah Ilegal Masih Muncul Jelang Puncak Haji 2026, Dudung: Mencoreng Nama Baik RI
- account_circle REDAKSI
- calendar_month Sen, 2 Jun 2025
- visibility 197

SAUDI – Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mengingatkan dengan keras agar warga negara Indonesia (WNI) tidak memaksakan diri masuk ke Makkah secara ilegal.
Dia menyampaikan, bahwa praktik seperti itu bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional.
“Saya sampaikan kepada jemaah haji yang belum berkesempatan bisa hadir di Tanah Suci, jangan ada upaya-upaya untuk melakukan kegiatan menjadi haji ilegal,” kata Dudung di Makkah, Minggu (1/6).
Ia menambahkan, Pemerintah Arab Saudi kini telah memperketat pengawasan terhadap siapa pun yang masuk ke wilayah suci, terutama di musim haji. “Ini yang kita waspadai pasti akan ditemukan, dan ini juga nantinya akan kurang baik untuk menjaga nama baik bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dudung juga meminta agar masyarakat mematuhi regulasi haji 2025, karena aturan tersebut dibuat demi kelancaran dan ketertiban ibadah. “Insyaallah dengan adanya pengetatan ini, ini akan lebih tertib kembali,” lanjutnya.
Namun, meski peringatan sudah disampaikan berulang kali, kasus haji ilegal oleh WNI masih terjadi. Menjelang puncak haji 2025, tiga WNI kembali ditemukan memasuki wilayah Makkah secara tidak sah. Ketiganya berusaha menyusup lewat gurun pasir di wilayah Jumum menggunakan taksi gelap.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary, mengungkapkan bahwa salah satu dari ketiganya, berinisial SM, sebelumnya sudah sempat terkena razia bersama 10 WNI lain dan diusir ke Kota Jeddah. Namun, SM tetap nekat kembali ke Makkah bersama dua rekannya, J dan S.
“Dalam upaya mencoba masuk kota Makkah secara ilegal tersebut, ketiga WNI tiba-tiba dipaksa turun di tengah gurun oleh sopir taksi karena takut tertangkap patroli,” kata Yusron, Sabtu (31/5).
Ketiganya kemudian terdeteksi oleh patroli drone milik aparat Arab Saudi. SM ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, diduga akibat dehidrasi. Sementara dua lainnya diamankan oleh pihak berwenang.
Tragedi ini menjadi tamparan keras dan memperlihatkan dampak buruk dari praktik haji ilegal. Selain membahayakan keselamatan jiwa, hal ini juga dapat merusak reputasi Indonesia sebagai negara dengan jemaah haji terbanyak di dunia.
- Penulis: REDAKSI



