HAMRANEWS – Bulan Ramadan identik dengan kehadiran kurma di meja makan. Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW untuk berbuka dengan yang manis, kurma juga praktis, mudah dibawa, dan langsung bisa dikonsumsi tanpa perlu diolah.
Akan tetapi, di balik kepraktisannya, ternyata ada satu hal penting yang masih sering terlewat: kurma sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan.
Anjuran ini bukan sekadar saran biasa. Otoritas pangan Arab Saudi, Saudi Food and Drugs Authority (SFDA), alias BPOM-nya Arab Saudi, sejak beberapa tahun lalu merekomendasikan agar semua jenis kurma dicuci sebelum dikonsumsi, termasuk kurma basah seperti sukari maupun kurma kering yang banyak beredar di pasaran internasional.
Kenapa Kurma Perlu Dicuci?
Kurma merupakan buah yang dipanen, dikeringkan, disortir, dikemas, dan didistribusikan melalui proses yang panjang. Dalam rentang tersebut, ada potensi paparan berbagai zat yang tidak diinginkan. Mengutip laporan Saudi Gazette, SFDA menjelaskan bahwa mencuci kurma bertujuan untuk:
Mengurangi residu pestisida dan bahan kimia yang mungkin masih menempel
Mencegah paparan logam berat
Membersihkan debu dan kotoran dari proses distribusi
Menekan risiko kontaminasi mikroorganisme, seperti ragi dan jamur
Cara mencucinya pun relatif mudah. Kurma cukup dialiri dengan air hangat yang mengalir, bukan direndam dalam satu wadah air yang digunakan berulang kali. Metode ini dinilai efektif membersihkan permukaan kurma tanpa merusak rasa maupun kandungan gizinya.
Alternatif lain yang juga disarankan adalah merendam kurma dalam air yang diberi sedikit garam selama sekitar 10 menit, lalu dibilas kembali dengan air bersih. Cara ini membantu mengangkat bakteri dan debu yang menempel pada kulit kurma.
Cara Terbaik Menyimpan Kurma
Selain soal kebersihan, cara penyimpanan kurma juga memegang peranan penting dalam menjaga kualitas dan keamanannya. Menurut SFDA, metode penyimpanan terbaik untuk jangka panjang adalah pembekuan. Suhu rendah dapat:
Mengurangi atau membunuh mikroorganisme
Memperlambat proses biokimia dan oksidasi
Menjaga kualitas rasa dan tekstur kurma
Meski begitu, kurma juga bisa disimpan di dalam kulkas selama beberapa minggu hingga sekitar tiga bulan, asalkan menggunakan wadah tertutup rapat untuk mencegah paparan kelembapan dan uap air.
Untuk penyimpanan lebih lama tanpa pendingin, kurma dapat diawetkan dengan cara dikeringkan. Menjaga kadar kelembapan sekitar 20 persen dan menyimpannya pada suhu sekitar 25 derajat Celsius dapat memperpanjang masa simpan hingga satu tahun.
Tetap Bijak Mengonsumsi Kurma
Kurma dikenal kaya manfaat: mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa, serat, protein, serta mineral penting seperti kalium, zat besi, magnesium, dan seng. Kulit kurma juga mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.
Namun, SFDA mengingatkan agar konsumsi kurma tetap bijak dan tidak berlebihan. Kandungan gula yang tinggi membuat kurma perlu dibatasi, terutama bagi penderita diabetes. Konsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi disarankan sebelum menjadikannya konsumsi rutin dalam jumlah besar.
Di bulan Ramadan, kurma memang menjadi sahabat berbuka puasa. Tapi kini jelas, agar manfaatnya maksimal dan aman bagi kesehatan, jangan lupa mencuci kurma terlebih dahulu sebelum disantap. Kebiasaan sederhana ini bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan keluarga.