Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Daftar Negara dengan Jumlah Jemaah Haji Tertinggi di Dunia Tahun 2025

Daftar Negara dengan Jumlah Jemaah Haji Tertinggi di Dunia Tahun 2025

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 689
  • print Cetak

HAMRANEWS – Setiap tahun, jutaan umat Islam bercita-cita untuk menunaikan perjalanan suci menuju Tanah Suci. Namun, mengingat besarnya jumlah calon jemaah dari seluruh dunia, pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem kuota haji internasional untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran pelaksanaan ibadah.

Sistem ini mengalokasikan jumlah jemaah berdasarkan populasi muslim di setiap negara serta mempertimbangkan faktor-faktor diplomatik dan logistik.

10 Negara dengan Kuota Haji Terbesar

Dilansir dari World Population Review, berikut daftar 10 negara dengan kuota haji terbesar di dunia pada tahun 2025:

1. Indonesia – 221.000 Kuota Jemaah

Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia, yakni 221.000 jemaah pada tahun 2025. Hal ini sangat wajar karena Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar dengan lebih dari 230 juta pemeluk Islam, atau sekitar 87% dari total populasi.

Meskipun kuota haji Indonesia terbesar di dunia, daftar tunggu jemaah juga masih sangat panjang, mencapai 15 hingga 20 tahun di beberapa daerah. Hal ini mencerminkan besarnya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji setiap tahunnya.

2. Pakistan – 180.000 Kuota Jemaah

Posisi kedua ditempati oleh Pakistan dengan 180.000 jemaah. Negara ini memiliki lebih dari 220 juta muslim, menjadikannya salah satu populasi muslim terbesar di dunia setelah Indonesia.

Pengelolaan haji di Pakistan dilakukan oleh Kementerian Urusan Agama dan Harmoni Antaragama, yang mengatur semua aspek pelaksanaan, mulai dari penerbangan, akomodasi, hingga layanan medis di Mekah dan Madinah.

Jemaah Pakistan biasanya berangkat secara berkelompok, menciptakan suasana kebersamaan dan saling membantu dalam melaksanakan ritual haji. Pemerintah juga menempatkan staf khusus di Arab Saudi untuk memberikan pendampingan selama masa ibadah.

3. India – 175.025 Kuota Jemaah

India, dengan populasi sekitar 200 juta muslim, memperoleh 175.025 kuota haji. Meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu, India memiliki komunitas muslim terbesar ketiga di dunia.

Pelaksanaan haji di India dikelola oleh Komite Haji India (Haj Committee of India) yang beroperasi di bawah pengawasan pemerintah pusat. Pemerintah bahkan menyediakan subsidi haji bagi warga kurang mampu agar tetap dapat menunaikan rukun Islam kelima ini.

Meski birokrasi haji di India cukup kompleks, berbagai lembaga sosial dan organisasi Islam turut membantu calon jemaah agar proses pendaftaran dan perjalanan berjalan lancar.

4. Bangladesh – 127.198 Kuota Jemaah

Bangladesh menempati posisi keempat dengan 127.198 kuota jemaah. Negara ini memiliki sekitar 150 juta muslim, atau sekitar 90% dari total penduduk.

Tingginya minat beribadah membuat permintaan haji di Bangladesh selalu melampaui kuota yang tersedia. Pemerintah setempat telah mengembangkan program pelatihan pra-keberangkatan, pemeriksaan kesehatan, dan bimbingan keuangan bagi para calon jemaah.

Karena faktor ekonomi, banyak warga Bangladesh menabung selama bertahun-tahun untuk biaya haji. Pemerintah juga menjalin kerja sama erat dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan fasilitas dan keamanan bagi jemaah yang sebagian besar baru pertama kali bepergian ke luar negeri.

5. Nigeria – 95.000 Kuota Jemaah

Sebagai negara dengan populasi terbesar di Afrika, Nigeria memperoleh 95.000 kuota haji pada 2025. Dari sekitar 220 juta penduduk, diperkirakan lebih dari 95 juta di antaranya beragama Islam.

Operasional haji Nigeria diatur oleh Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON), bekerja sama dengan pemerintah daerah dan otoritas Saudi. Negara ini menghadapi tantangan logistik karena keberagaman etnis dan tingkat ekonomi masyarakat yang berbeda-beda.

Untuk itu, Nigeria mengembangkan program orientasi pra-keberangkatan yang mencakup pelatihan manasik, penukaran mata uang, hingga panduan kesehatan agar jemaah siap menghadapi kondisi di Tanah Suci.

6. Iran – 87.550 Kuota Jemaah

Iran mendapat jatah 87.550 kuota haji. Negara ini didominasi oleh Muslim Syiah dan memiliki hubungan diplomatik yang fluktuatif dengan Arab Saudi. Meski demikian, kedua negara tetap menjaga kerja sama dalam penyelenggaraan haji.

7. Aljazair – 41.300 Kuota Jemaah

Aljazair, dengan populasi sekitar 41 juta Muslim, memperoleh 41.300 kuota. Pemerintah Aljazair dikenal memiliki manajemen haji yang efisien, memanfaatkan kedekatan bahasa dan budaya Arab yang mempermudah komunikasi dengan otoritas Saudi.

Letak geografis yang relatif dekat dengan Arab Saudi juga menjadikan biaya perjalanan haji dari Aljazair lebih terjangkau dibandingkan negara-negara di Asia.

8. Turki – 37.770 Kuota Jemaah

Turki mendapat 37.770 kuota haji, melayani populasi Muslim yang mencapai hampir seluruh penduduknya, sekitar 84 juta orang. Sebagai negara yang pernah menjadi pusat Kekhalifahan Utsmaniyah, Turki memiliki tradisi panjang dalam penyelenggaraan haji.

