Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » DPR Wanti-wanti Pemerintah: Biaya Haji Naik, Jangan Langsung Kuras Kantong Jemaah

DPR Wanti-wanti Pemerintah: Biaya Haji Naik, Jangan Langsung Kuras Kantong Jemaah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 97
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Kenaikan komponen biaya haji bukan alasan otomatis untuk langsung mencekik kantong jemaah. Pemerintah dituntut untuk “memeras otak” mencari celah efisiensi terlebih dahulu, ketimbang mengambil jalan pintas menaikkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Pesan tajam ini ditegaskan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, dalam Diseminasi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji di Purworejo, Jawa Tengah 8 Agustus 2026.

Poin Kunci Sentilan Komisi VIII DPR:

Efisiensi Mati-matian, Layanan Tetap Nomor Satu: Wibowo memaklumi inflasi akomodasi, transportasi, hingga konsumsi di Arab Saudi dan fluktuasi kurs mata uang sulit dikendalikan.
Namun, solusinya bukan serta-merta mengalihkan beban itu ke jemaah. Pemerintah harus menyisir setiap komponen biaya untuk diefisiensikan tanpa memangkas kualitas fasilitas.

Wacana Skema 60:40 Harus Transparan: Menanggapi opsi komposisi pembiayaan (60% Nilai Manfaat BPKH dan 40% ditanggung jemaah), DPR minta kalkulasinya dibuka secara gamblang.

Optimalisasi nilai manfaat jangan sampai demi menyenangkan jemaah hari ini, tetapi mengancam keberlanjutan (sustainability) dana haji untuk jutaan orang yang masih mengantre di masa depan.

Pengawasan Ketat Komisi VIII: DPR memastikan akan mengawal setiap perubahan struktur biaya agar tetap rasional, terjangkau bagi jemaah, dan tidak merusak ekosistem keuangan haji jangka panjang.

Acara yang berlangsung di Purworejo tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komite Investasi dan Penempatan BPKH Reza Syam Pratama serta Kepala Kantor Kemenag Purworejo H. Herman.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • PIHK Jauh Hari Sudah Antisipasi Sistem Syarikah, Jemaah Haji Khusus Tak Ada yang Pisah Rombongan

    PIHK Jauh Hari Sudah Antisipasi Sistem Syarikah, Jemaah Haji Khusus Tak Ada yang Pisah Rombongan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 483
    • 0Komentar

    SAUDI – Sistem Syarikah dalam proses perjalanan Ibadah Haji tahun ini memicu masalah pada rombongan haji reguler. Sistem syarikah ini juga berlaku untuk haji khusus, namun sejauh ini tidak ada kendala. Seperti diketahui, polemik jemaah haji reguler bermunculan karena saat tiba di Kota Makkah, terjadi perubahan penempatan pada rombongan. Sehingga ada pasangan suami-istri yang terpisah […]

    Bagikan Berita:
  • Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Boleh Pindahkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Kemenhaj Sambut Baik

    Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Boleh Pindahkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Kemenhaj Sambut Baik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 306
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah mengeluarkan fatwa mengenai bolehnya memindahkan penyembelihan hewan dam jemaah haji ke tanah air. Tentu dengan beberapa syarat. Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, M. Afief Mundzir, mengatakan fatwa tersebut menjadi panduan penting bagi jemaah dalam […]

    Bagikan Berita:
  • Pembelaan Yaqut di Praperadilan: Kuota Haji Terikat dengan Kebijakan Saudi, Ada MoU

    Pembelaan Yaqut di Praperadilan: Kuota Haji Terikat dengan Kebijakan Saudi, Ada MoU

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 335
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan lagi bahwa kebijakan kuota haji 50 persen ke non-reguler yang membuatnya jadi tersangka, adalah kebijakan yang terikat dengan Arab Saudi. Ada MoU terkait itu. Hal itu dia jelaskan saat mengambil langkah ke praperadilan yang diajukannya atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yaqut sebelumnya ditetapkan […]

    Bagikan Berita:
  • Aturan Kebersihan Diperketat, Denda Buang Sampah Sembarangan di Saudi 2.000 Riyal

    Aturan Kebersihan Diperketat, Denda Buang Sampah Sembarangan di Saudi 2.000 Riyal

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 455
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi kini semakin tegas menegakkan aturan kebersihan. Setiap orang, baik itu warga lokal maupun wisatawan, diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, entah di jalan, taman, atau dari kendaraan. Pelanggaran semacam ini tidak lagi akan dianggap sepele, lantaran sanksinya bisa menguras kantong. Mengutip media lokal Okaz, otoritas kota dan desa di seluruh […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Group Resmi Hadir di Kendari, Perluas Layanan Haji Khusus dan Umrah di Sulawesi Tenggara

    Tazkiyah Group Resmi Hadir di Kendari, Perluas Layanan Haji Khusus dan Umrah di Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 148
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Tazkiyah Group, biro perjalanan umrah dan haji khusus yang berpusat di Kota Makassar yang sudah berpengalaman hingga 26 tahun, memperluas jangkauannya ke Sulawesi Tenggara dengan membuka kantor cabang di Kota Kendari. Kantor cabang yang berlokasi di Jalan Taman Suropati, Mandonga, Kendari itu, resmi hadir pada Senin, 29 Juni 2026. Sejak diresmikan, operasional layanan […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Usut Dugaan Dana Umrah Gema Talbia Rp2 Miliar, Uang Jemaah Diduga Dipakai Bayar Ruko

    Kemenhaj Usut Dugaan Dana Umrah Gema Talbia Rp2 Miliar, Uang Jemaah Diduga Dipakai Bayar Ruko

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 78
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Ratusan calon jemaah umrah menjadi korban dugaan penggelapan dana oleh biro perjalanan Gema Talbia di Jambi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turun langsung ke Jambi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana tersebut. Kasus ini mencuat setelah sejumlah jemaah Gema Talbia mengalami penelantaran. Sebagian jemaah bahkan disebut terlantar di Tanah Suci, sementara calon jemaah lainnya […]

    Bagikan Berita:
expand_less