Aktivitas Umrah Tetap Aman di Tengah Eskalasi Arab Saudi-Houthi, Kemenhaj Imbau Lewat Jalur Aman
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah Ri
HAMRANEWS.ID – Pemerintah Indonesia memastikan aktivitas ibadah umrah di Arab Saudi masih berjalan normal di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Meski demikian, jemaah umrah Indonesia diimbau mengutamakan penerbangan langsung atau direct flight menuju Jeddah dan Madinah untuk menjaga keamanan perjalanan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Senin (26/10/2026), situasi Arab Saudi masih kondusif untuk penyelenggaraan ibadah umrah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” kata Dahnil dalam keterangan resminya.
Di tengah situasi tersebut, Kemenhaj menyarankan jemaah menghindari penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura. Penerbangan langsung dinilai lebih aman dan dapat mengurangi ketergantungan pada rute perjalanan yang melibatkan negara ketiga.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah,” ujarnya.
Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menyampaikan imbauan tersebut kepada pelaku usaha perjalanan.
Perkuat Maskapai Nasional
Selain pertimbangan keamanan, imbauan itu diarahkan untuk memperkuat industri penerbangan nasional. Dahnil menyebut sekitar 70 ribu jemaah umrah Indonesia diperkirakan menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penggunaan maskapai Indonesia, terutama Garuda Indonesia dan Lion Air.
“Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.
Namun, Dahnil menegaskan penguatan maskapai nasional harus dibarengi perbaikan kualitas pelayanan dan harga tiket yang kompetitif.
Kemenhaj telah melibatkan pimpinan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura untuk membahas peningkatan layanan penerbangan haji dan umrah, termasuk perbaikan pelayanan di Terminal 2 yang digunakan untuk penerbangan jemaah.
Selain itu, Kemenhaj berkomitmen membantu penyelesaian persoalan pengembalian dana (refund) yang masih menjadi kendala bagi sejumlah penyelenggara perjalanan umrah.
Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kerja sama dalam penyelenggaraan ibadah umrah.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Presiden Prabowo ingin kedaulatan ekonomi, terkait umrah dan haji juga harus begitu. Direct aman dari sisi penerbangan dan menguatkan kedaulatan ekonomi,” pungkasnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
