Ikbal Ismail: Kartu Nusuk Akan Dibagikan saat di Embarkasi Makassar, Bukan Lagi di Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Ming, 19 Apr 2026
- visibility 16

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail
HAMRANEWS – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, dipastikan telah mencapai 100 persen. Kesiapan tersebut mencakup fasilitas asrama haji hingga kelengkapan administrasi seluruh jemaah calon haji (JCH) yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyampaikan bahwa sejak tiga minggu lalu, seluruh visa jemaah telah rampung. Saat ini, petugas tengah menyusun paspor jemaah berdasarkan kelompok terbang (kloter).
“Lima hari jelang keberangkatan, sudah ada 10 kloter yang paspornya disiapkan untuk selanjutnya diproses di imigrasi,” ujarnya dalam wawancara pada 18 April 2026.
Ia juga memastikan pihak embarkasi telah berkoordinasi dengan bandara serta otoritas terkait guna menjamin kelancaran proses keberangkatan jemaah.
Salah satu terobosan penting pada penyelenggaraan haji tahun ini adalah perubahan mekanisme pembagian kartu Nusuk. Jika sebelumnya kartu identitas jemaah tersebut dibagikan di Arab Saudi, kini akan diberikan langsung di embarkasi, termasuk di Makassar.
“Alhamdulillah, tahun ini Embarkasi Makassar mendapat dua layanan, yakni layanan kartu Nusuk dan fast track. Pembagian kartu Nusuk yang sebelumnya dilakukan di Mekkah, kini dipindahkan ke embarkasi berkat koordinasi pemerintah Indonesia dengan otoritas Arab Saudi,” jelas Ikbal.
Ia menegaskan, kartu Nusuk merupakan identitas resmi jemaah selama berada di Arab Saudi dan menjadi syarat utama untuk mengakses sejumlah lokasi penting seperti Mekkah dan Arafah. Karena itu, jemaah diimbau menjaga kartu tersebut dengan baik.
“Setelah menerima kartu Nusuk, jemaah diharapkan menjaganya dengan baik karena itu adalah kunci utama untuk bisa masuk ke Mekkah dan Arafah,” tambahnya.
Sementara itu, untuk teknis pembagian, kartu Nusuk akan diserahkan kepada jemaah saat berada di Asrama Haji Makassar sebelum keberangkatan.
Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Sudiang Makassar pada 21 April 2026. Sebanyak 386 jemaah asal Kabupaten Soppeng akan menjadi kelompok terbang pertama yang diberangkatkan.
Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar juga telah resmi dilantik secara daring oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dari Asrama Haji Surabaya pada 17 April 2026.
Khusus di Makassar, prosesi pengukuhan berlangsung di Wisma Shafa Asrama Haji Sudiang dan dirangkaikan dengan uji coba konsumsi jemaah di pesawat (meal test). PPIH Embarkasi Makassar akan melayani sebanyak 16.750 jemaah dari delapan provinsi di kawasan Indonesia Timur.
Dalam sambutannya, Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menekankan pentingnya pelayanan yang optimal, cepat, tepat, dan humanis bagi seluruh jemaah.
“Petugas harus menjadi pihak pertama yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jemaah. Jangan sampai ada informasi yang berbeda-beda atau koordinasi yang tidak sinkron,” tegasnya.
Adapun masa tugas petugas haji dijadwalkan berlangsung mulai 21 April 2026 hingga pemulangan jemaah pada 1 Juli 2026. Pemerintah pun memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