Pemerintah Turki menyediakan sistem pendukung modern, seperti penerbangan carter khusus, layanan asuransi haji, serta akomodasi dengan standar tinggi. Dengan dukungan ekonomi yang kuat, jemaah Turki dikenal mendapatkan pengalaman haji yang sangat nyaman.

9. Mesir – 35.375 Kuota Jemaah

Mesir menerima 35.375 kuota haji. Negara ini merupakan pusat pembelajaran Islam dunia melalui Universitas Al-Azhar yang sangat berpengaruh. Dengan populasi Muslim mencapai 95 juta jiwa, Mesir memegang peran penting dalam diplomasi Islam global.

Pemerintah Mesir menjaga hubungan erat dengan Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan haji berjalan lancar. Banyak jemaah Mesir juga berperan sebagai pemandu atau penerjemah bagi jamaah dari negara lain berbahasa Arab.

10. Sudan – 32.000 Kuota Jemaah

Sudan melengkapi daftar ini dengan 32.000 kuota haji, meskipun negara ini tengah menghadapi tantangan politik dan ekonomi yang berat. Sekitar 97% dari 40 juta penduduknya adalah muslim.

Kendati menghadapi keterbatasan ekonomi, semangat warga Sudan untuk berhaji sangat tinggi. Banyak di antara mereka yang menabung selama bertahun-tahun atau bergantung pada dukungan komunitas untuk mewujudkan perjalanan spiritual ini.

Pemerintah Sudan bekerja sama dengan berbagai organisasi Islam untuk memastikan keberangkatan jemaah tetap berjalan, meskipun dalam kondisi negara yang penuh tantangan.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontributor Jemaah Haji Terbesar, Alasan RI Perlu Membuat Perkampungan Haji dan Umrah di Saudi

    Kontributor Jemaah Haji Terbesar, Alasan RI Perlu Membuat Perkampungan Haji dan Umrah di Saudi

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 675
    • 0Komentar

    SAUDI – Indonesia merupakan negara penyumbang jemaah haji terbesar, dengan mengirimkan ratusan ribu jemaah haji dan jutaan jemaah umrah ke Tanah Suci setiap tahun. Dengan jumlah jemaah terbesar itu, tantangan logistik dan pelayanan menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi pemerintah, dari urusan akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga bimbingan ibadah di lapangan. Dalam konteks itulah muncul […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Sulsel Terima 100 Usulan Petugas Haji Daerah, 51 Lolos dan Dikirim ke Pusat

    Kemenhaj Sulsel Terima 100 Usulan Petugas Haji Daerah, 51 Lolos dan Dikirim ke Pusat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 394
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan menerima 100 nama Petugas Haji Daerah (PHD) yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026. Dari jumlah tersebut, hanya 51 orang yang dinyatakan lolos sesuai kuota dan telah diumumkan untuk dikirim ke pusat. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 381
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia resmi mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan platform Nusuk) milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi). Integrasi ini bertujuan mempermudah pengurusan visa serta meningkatkan akurasi dan keamanan data jemaah haji Indonesia. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji Republik Indonesia), Farosa, mengatakan integrasi tersebut memungkinkan data jemaah haji Indonesia […]

    Bagikan Berita:
  • Pemerintah Membadalkan Haji Dua Jemaah yang Hilang di Tanah Suci Hingga Saat Ini

    Pemerintah Membadalkan Haji Dua Jemaah yang Hilang di Tanah Suci Hingga Saat Ini

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 621
    • 0Komentar

    MAKKAH — Pemerintah Indonesia menyatakan, dua jemaah lanjut usia yang hingga kini masih dinyatakan hilang di Arab Saudi belum ditemukan. Sebagai bentuk tanggung jawab tersebut, pemerintah telah membadalkan ibadah haji keduanya. “Seluruh jemaah haji sudah menunaikan ibadah haji. Tidak ada satu orang pun yang tidak melaksanakan ibadah haji. Ada dua yang hilang, sampai sekarang ini […]

    Bagikan Berita:
  • Sisi Lain Kesemrawutan Haji 2025: Lansia dan Risti Berjam-jam Tunggu Bis, Tanpa Pendamping

    Sisi Lain Kesemrawutan Haji 2025: Lansia dan Risti Berjam-jam Tunggu Bis, Tanpa Pendamping

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 624
    • 0Komentar

    MAKKAH – Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), seharusnya menjadi puncak kekhusyukan dan kekhidmatan bagi jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Akan tetapi, bagi sebagian jamaah Indonesia pada 2025, terutama kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti), itu justru jadi momen paling melelahkan. Salah satunya diungkapkan oleh Irfan Nuruddin, jamaah haji asal Indonesia yang juga merupakan warga Nahdlatul […]

    Bagikan Berita:
  • Saudi Luncurkan Gebrakan ‘Napak Tilas Perjalanan Rasul’, Kesempatan menelusuri  Jejak Hijrah Nabi

    Saudi Luncurkan Gebrakan ‘Napak Tilas Perjalanan Rasul’, Kesempatan menelusuri Jejak Hijrah Nabi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 486
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi kembali membuat gebrakan. Kali ini, General Entertainment Authority (GEA) meluncurkan proyek besar bertajuk “In the Prophet’s Step”, sebuah jalur interaktif yang memungkinkan umat Islam menelusuri secara langsung jejak hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Proyek ini bukan sekadar jalan setapak. Sebanyak 300 ribu peserta dari lebih dari satu juta […]

    Bagikan Berita:
expand_less