Menhaj RI Ultimatum Syarikah Arab Saudi: Pelayanan Buruk di Mina Bisa Berujung Putus Kontrak 2027
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- visibility 17
- print Cetak

Kawasan Mina
HAMRANEWS.ID – Pemerintah Indonesia melayangkan peringatan keras kepada para penyedia layanan (Syarikah) di Arab Saudi menyusul berbagai catatan pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Buruknya layanan di Mina menjadi sorotan utama dan akan menjadi penentu apakah Syarikah tersebut tetap dipakai pada musim haji berikutnya.
Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf, menegaskan pemerintah tidak akan segan mencari mitra baru apabila Syarikah gagal memperbaiki kualitas pelayanan kepada jemaah Indonesia.
“Kita punya catatan, ‘Kamu kemarin melayani kami janjinya segini kok segini,’ itu menjadi catatan kami. Kalau memang tidak bisa memperbaiki, ya sudah tahun depan kita cari yang lain,” kata Irfan dalam program On Point Kompas TV, Jumat (10/7/2026).
Menurut Irfan, pelayanan di kawasan Arafah dan Mina sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Syarikah. Pemerintah Indonesia hanya berperan sebagai pengguna jasa yang memesan layanan sesuai kontrak.
Ia menilai Mina menjadi titik paling krusial dalam penyelenggaraan haji karena keterbatasan kapasitas tenda, sementara jemaah harus bermukim lebih lama dibandingkan saat wukuf di Arafah.
“Arafah-Mina itu murni kewenangan Syarikah. Kita hanya bisa memesan layanan, tetapi pelaksanaannya sepenuhnya ada pada mereka,” ujarnya.
Untuk mengurangi kepadatan di Mina, pemerintah Indonesia pada haji 2026 menerapkan skema tanazul, yakni sebagian jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau penginapan yang lokasinya dekat dengan area lempar jumrah.
Irfan menyebut langkah tersebut menjadi solusi teknis atas keterbatasan ruang di Mina. Sementara itu, seluruh evaluasi terkait pelayanan haji 2026 telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Haji Arab Saudi dan ditembuskan kepada masing-masing Syarikah sebagai bahan evaluasi menjelang penyelenggaraan haji 2027.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
