Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Ikbal Ismail Ingatkan Travel Umrah Jangan Pakai ‘Jurus Mabuk’ Terapkan Harga, Risiko Tak Dipikirkan

Ikbal Ismail Ingatkan Travel Umrah Jangan Pakai ‘Jurus Mabuk’ Terapkan Harga, Risiko Tak Dipikirkan

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 29
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengingatkan pengusaha travel umrah dan haji khusus agar tidak menerapkan strategi harga murah tanpa memperhitungkan kemampuan memenuhi seluruh kebutuhan dan risiko pemberangkatan umrah.

Peringatan itu disampaikan Ikbal saat menjadi narasumber dalam podcast Tazkiyah Tour yang dipandu Host Erik Alamsyah, 12 September 2026.

Ikbal secara khusus mengingatkan travel agar tidak pakai ‘jurus mabuk’, yakni memasang harga paket miring atau serendah mungkin demi mendapatkan banyak jemaah, tetapi tidak menghitung risiko operasional di kemudian hari.

“Janganlah bermain-main dengan harga. Juallah harga paket yang memang betul-betul aman. Jangan pakai jurus mabuk,” kata Ikbal.

Peringatan tersebut juga terkait dengan rencana Kemenhaj mengatur standar harga batas bawah paket umrah sekitar Rp27 juta per jemaah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenhaj, Akhmad Fauzin, sebelumnya menyebut angka sekitar Rp27 juta sedang dipertimbangkan sebagai harga paling rendah, meski itu belum menjadi ketentuan final.

Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur paket yang ditawarkan jauh di bawah standar. Tawaran yang terlalu murah dinilai perlu dicermati karena berisiko tidak mampu menutup seluruh komponen pelayanan jemaah.

Bagi Ikbal, persoalannya bukan sekadar harga murah, tetapi kemampuan travel memastikan jemaah benar-benar berangkat dan memperoleh layanan sesuai paket yang dibeli.

“Jangan cari jual harga yang memang tidak bisa memberangkatkan jemaah. Itu bisa jadi bumerang juga buat mereka. Jangan memaksakan keadaan,” ujarnya.

Ia meminta travel tidak hanya mengejar jumlah jemaah.

“Bapak, Ibu, teman-teman pimpinan travel ingin meraih dunia, tetapi dahulukan juga akhirat. Jangan dunia tok saja yang dipikirkan,” katanya.

Ada Travel Akali Data Hotel

Dalam podcast tersebut, Ikbal juga mengungkap masih adanya upaya sebagian travel mengakali ketentuan penyelenggaraan umrah, khususnya terkait akomodasi.

Ia menyebut ada modus mencari bill atau bukti pemesanan hotel untuk dilaporkan ke sistem, sehingga seolah-olah akomodasi jemaah telah memenuhi ketentuan. Setelah data dilaporkan, travel kemudian mencari hotel lain dengan harga lebih murah.

“Masih ada yang coba-coba aturan diakali. Hotel cari bill-bill hotel dulu, baru melaporkan. Sudah itu cari hotel yang lebih murah,” ungkap Ikbal.

Menurutnya, praktik tersebut dapat menyebabkan jemaah mendapatkan hotel yang berbeda dengan data yang tercatat dalam sistem Nusuk.

“Masih ada jemaah kita yang tidak sesuai dengan hotel yang ada di Nusuk,” katanya.

Ikbal pun meminta travel berhenti mencari celah untuk mengakali aturan dan mulai menyesuaikan model bisnis dengan ketentuan yang berlaku.

Gagal Berangkat, Izin Travel Bisa Dicabut

Peringatan soal harga dan kepatuhan tersebut tidak terlepas dari persoalan travel umrah yang gagal memenuhi kewajibannya kepada jemaah.

Sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dalam berbagai kasus telah bermasalah karena tidak mampu memberangkatkan jemaah atau memenuhi layanan yang dijanjikan. Persoalan semacam ini dapat berujung pada tindakan administratif hingga pencabutan izin oleh pemerintah.

Karena itu, Ikbal meminta pimpinan travel tidak memaksakan diri menerima jemaah dalam jumlah besar apabila kemampuan finansial dan operasionalnya tidak mencukupi.

“Jangan memaksakan bahwa travelku banyak jemaahnya. Tetapi pada akhirnya itu merugikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, travel seharusnya memilih skema bisnis yang aman dan memastikan seluruh komponen perjalanan tersedia sebelum menjual paket kepada masyarakat.

