Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 8

Illustrasi suasana beribadah di Raudah, Masjid Nabawi.
HAMRANEWS.ID – Calon jemaah umrah yang berencana berangkat ke Tanah Suci pada musim Umrah 1448 H/2026 perlu mencermati perubahan penting terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah.
Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan mekanisme pengurusan izin masuk Raudhah secara kolektif melalui sistem Tasreh oleh biro perjalanan umrah. Mulai musim ini, seluruh proses reservasi hanya dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing jemaah melalui aplikasi resmi Nusuk.
Kebijakan baru ini menandai berakhirnya peran travel umrah dalam mengatur jadwal kunjungan Raudhah secara massal seperti yang berlaku pada musim-musim sebelumnya.
Artinya, setiap jemaah kini bertanggung jawab penuh untuk mengunduh aplikasi Nusuk, membuat akun pribadi, memilih jadwal kunjungan, hingga menyimpan QR code izin masuk yang akan diperiksa petugas di area Raudhah.
Raudhah, yang terletak di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, merupakan salah satu lokasi paling diminati jemaah karena disebut sebagai salah satu taman surga.
Tingginya antusiasme jemaah dari berbagai negara membuat pemerintah Arab Saudi memperketat sistem pengaturan kunjungan guna mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan beribadah.
Travel Hanya Bisa Mendampingi, Bukan Mengurus Izin
Dengan dihapuskannya akses Tasreh bagi penyelenggara perjalanan umrah, pihak travel kini hanya dapat memberikan pendampingan dan edukasi kepada jemaah terkait penggunaan aplikasi Nusuk.
Proses penerbitan izin sepenuhnya berada di bawah kendali sistem digital pemerintah Arab Saudi. Karena itu, jemaah disarankan tidak bergantung pada pihak travel untuk mendapatkan akses masuk Raudhah.
Setiap jemaah wajib memiliki akun Nusuk sendiri, menggunakan data paspor dan visa yang masih aktif.
Sistem Nusuk Berlaku Ketat
Setelah berhasil mendapatkan slot kunjungan melalui aplikasi Nusuk, jemaah harus datang sesuai jadwal yang tertera.
Apabila terlambat, izin akan otomatis hangus dan tidak dapat digunakan kembali. Mengingat tingginya permintaan, mendapatkan slot pengganti dalam waktu dekat bukan perkara mudah.
Selain itu, pemerintah Saudi juga membatasi frekuensi kunjungan. Umumnya, satu akun Nusuk hanya dapat digunakan untuk satu kali kunjungan Raudhah.
Karena itu, jemaah disarankan segera melakukan reservasi setibanya di Madinah dan memastikan ponsel selalu terhubung dengan internet agar tidak ketinggalan informasi penting dari aplikasi.
Bagi jemaah lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, bantuan dari keluarga, sesama jemaah, atau mutawwif sangat diperlukan untuk memastikan proses reservasi berjalan lancar.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