“Bekerjalah dengan yang cari yang aman-aman,” kata Ikbal.

Terakhir, Ikbal mengimbau jemaah untuk selalu bersikap kritis terhadap travel, khususnya ketika ada perbedaan pelayanan dengan kontrak. “Misalnya kontraknya di hotel bintang lima, ternyata cuma bintang empat, harus dicermati,” ungkapnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Haru Pemuda Jeneponto, Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sekaligus Badalkan Umrah Ibu yang Menyusul Sang Ayah

    Kisah Haru Pemuda Jeneponto, Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sekaligus Badalkan Umrah Ibu yang Menyusul Sang Ayah

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 525
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Muhammad Eko Setia Budi, seorang anak muda 24 tahun asal Jeneponto mendapat pengalaman yang mulia namun diliputi kesedihan, saat mendapat kesempatan melaksanakan haji 2025 bersama kloter 40 UPG. Petugas Haji Daerah Kloter 40 Upg, H. Alfian, mengisahkan Eko Setia Budi yang berangkat Menunaikan Ibadah Haji karena menggantikan bapaknya yang meninggal pada tahun 2019. […]

    Bagikan Berita:
  • PT Pos Indonesia Sudah Kirimkan 150 Ton Barang Jemaah Haji 2025 ke Tanah Air

    PT Pos Indonesia Sudah Kirimkan 150 Ton Barang Jemaah Haji 2025 ke Tanah Air

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 502
    • 0Komentar

    BANDUNG – Perusahaan BUMN, PT Pos Indonesia (PosIND) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menjalin kerja sama strategis guna memperkuat layanan logistik haji dan umrah. Menurut Plt Direktur Utama PosIND Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, kolaborasi jadi tonggak penting demi menghadirkan sistem pelayanan logistik ibadah haji yang modern, efisien dan terintegrasi, guna mendukung kelancaran penyelenggaraan […]

    Bagikan Berita:
  • BPK Ungkap Penyaluran Dana Haji Tidak Tepat Sasaran, Rp161,73 M Disalurkan ke Jemaah yang Tak Berhak

    BPK Ungkap Penyaluran Dana Haji Tidak Tepat Sasaran, Rp161,73 M Disalurkan ke Jemaah yang Tak Berhak

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 227
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap penggunaan dana haji yang tidak tepat sasaran dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M. Dalam temuannya, terdapat dana sebesar Rp161,73 miliar yang digunakan untuk membiayai jemaah yang tidak memenuhi kriteria keberangkatan. Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II-2025, BPK mencatat dana tersebut digunakan untuk mensubsidi 4.760 jemaah yang seharusnya tidak […]

    Bagikan Berita:
  • Evaluasi Haji 2025: Petugas Haji Perempuan Perlu Ditambah, Toilet Wanita Diperbanyak

    Evaluasi Haji 2025: Petugas Haji Perempuan Perlu Ditambah, Toilet Wanita Diperbanyak

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 641
    • 0Komentar

    JAKARTA – Salah satu evaluasi penting dan mendesak dari pelaksanaan haji tahun 2025 adalah pelayanan untuk perempuan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyebut, pelayanan perlu lebih inklusif terhadap perempuan, mengingat jumlah perempuan mencapai 55–60 dari total jemaah haji. Selain perempuan, dia juga mendesak agar pelayanan lebih inklusif bagi untuk lansia, […]

    Bagikan Berita:
  • Indeks Kepuasan Haji Indonesia 2025: Sedikit Lebih Baik dari Tahun Lalu

    Indeks Kepuasan Haji Indonesia 2025: Sedikit Lebih Baik dari Tahun Lalu

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 608
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025. Hasilnya mencapai 88,46 dan masuk dalam kategori sangat memuaskan. Angka ini sedikit lebih baik dari tahun lalu, atau meningkat 0,26 poin. “Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) Tahun 2025 mencapai 88,46. Secara umum, jemaah haji Indonesia telah menerima semua […]

    Bagikan Berita:
  • Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 542
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Bukannya mendapat fasilitas yang memuaskan, seorang jamaah haji yang pernah berangkat dengan jalur furodah pada tahun lalu menceritakan pengalamannya yang penuh cobaan. Warga Indonesia, pemilik akun Catur Gunandi tersebut, menceritakan, dia awalnya memilih haji Furodah dan membayar mahal karena tidak mau berdesak-desakan dan ingin nyaman. Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Dia mengalami berbagai […]

    Bagikan Berita:
expand_less